Tauhid dan Trinitas


PERBEDAAN TAUHID DAN TRINITAS

Akan kita lihat dalam Qur’an yang telah menyebutkan Isa dan Maryam dengan penghormatan serta penghargaan yang demikian rupa dari Tuhan sehingga kitapun karenanya turut bersimpati pula, terbawa oleh rasa persaudaraan. Tetapi apa yang menyebabkan kita lalu bertanya?: Kalau begitu, kenapa kaum Muslimin dan Kristen selama berabad-abad terus bermusuhan dan berperang? Jawaban atas pertanyaan ini ialah, bahwa antara ajaran-ajaran Islam dan Kristen itu terdapat perbedaan asasi yang menjadi suatu sebab perdebatan hebat semasa Nabi, sekalipun perdebatan demikian itu tidak sampai melampaui batas permusuhan dan kebencian. Kaum Kristen tidak mengakui kenabian Muhammad seperti Islam yang mengakui kenabian Isa; Kristen berlandaskan Trinitas, sedang Islam samasekali menolak, selain Tauhid. Kaum Kristen menuhankan Isa, dan berpegang pada argumentasi ketuhanannya itu bahwa dia sudah berbicara sejak di dalam buaian serta memperlihatkan mujizat-mujizat yang tak dapat dilakukan oleh yang lain; suatu hal yang sebenarnya hanya dapat dilakukan oleh Tuhan.

KAUM NASRANI MENGAJAK NABI BERDEBAT

Pada masa permulaan Islam mereka mendebat kaum Muslimin tentang itu dengan menggunakan Quran, dengan berkata:
Bukankah Quran yang diturunkan kepada Muhammad itu mengakui pendapat kami ketika berkata: “Dan tatkala para malaikat berkata: ‘Aduhai Maryam, Tuhan menyampaikan berita gembira kepadamu dengan Firman Tuhan: namanya Isa al Masih putra Maryam, orang terpandang di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang dekat (kepada Tuhan). Ia akan berbicara dengan orang semasa ia anak-anak dan sesudah dewasa dan ia tergolong orang yang baik-baik.’ Kata (Mariam)-nya: ‘Tuhan, dari mana saya akan mendapatkan anak, padahal tak ada orang yang menyentuhku.’ Ia (Tuhan) berkata: ‘Begitulah, Tuhan mencipta menurut kehendakNya. Jika ia memutuskan sesuatu, Ia hanya berkata: Jadilah, maka iapun jadi. Dan ia mengajarkan Kitab kepadanya, hikmah kebijaksanaan, Taurat dan Injil. Dan ia diutus menjadi Rasul bagi Keluarga Israil: ‘Aku datang kepadamu membawa sebuah Bukti dari Tuhanmu. Kuciptakan dari tanah liat bentuk serupa burung. Kutiup ia lalu ia menjadi seekor burung dengan ijin Allah, dan aku dapat menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kusta serta menghidupkan orang mati dengan ijin Allah. Akupun dapat memberitahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan dalam rumahmu. Itulah suatu bukti bagimu bila kamu orang-orang yang beriman.” (QS, 3:45-49)

Jadi Qur’an menegaskan, bahwa ia menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta asal dari kelahiran, menyembuhkan kusta, dan dari segumpal tanah dijadikannya seekor burung dan dapat membuat ramalan dan semua ini adalah merupakan sifat-sifat Ilahiah. Inilah pandangan kaum Nasrani masa Nabi, yang dijadikan mereka bahan argumentasi dan mengajaknya berdebat dengan pendirian, bahwa Isa juga Tuhan di samping Allah. Dan ada lagi segolongan mereka itu yang berpendirian menuhankan Maryam karena Allah telah menurunkan SabdaNya kepadanya. Pendirian kaum Nasrani yang demikian pada masa itu menganggap Maryam satu dari tiga dalam Trinitas Bapa, Anak dan Ruh Kudus. Mereka yang berpendirian dengan menuhankan Isa dan ibunya itu hanya merupakan satu sekte dari sekian banyak sekte-sekte Nasrani yang bermacam-macam dan terpencar-pencar itu.

Orang-orang Nasrani seluruh jazirah Arab dengan alirannya yang bermacam-macam itu mengajak Muhammad berdebat menurut dasar mazhab mereka. Kata mereka Almasih itu ialah Allah, dia anak Allah; kata mereka dia adalah satu dari tiga dalam Trinitas. Mereka yang berpendapat pada ketuhanan Isa itu berpegang pada argumentasi yang disebutkan di atas. Argumentasi yang mengatakan bahwa dia anak Allah, sebab bapanya tidak diketahui orang, dan dia berbicara dalam buaian semasa anak-anak, yang tak pernah terjadi pada siapapun dari anak Adam. Argumentasi yang mengatakan bahwa dia satu dari tiga dalam Trinitas, sebab Allah berkata: Kami perintahkan, Kami jadikan dan Kami tentukan. Kalau hanya Satu tentu berkata: Aku perintahkan, Aku jadikan dan Aku tentukan. Muhammad mendengarkan semua tanggapan mereka itu, dan mengajaknya berdiskusi dengan cara yang lebih baik. Dalam perdebatan itu ia tidak begitu keras seperti terhadap kaum musyrik dan penyembah berhala. Bahkan dikemukakannya argumen itu berdasarkan wahyu dengan cara yang logis dan sebagaimana yang diterangkan dalam kitab-kitab mereka. Allah berfirman:

