ISYARAT RASULULLAH SAW, MANUSIA SELALU DALAM INTAIAN MAUT


SIAPA PUN YANG MENINGGAL DUNIA SAMA DENGAN MENGALAMI “KIAMATNYA”.

Sadarkah kita, berapa lama manusia itu berdiam di muka bumi? Atau berapakah waktu yang dibutuhkan seorang anak manusia menikmati udara kehidupan di dunia yang fana ini?? Manusia sering melupakan yang satu ini. Manusia sering tidak mau tahu, sedang apa ia sebenarnya ada di dunia ini. Manusia bahkan buta mata dan hatinya, untuk apa ia ada di dunia ini. Mereka terus menerus dalam kemaksiatan. Hari ini, besok, minggu depan, bulan dan tahun ke tahun, tidak terasa kita lalui.

Tapi sayang.. ketika tiba masa yang pasti itu, manusia baru teringat akan apa yang ia telah lakukan kemarin. Dialah maut, yang memutuskan segala hubungan anda dengan dunia. Yang menjadi pintu menuju kehidupan yang sebenarnya. Yang menjadi “Kiamat” bagi setiap manusia sebelum datangnya kiamat yang sesungguhnya.

Allahu Akbar… Astagfirullah Rabbal Baraya….

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” QS. 4:78

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Qs. 62:8

Dalam sebuah hadist, Rasululullah SAW pernah ditanya tentang kiamat, Ketika itu beliau melihat seorang anak, lalu bersabda,
“Anak ini takkan mengalami pikun sebelum kamu masing-masing didatangi Kiamatmu.”

Maksudnya, “sebelum anak ini berumur lanjut, maka kamu sekalian sudah mati”, karena yang dimaksud kiamat di sini ialah habisnya ajal dan masuknya mereka ke alam akhirat.

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan.” Qs. 56:60

RUMUS KEHIDUPAN MANUSIA DALAM PERHITUNGAN AKHIRAT

86 MENIT MANUSIA DALAM KEHIDUPAN DUNIA

“Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? ”Mereka menjawab: “kami tinggal (dibumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah SWT berfirman : “Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu benar-benar mengetahui”. QS.23: 112-114

Renungkanlah, perhitungan ini:

Surah As-Sajdah ayat 5 mengartikan, bahwa 1(satu) hari kehidupan di akhirat sama dengan 1000 (seribu)tahun kehidupan didunia ini.

Jika rata-rata umur manusia adalah 60/63 tahun saja, maka kita hidup tidak lebih dari 60/6000 atau 6% hari di akhirat. Kemudian, jika kita misalkan saja bahwa waktu di dunia dan di akhirat dalam 1 (satu) hari itu sama yaitu selama 24 jam sehari maka kita didunia hanya hidup selama 6% X 24 jam atau selama 1,44 jam akhirat. Kalo kita lanjutkan lagi, kita misalkan 1 jam diakhirat dan didunia sama yaitu selama 60 menit saja maka kita hidup didunia ini hanyalah selama 1,44 jam X 60 menit atau selama 86,4 menit saja.!

Betapa singkat hidup kita di dunia ini jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat, hitungan itupun masih dengan menggunakan asumsi waktu di dunia. Dan kemungkinn besar waktu di akhirat dalam sehari lebih dari 24 jam dan setiap jamnya bisa lebih dari 60 menit waktu di dunia. Jika demikian, maka waktu hidup kita di dunia semakin tambah singkat saja.!

Maka sungguh benar perkataan Allah Azza Wajallah… Allah yang Maha Kekal.. Allah yang Maha Hidup.

“Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu benar-benar mengetahui”. Qs.23:114.

Sudah siapkah kita menyambut “tamu tak diundang itu?”
Sudah siapkah kita menantikan “kiamat” yang akan menghampiri kita tanpa seorang pun yang mengetahui kapan dan dimana kita mengalaminya??

“Sesungguhnya Allah, hanya pada Dzat-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. Dan Dialah yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui dengan sebenar-benarnya tentang apa yang ada dalam rahim (ibu yang mengandung). Dan tiada seseorang pun yang betul mengetahui apa yang akan diusahakannya esok dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi negeri manakah ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mengenal.” Qs. 31:34

Wallahu ‘alam bissawab.

(*Meninggal dalam keadaan sujud. Lokasi di Masjid Nabawi, Madinah al Munawwarah.)

Pos ini dipublikasikan di Petaka Akhir Zaman. Tandai permalink.

Satu Balasan ke ISYARAT RASULULLAH SAW, MANUSIA SELALU DALAM INTAIAN MAUT

  1. siti patimah berkata:

    semoga alloh swt memberkatimu dan memberimu darazat yg tinggi kbaikan blog ini menjadi kan amal ibadah untuk ustaz dan semu yng membaca nya wasalam hamba alloh swt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s