“Sebenarnya mereka telah melakukan penghinaan (terhadap Tuhan), mereka yang mengatakan, bahwa Allah ialah Isa al-Masih anak Maryam. Katakan: Siapakah yang dapat merintangi jika Ia hendak membinasakan al-Masih anak Mariam serta ibunya dan setiap orang yang ada di muka bumi ini semua? Kerajaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara itu, adalah milik Allah. Ia menciptakan apa yang ada di antara itu, dan Allah Maha Kuasa atas segalanya. Orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata: Kami adalah anak-anak Allah dan yang dicintaiNya. Katakan: Mengapa Ia menyiksamu karena dosa-dosamu itu? Sebenarnya kamupun manusia, seperti yang pernah diciptakanNya. Ia mengampuni siapa saja yang dikehendakiNya dan Ia menghukum siapa saja yang dikehendakiNya. Kerajaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara itu, adalah milik Allah. Dan kepadaNyalah kembali sebagai tujuan terakhir.” (QS, 5:17-18)

“Sebenarnya mereka telah melakukan penghinaan (terhadap Tuhan), mereka yang mengatakan, bahwa Allah itu al-Masih anak Maryam. Bahkan al-Masih berkata: Hai anak-anak Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Barangsiapa mempersekutukan Allah, Allah akan mengharamkan surga baginya dan tempatnya adalah api neraka. Orang-orang teraniaya itu takkan punya pembela. Sebenarnya mereka telah melakukan penghinaan (terhadap Tuhan) mereka yang mengatakan, bahwa Allah adalah satu dari tiga dalam Trinitas. Tak ada tuhan kecuali Tuhan Yang Satu. Apabila tidak mau juga mereka berhenti (menghina Tuhan), pasti mereka yang telah merendahkan (Tuhan), itu akan dijatuhi siksaan yang memedihkan.” (QS, 5:72-73)

“Dan ingat ketika Allah berkata: Hai Isa anak Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang: mengangkatku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah? Ia menjawab: Maha Suci Engkau, tidak akan aku mengatakan yang bukan menjadi hakku. Kalaupun aku mengatakannya, tentu Engkau sudah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam hatiku, tapi aku tidak mengetahui apa yang ada di dalam Dirimu. Maha Mengetahui Engkau atas segala yang gaib. Tak ada yang kukatakan kepada mereka, selain daripada yang Kau perintahkan kepadaku; supaya mereka menyembah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan akulah saksi mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka. Tetapi setelah Kauwafatkan aku, Engkau Pengawas mereka dan Engkau pula yang menyaksikan segala sesuatu. Kalau Engkau siksa mereka, mereka adalah hamba-hambaMu, kalaupun Engkau ampuni mereka, Engkau Penguasa Maha Mulia dan Bijaksana.” (QS, 5:116-118)

Pandangan Nasrani adalah Trinitas dan Isa adalah anak Allah. Sedangkan Islam menolak semua itu dengan tegas sekali, menolak bahwa Tuhan mempunyai anak. “Katakan: ‘Allah itu Satu. Allah itu abadi dan mutlak. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tiada satu apa pun yang menyerupai-Nya.” (QS, 112:1-4)

“Tidak sepatutnya bagi Allah akan mengambil anak. Maha Suci Ia.” (QS, 19:35)

“Hal seperti terhadap Isa bagi Allah sama seperti terhadap Adam; dijadikan-Nya ia dari tanah lalu dikatakan: jadilah, maka jadilah ia.” (QS, 3:59)

Pada dasarnya Islam adalah agama Tauhid, dalam pengertian Tauhid yang murni dan kuat sekali, dan dalam pengertian Tauhid yang sederhana dan jelas sekali. Setiap kemungkinan yang akan mengaburkan pengertian dan pikiran Tauhid, Islam tegas menolaknya dan menganggapnya kufur. “Allah tidak akan mengampuni bila Dia dipersekutukan. Tetapi selain itu akan diampuniNya siapa saja yang dikehendakiNya.” (QS, 4:48) Bagaimanapun konsepsi Masehi tentang Trinitas, yang memang mempunyai hubungan sejarah dengan beberapa agama lama, namun bagi Muhammad itu sama sekali bukan suatu kebenaran. Yang benar ialah Allah itu Esa, tidak bersekutu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tak ada apapun yang menyerupaiNya. Jadi tidak heran kalau antara Muhammad dengan pihak Nasrani masa itu terjadi diskusi dengan cara yang baik, dan wahyupun memperkuat Muhammad seperti dalam ayat-ayat itu.

15 Balasan ke Tauhid dan Trinitas

  1. sakit kepala berkata:

    Kenapa Islam membahas Trinitas Kristen, Apakah untuk menjelaskan bahwa Konsep Kristen itu salah, dan setelah salah harus pindah ke Islam? dan Setelah Kristen masuk Islam atau seluruh dunia menjadi Islam dunia akan tentram? Setelah seluruh dunia masuk Islam, masih ada masalah lagi yaitu perbedaan pandangan dalam Islam itu sendiri(misalnya Syiah dan Suni, hayo siapa yang benar)_Kristen yang tidak taat juga begitu kok juga akan berperang karena perbedaan kok. Perbedaan pandangan Islam (karena perbedaan itu akan selalu tetap ada) juga dapat menyebabkan perang karena ajaran islam melegalkan perang. Syiah dan Suni tidak perlu terlibat perang bila tidak ada saling menyalahkan diantara mereka. Toleransi menyebabkan kedamaian. Walaupun mengajak ke jalan yang benar dengan perang/membunuh itu legal tapi anda tidak harus melakukannya bukan?
    Kami akui kami sampai sekarang berperang/membunuh namun itu dosa bagi kami karena tidak sejalan dengan ajaran Kristus, Jadi jangan salahkan agama Kristen jika ada pengikutnya yang menyerang/membantai teman-teman muslim. Tidak ada yang salah dengan ajaran muslim tentang legalnya perang. Tidak salah pemahaman Islam bahwa ALLAH itu tidak beranak atau memperanakkan.
    Kalian legal dan tidak salah menghakimi orang yang bersalah menurut kalian dan berperang dengan kafir(dan mendapatkan surga dengan cara itu) tetapi haruskah dengan cara demikian, bukannya masih ada jalan(yang terindah) menuju surga dengan menafkai fakir miskin, janda dan anak yatim?
    Mengenai menghakimi kafir dan orang bersalah di dunia, bukannya ada hari penghakiman(kiamat) yang dilakukan oleh yang berwenang(menurut Islam saya kurang tahu)?
    Saya tidak menyalahkan ajaran kalian dan saya harap kalian tidak menyalahkan ajaran kami tentang Trinitas menurut saya(saya bukan Ahli Alkitab)
    1. Allah Bapa
    2. Allah Anak
    3. Allah Roh Kudus
    Jadi begini ceritanya
    -Pada mulanya Allah (Allah Bapa) menciptakan langit dan Bumi dan detailnya boleh baca Alkitab kitab Kejadian,
    -Dalam Ciptaan itu ada Adam dan Hawa yaitu kakek dan nenek moyang kita,
    -Adam dan Hawa selanjutnya terjerumus dalam dosa,
    -Selanjutnya lagi kita keturunannya terus melakukan dosa,
    -Allah Bapa yang adil seharusnya menghukum manusia dengan memberikan manusia sauna (neraka)
    -Namun Allah Bapa yang Pengasih sedih melihat manusia menderita dalam neraka. jadi gimana dong?
    *Sebagai Allah Bapa yang Adil tetap memberikan penghukuman dunia dan Akhirat(neraka) disebabkan upah dosa adalah maut dan Surga adalah tempat kudus yang didalamnya hanya ada orang kudus dan karena Kebaikanmu tidak dapat menghapus dosamu.
    *Sebagai Allah Bapa yang Pengasih maka DIA memberikan DIRINYA, menggatikan hukuman itu,
    bukan seluruh manusia atau malah satu manusia.
    -Saya akan sangat sedih dan marah ketika saya harus dikorbankan Guru saya untuk di DO demi keselamatan seluruh teman sekelas saya.
    *jadi Allah Bapa menjelma menjadi manusia dan menempatkan DIRINYA menjadi Anak Allah.
    -jangan bertanya logika ketika saya merupakan AYAH juga menempatkan diri saya sebagai ANAK. saya sebagai Ayah menyuruh saya sendiri sebagai anak menyampaikan pesan namun saya tetap berada di tempat saya berada. Logikanya bisa begini, ketika kamu berdoa kepada TUHAN, Tuhan pasti mendengarkanmu, namun apakah dia tidak mendengarkan orang lain? Ketika Tuhan menyelamatkanmu dari bahaya apakah dia tidak menyelamatkan orang lain dari bahaya di tempat yang berbeda di waktu yang sama? itu menjawab bahwa Allah berada di setiap manusia tepat dihatimu dan DIALAH yang DISEBUT ALLAH ROH.
    -Ayah saya lebih baik mengorbankan dirinya daripada mengorbankan saya Anaknya(itu yang membuat Abraham sangat dikasihi Allah Bapa karena dia rela mengorbankan anaknya). Jadi Pengorbanan Ayah dan Anak (ALLAH itu sendiri) itu yang dapat menggantikan hukuman dari seluruh dosa manusia. Apakah ada pengorbanan lain yang lebih tinggi dari itu menurut saudara?
    Dasar Alkitabiahnya atau yang lain bisa anda googling atau malah baca Alkitab bahwa yang dapat menghapus DOSA seluruh Umat manusia adalah Allah Sendiri.

    Allah yang menjelma sebagai manusia adalah 100% manusia, dan 100% Allah.
    kenapa harus 100% manusia? karen Dia menggantikan hukuman dari 100% manusia. Dia telah merasakan sakit dunia 100%.
    Kenapa harus mati, karena upah dosa adalah maut, dan Dia menggatikan hukuman itu. Dia telah merasakan kuasa kegelapan maut.
    Kenapa berkata Allah Allah mengapa Engkau meninggalkankan-Ku?
    saya malah sempat berpikir kenapa Ayat tersebut atau ayat yang bertentangan yang lain (menurut saudara) tetap dipertahankan bila Alkitab tidak asli atau sudah direkasaya?
    Selain untuk menggenapi yang nubuat tertulis(Mazmur 22:1), kita harus mengetahui maksud perkataan itu adalah agar kita tetap berdoa dan meminta kepada Allah walaupun maut sudah menjelang. Menurut logikamu mengapa dia yang mampu menghidupkan orang mati tidak menghadang dirinya ketika akan disalib,
    Dia memiliki kekuatan namun terima terhadap JALANNYA.
    karena Dia adalah Jalan Kebenaran dan Hidup, Dia harus menunjukkan jalan kebenaran dan hidup itu.
    karena Dia Raja dari segala Raja, Dia Guru, Dia Gembala yang baik dan kita dombanya, Dia penyelamat, Dia yang disebut Anak Allah yang merupakan jalan satu-satunya menuju Allah, karena Dia adalah Jalan Kebenaran dan Hidup yaitu Allah Sendiri.🙂
    Note. Ada agama/aliran kepercayaan namanya SAKSI YAHWE yang berpendapat sama dengan saudara yang beragama Muslim mengenai Yesus Kristus, mungkin kalian dapat bertukar pendapat. Apakah bedanya ajaran Islam dan Yahudi mengenai haram, puasa, membalaskan perbuatan orang lain, tata ibadah dan hidup yang sangat suci, riba dan pandangan terhadap agama diluar agama mereka?

  2. Diva Ardie berkata:

    YG PALING BAGUS ITU NANYAK SAJA SAMA ORG KRISTEN TTG TRITUNGGAL. 3.5 MILYARD UMAT KRISTEN SDH PASTI TDK SEBODOH UMAT ISLAM. QS 10 : 94. ALLOH NYURUH MUHAMAD NANYAK SAMA ORG KRISTEN KALO ADA YG DIA RAGUKAN. MENGAPA ANDA2 INI SOK LEBIH TAU DARI MUHAMAD ? TRITUNGGAL ITULAH YG MEMBERI KEPASTIAN KESELAMATAN BAGI UMAT KRISTEN. TUHAN YG ESA SAJA KAN NGGAK BISA MENJAMIN KESELAMATAN

    • kenshin berkata:

      Tritunggal itu bukan ajaran Yesus…! tapi hasil konsili di nekea tahun 325 M…bung diva ardie…! sedangkan ayat 1 Yohanes 5 : 7 – 8 semua pakar alkitab mengakui itu adalah ayat palsu. karena ayat tersebut tidak ditemukan pada alkitab cetakan lama. coba kamu buka perjanjian lama dan baru kamu tidak akan menemukan konsep trinitas itu. dan Yesus juga tidak pernah mengaku sebagai tuhan.

      Kalau kita mengikuti trinitas jadi nyata bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi.
      oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa ajaran Trinitas, bukanlah bersifat Monotheisme atau meng-Esakan Tuhan melainkan lebih condong kepada paham Polytheisme (sistem kepercayaan banyak Tuhan).
      Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.
      Kita dapati dari kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru (khususnya 4 Injil) sampai kepada kitab suci umat Islam yaitu al-Qur’an, tidak didapati konsep pluralitas ketuhanan sebagaimana yang ada pada dunia Kristen itu sendiri.
      Pada masanya, Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga, demikian pula dengan Abraham, Daud, Musa, dan nabi-nabi sebelum mereka sampai pada Jesus sendiri juga tidak pernah mengajarkan asas ke-Tritunggalan Tuhan, apalagi dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

      dibawah ini saya lampirkan tulisan saya, silahkan anda baca;

      KONSEP TRINITAS TIDAK MASUK AKAL
      KARENA BUKAN AJARAN YESUS

      Ajaran yang paling pokok didalam agama kristen adalah konsep Trinitas, Allah Bapa, Allah Anak (Yesus) dan Roh Kudus. Tiga didalam satu atau satu didalam tiga ?, sampai kapanpun konsep yang dijadikan doktrin didalam agama kristen ini tidak akan pernah bisa diselesaikan, dan itu diakui oleh kalangan gereja atau ilmuwan kristen sendiri, seperti ;
      Alban Douglas, mengatakan didalam bukunya “Inti Ajaran Alkitab” pada hal 19 – 20, sebagai berikut; “Barangsiapa untuk mengerti Tritunggal secara tuntas dengan daya akal manusiawi, akan menjadi tidak waras. Tetapi barangsiapa menyangkal Tritunggal, akan kehilangan jiwanya”.
      Bernhard Lohse, mengatakan didalam bukunya “Pengantar Sejarah Dogma Kristen” hal 47, sebagai berikut; “Dalam acuan terhadap masa-masa permulaan dari ajaran Trinitas, kita tetap menemukan ketidak pastian. Dalam bidang ini suatu penjelasan yang tuntas belum dicapai. Sejauh menyangkut perjanjian Baru, kita tidak menemukan didalamnya suatu ajaran yang aktual tentang Trinitas”.
      Dr. G.C. Van Niftrik, mengatakan didalam bukunya “Dogmatika Masa Kini” hal 418, sebagai berikut; “Didalam Alkitab tidak ditemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata “Tritunggal” ataupun suatu ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut”.
      Dr. R. Soedarmo, mengatakan didalam bukunya “Ikhtisar Dogmatika” hal 114, sebagai berikut; “Agama Islam bercorak rasionalistis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, Trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti”.
      Benar apa yang dikatakan oleh ilmuwan gereja, konsep atau dogma Trinitas sampai kapanpun tidak akan pernah bisa dimengerti oleh orang yang waras. Sebab, konsep Trinitas tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Konsep Trinitas muncul setelah diadakan musyawarah atau konsili Nicea pada tahun 325 M, oleh Kaisar Konstantine, yang melahirkan rumusan Tuhan anak dan Tuhan Bapak, dan akhirnya ditambah dengan Roh Kudus, lengkaplah sudah konsep “Tritunggal” hasil rumusan manusia didalam mengangkat atau memilih Tuhan !.
      Mungkin, kalau anda merasa sehat akal dan fikiran, anda akan bertanya; “apakah benar Tuhan diangkat oleh hasil musyawarah manusia ?”, ini sebuah kenyataan !. Ajaran tentang Trinitas memang tidak pernah diajarkan oleh Yesus, oleh karena itu satu ayat pun yang dapat dijadikan acuan atau konsep Trinitas tidak pernah ada didalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kalangan Gereja biasanya selalu menjadikan ayat I Yohanes 5: 7 – 8, sebagai ayat yang menjelaskan konsep tentang Trinitas, bunyinya sebagai berikut;
      “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [didalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian dibumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu” (I Yohanes 5: 7 – 8).
      Ayat I Yohanes 5: 7 – 8, pada kalimat yang diberi tanda kurung adalah kalimat palsu atau tambahan. Pada “Kitab Suci Perjanjian Baru” dicetak oleh “Arnoldus Ende” tahun 1983/1984, I Yohanes 5: 7 – 8, pada catatan kaki dijelaskan sebagai berikut; “Bagian kalimat antara kurung itu pasti tidak asli” (lihat lampiran 1). Sebuah pengakuan yang sangat jujur, kalau sudah tahu palsu kenapa masih diyakini?.
      Dan tentang I Yohanes 5: 7 – 8, lebih dipertegas lagi oleh “Kitab Suci Perjanjian Baru” Penerbit: nusa indah, dicetak ; “Alnoldus Ende” tahun 1994. Pada catatan kaki dijelaskan sebagai berikut; “ay 7 – 8 didalam sorga…….dibumi. Bagian ayat ini tidak terdapat dalam naskah-naskah Yunani yang paling tua dan tidak pula dalam terjemahan-terjemahan kuno bahkan tidak dalam naskah-naskah paling baik dari Vulgata. Bagian ini kiranya aslinya sebuah catatan dipinggir halaman salah satu naskah terjemahan Latin yang kemudian disisipkan kedalam naskah-naskah oleh penyalin dan akhirnya bahkan disisipkan kedalam beberapa naskah Yunani. Karenanya bagian ini pasti tidak asli.(lihat lampiran 2). Ini pengakuan yang lebih jujur lagi, dan itu harus dihargai. Tetapi, yang membuat kita menjadi heran, kenapa sudah tahu bahwa ayat I Yohanes 5: 7 – 8 hanyalah sebuah ayat sisipan alias palsu, tetapi masih juga dijadikan sandaran atau konsep Trinitas. Padahal, bagi yang menambah atau mengurangi ayat-ayat dalam Alkitab akan mendapat celaka, bahkan akan dicabut dari pohon kehidupan, lihat kitab Wahyu 22: 18 – 19.
      “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis didalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis didalam kitab ini”
      Karena sebab itulah, saudara-saudara kita yang tadinya beragama kristen, akhirnya meninggalkan agamanya dan beralih menjadi pemeluk agama Islam. Kesadaran mereka tumbuh setelah mereka lebih mendalami lagi kitab sucinya, dan mereka tidak menutup sebelah mata atas keritikan dari ayat-ayat yang terdapat didalam Al-Qur’an, bahkan mereka memberanikan diri untuk mempelajari Al-Qur’an yang akhirnya mereka mendapatkan petunjuk, dan kebenaran. Dan itu, memerlukan hati yang bersih, jujur dan ikhlas. Bukan seperti kelompok Dr. Suradi, Nurdin, Yusup Roni, Robert Walean, dan lain-lain, yang kemampuan mereka hanya memutar balikkan fakta. Untuk mencari dukungan agar agama mereka dapat diterima dikalangan umat Islam, mereka gunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits nabi yang sudah mereka putar balikkan makna dan pengertiannya. Ya begitulah kalau agama miskin dari keasliannya, sehingga memerlukan dukungan dari kitab agama lain (Al-Qur’an) yang katanya mereka tidak percayai, bahkan kata mereka Al-Qur’an itu tidak asli dan bukan wahyu Allah, tetapi ironisnya ayat-ayat Al-Qur’an itu mereka pakai untuk dijadikan sandaran bagi kepentingan misi mereka, ini benar-benar lucu, wong tidak diakui dan tidak dipercayai, tapi dipakai juga untuk membantu penyebaran misi mereka, itukan namanya penipu alias licik…!.
      Ada satu lagi ayat didalam Alkitab yang mereka jadikan acuan atau rujukan tentang Trinitas, walaupun sebenarnya ayat yang terdapat didalam Matius 28: 19 ini tidak ada kaitannya dengan masalah Trinitas, ya apa boleh buat agar dogma dapat diterima dan orang percaya, mau apalagi terpaksalah dipakai juga sebagai rujukan. Silahkan baca Injil Matius 28: 19, sebagai berikut:
      “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”.
      Perlu diketahui oleh pembaca, bahwa Injil Matius pasal 28 ini muncul setelah Yesus wafat. Dan ketika Yesus bangkit dari kuburnya, maka munculah ayat-ayat seperti yang tercantum pada Matius 28. Jadi sebenarnya cerita ini fiktif, apalagi yang mengabarkannya adalah seorang wanita yang bernama Maria Magdalena yang pernah gila karena kerasukan 7 ekor setan, mungkinkah cerita pada Matius pasal 28 ini bisa dibenarkan. Sebenarnya, kalau mau jujur Injil Matius 28 itu sudah ditutup oleh ayat 15, berarti Matius 28 ayat 16 – 20 adalah sisipan, lihat Matius 28: 15, sebagai berikut;
      “Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar diantara orang Yahudi sampai sekarang ini” (Matius 28: 15).
      Jadi kalau begitu, Matius 28: 16 – 20 adalah ayat-ayat sisipan atau palsu ?, ya !. Karena perintah untuk menyebarkan Injil keseluruh bangsa adalah bertentangan dengan ajaran Yesus yang sebenarnya, karena Yesus hanya untuk bangsa Israel, perhatikan ayat berikut ini Matius 10: 5 – 6.
      “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus, dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang kejalan bangsa lain atau masuk kedalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (baca lagi: Matius 2: 6, 15: 24/Kisah Para Rasul 16: 6/Yohanes 17: 9).
      Perlu diketahui oleh pembaca sekalian bahwa yang lebih akurat adalah Matius 10: 5 – 6, karena diucapkan oleh Yesus pada saat ia masih hidup, dan disaksikan oleh ke 12 muridnya yang sehat akal dan fikirannya. Kalau begitu, memang Yesus tidak pernah mengajarkan Trinitas, sebab dogma Trinitas adalah ajaran hasil musyawarah yang dilakukan oleh kelompok pengikut gereja Paulus, dan itu merupakan ajaran sesat. Benarlah kata Allah dalam Al-Qur’an:
      “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” padahal sekali-sekali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpah siksaan yang pedih” (QS. Al-Maaidah: 73).
      Inilah alasan pertama, kenapa kita menolak ajaran atau konsep Trinitas, karena konsep Trinitas itu bukanlah ajaran dari Yesus. Semua ayat (I Yohanes 5: 7 – 8, dan Matius 28: 19) yang menyatakan tentang konsep Trinitas ternyata kedua ayat itu adalah sisipan alias palsu.

  3. pengabdi berkata:

    @sakit kepala, islam tidak melegalkan perang seperti yang kamu ketahui,islam agama yang damai,,cerita perang di dalam ajaran islam,ketika orang-orang kafir memulai lebih dulu dengan pertama: membantai/mencelakai umat muslim di bawah kepemimpinan kristen, kedua : ketika pajak beribadah dinaikkan untuk umat muslim di daratan kristen oleh pimpinan kristen, dan yang ketiga: ketika umat kristen tidak henti-henti memprovokasi sesama muslim bahkan menghina umat muslim,,,,so,berikut itu adalah alasan mengapa umat muslim berperang dengan umat kristen (baca-baca ko juga sejarah perang salib, sampai pada mundurnya lion heart dari perang di yerusalem, dan jangan lupa cari tau tentang rencana besar para pendeta-pendeta kristen eropa tentang rencana untuk memecahkan para kaum muslim,,,agar tidak setengah2 ko pahami tentang perang di ajaran kaum muslim),
    @diva ardi, http://answeringkristen.wordpress.com/penjelasan-q-s-yunus-10-94/
    “Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan, tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah, kepada orang-orang yang membaca kitab, sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu, dari Rabb-mu, sebab itu, janganlah sekali-kali, kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.” – (QS.10:94)
    kalau membaca kitab suci itu jgn setengah2 bro,,maksud dari ayat diatas,sekedar peringatan Allah kepada Nabi Muhammad bahwa apa yang diturunkan kepadanya itu bukan hal yang diragu-ragukan kebenarannya untuk yang kemudian ia (Nabi Muhammad) menyampaikan kepada seluruh umat di dunia,,ok,kita ambil kalimat “maka tanyakanlah,kepada orang-orang yang membaca kitab, sebelum kamu”…,jika memang maksudnya adalah pembaca kitab taurat dan injil,bisa jadi benar,,tapi asal kau tau bro, kitab taurat dan injil disini yang dimaksudkan adalah kitab yang tanpa mengalami perubahan (no perjanjian lama atau baru),,injil dan taurat original..asli ajaran para Rasul yang di wahyukan kepadanya. (coba cari tau berapa lama injil di edarkan di umat manusia setelah pengangkatan Nabi Isa oleh Allah SWT ke syurga.,,dan jangan lupa cari alasan mengapa harus ada perubahan dalam kitab injil “lama dan baru”,,bukannya hal ini akan membukakan ruang lebar untuk berkesempatan merubah ajaran Nabi isa (Almasih) oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab).

  4. bejo berkata:

    bagaimana kita akan benar kalau kitab yang dijadikan pedoman sudah tidak benar karena telah dirubah oleh tangan tangan jahat para pendeta pendeta demi kepentingan pribadinya.

  5. Dady berkata:

    Assalamualaikum saudara muslimku.
    1.konsep trinitas buat kepala puyeng, mati matian memutar mutar kata dan mencari perumpamaan agar tiga bisa diterima jadi satu, bagaimana bisa memahami isinya jka konsepnya aja biki puyeng.
    2. banyak sekali dalam injil revisian ayat yang bertentangan,bagaimana bisa disebut kitab suci jika isinya berseberangan,pasti itu kitab sudah revisi mister paul yang diselipi logika untuk menunggalkan trinitas.
    3.banyak perilaku yang tak sesuai kitab, di kitab babi haram, mengapa masih dimakan, tidak ada penebusan dosa karena setiap anak adam menanggungnya masing2, baca lagi kitab injil, nabi isa pun dikhitan pada usia 8 hari, kenapa para nasoroh mengingkarinya. dll….banyak lagi.
    4. trendnya..para mualaf adalah anak2 pastor atau yang sekolah teologi, yang tahu betul bagaimana nasrani jaman sekarang, bandingkan dengan para murtadin yang biasanya adalah mereka yang dibeli dengan harta atau wanita, bukan pengetahuan.
    5. misionaris menggunakan alquran dikombinasi injil untk menipu muslim, karena sadar kitab revisian mereka cacat.
    6. masih banyak lagi saudaraku, yang jelas sampai kiamat tetap ada golongan seperti mereka, yang akan mengalami beratnya hari kiamat. itu sudah fitrah.
    wassalamualaikum saudara muslimku

  6. kenshin berkata:

    buat semua kawan2 islam,terutama kristen;
    yang pertama adalah , orang kristen bukan orang nasrani…! al-Qur’an selalu menyebut umat nasrani, bukan umat kristen.
    kedua; umat kristen bukan umatnya nabi Isa (Yesus) tapi adalah pengikutnya Paulus. Karena Yesus tidak pernah mendirikan agama kristen, Yesus tidak pernah mendengar atau menyebut2 kata2 kristen, Yesus tidak pernah menamakan atau menyebut pengikutnya atau murid2nya adalah orang KRISTEN…!!!

    KRISTEN adalah agama yg dibuat oleh Paulus waktu di antokia, dan murid2 yang diajar oleh Paulus tdk pernah kenal dgn Yesus Jadi murid2 Paulus adalah pengikut ajaran Paulus sampai sekarang ini.

    ketiga; ahli kitab yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah ahli kitab yang masih berpegang pada kitab yg diturunkan kepada Isa (Yesus), dan bukan pakar alkitab yg berpegang pada perjanjian lama dan perjanjian baru. Krn injil yg ada sekarang ini tidak ditulis pada masa Yesus masih ada, tapi ditulis oleh orang yg tidak pernah ketemu dgn Yesus, bahkan penulisan injil yg paling awal adalah thn 85 M. Injil yg ada sekarang ini kalau kita ukur pakai ilmu mustholah hadits, maka injil yg ada sekarang ini setara dgn hadits PALSU…!

    jadi kita harus bisa memberibatasan, bahwa yang ada sekarang ini umat kristen yang berpegang pada alkitab yd ditulis oleh orang2 yg tidak pernah berjumpa dgn Yesus maupun murid2nya. bahkan dalam alkitab sekarang ini dominan isinya adalah tulisan Paulus.

    alkitab yg ada sekarang ini bercampur baur antara tulisan orang2 yg tdk pernah berjumpa dgn yesus, ada juga sabda yesus, ada juga firman Allah. Tetapi, menurut hasil keputusan seminar yg diadakan oleh para sarjana alkitab sedunia, bahwa ucapan Yesus dalam injil hanyalah 18 % saja. yg lainnya hanyalah perkataan orang2 yg tdk dikenal.

    Jadi sangat jelas orang2 kristen sekarang ini adalah orang2 KAFIR menurut Al-Qur’an, karena mereka menyembah Yesus sebagai Tuhan, dan menganggap Yesus satu diantara tiga tuhan.

    Jadi sebagai umat Islam yang bertuhankan kepada ALLAH Tuhan Maha Esa, Maha Tunggal, Maha Kuasa, Maha Sempurnah, Maha Ghaib, Maha Hebat, Maha Dasyat, Maha Kuat, dan Maha Suci. Kita tidak perlu menganggap bahwa agama kita sama dgn agama kristen, karena agama kristen agama ajaran Paulus. Kalau mau berdebat sebaiknya kita ajak ketemu dalam satu porum resmi, dgn sangsi dan aturan2 yg kita sepakati bersama.

  7. AERROPLUS berkata:

    Thead ini bikin panas kaum kristen.
    Kristen ga pantas menggunakan kata “Allah” karna nabi muhammad lah yg kali pertama yang mengucapkan Allah.
    Berbagai cara kaum kristen mencoba ngelabui umat islam seperti bunglon.
    Janganlah kristen merubah kata tuhan dgn Allah, bagi kami muslim lafal Allah adalah suci. Jangan kalian kotori dgn tambahan bapa, anak dan roh kudus.

  8. djoened berkata:

    mari melihat dengan kacamata yang jernih. umat kristen adalah umat yang percaya kepada Allah yang Esa………. siapakah Allah yang Esa itu??? Allah yang Esa itu adalah Pencipta alam semesta, Ia kekal, tak berkesudahan. Ia ada dengan sendirinya, Ia adalah satu-satunya ilah. Ia adalah sumber segala sesuatu,,, nah dari kalimat inilah Allah itu disebut sebagai Bapa, karena Ia adalah sumber segala sesuatu…….bagaimana hubungannya dengan Yesus dan Roh Kudus????? apakah orang Kristen punya 3 Allah???????? T I D A K !!!! Allah orang Kristen adalah Esa, Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakkan secara biologis. Alkitab menerangkan dengan sangat akurat, jadi sumber untuk menjawab semua ini adalah alkitab….. siapakah Yesus itu??? alkitab memberitahu bahwa Firman Allah yang berada di dalam diri Allah, tidak terpisahkan, yang satu dengan Allah dalam Dzat-Nya yang Esa, sehakikat dengan Allah itu keluar dari Allah dan turun kebumi menjadi manusia yang sejati…. Ingat bukan Allah yang turun kebumi, melainkan Firman-Nya yang kekal itulah yang menjadi manusia, jadi Firman dan Allah itu sehakikat, yakni sama-sama ilahi dan kekal, karena Firman itu keluar dari Allah. nah dalam keadaannya sebagai manusia Ia telah mati dan bangkit. Kebangkitan-Nya menandaskan kemenangan atas iblis dan maut, maka Allah mengaruniakan kepada-Nya kedudukan yang sangat tinggi, yakni menjadi penguasa disurga dan dibumi, Ia disebut sebagai Penguasa alam semesta = Gusti atau Tuan atau Sayidina. lalu bagaimana dengan Roh Kudus??? Roh Kudus adalah Hayat Allah yang berada di dalam diri Allah sejak kekal, Roh Kudus bukan Firman Allah, tapi sama-sama sehakikat dengan Allah karena berada di dalam diri Allah sejak kekal, tidak terpisahkan, satu dengan Allah dalam Dzat-nya yang Esa. Ia keluar dari Allah dan turun mendiami semua orang yang percaya kepada Yesus. Itulah Tritunggal yang kekal, bukan 3 Allah, melainkan satu Allah yang Esa yang di dalam diri-Nya berdiam secara kekal Firman dan Roh-nya, tidak terpisah. GBU

  9. heri sarwono berkata:

    Apakah artinya sabda?
    Sabda adalah suara,firman,bahasa, suara,dll.
    Yang berarti bahwa bahasa yang berisi perintah, larangan atau petunjuk.
    Bahasa atau firman tersebut manusia tidak mudah untuk menyempurnakan. Dengan bahasa tersebut manusia lebih baik dari pada hewan karena manusia mempunyai akal pikiran dan budi pakarti tetapi dari bahasa tersebut manusia dapat diukur berapa dalamnya akal pikirannya serta budi bahasanya.
    Apakah sudah cukup dengan pengertian akal pikiran manusia?
    Untuk dirinya sendiri sudah cukup, tetapi untuk hidup bermasyarakat tidak cukup kalau pengertian kita untuk diri sendiri itu belum ada gunanya dan manfaatnya bagi diri sendiri dan masyarakat.
    Dengan berkata –kata saling tukar pikiran pengertian akal pikiran baru dapat bermanfaat menambah pengertiannya.
    Jadi bahasa lisan yang menunjukkan kepada orang lain menurut akal pikiran yang sudah diolah dengan akal budinya.
    Bahasa lisan tersebut lebih berguna lagi bagi manusia bila manusia mencari petunjuk yang benar yang mengarah pada kesempurnaan hidup.
    Maka bahasa merupakan sarat mutlak bagi kesempurnaan hidup. Mustahil pengertian bab agama bisa masuk kedalam hati tanpa menggunakan bahasa.
    Petunjuk agama menjadi ujung tombak akal pikiran tata krama serta kebudayaan manusia yang dapat menaikkan derajat kemanusiannya
    Berhubungan dengan menaikkan derajad manusia maka sabda berarti : Sabda Tuhan yang menjadikan seluruh alam semesta dan seisinya dengan hukum abadi agar tertib dengan kebijaksanaan Tuhan.
    LOGOS yang berarti Kalamullah ( Sabda Perkataan Tuhan) Di dalam perjanjian lama disebutkan terjadinya alam semesta dan seisinya dengan kebijaksanaan Logos yakni Sabda Allah Yang Maha Kuasa
    Di dalam Al Qur’an disebutkan:
    makna kun (jadilah) fayakun (maka jadilah ia) bahwa pada hakikatnya apa sih makna huruf ini? Al-Qur’an menyatakan, “Innama amruhu idza arada syaian an yaqula lahu kun fayakun.” (Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah ia,” Qs. Yasin [36]:82).

    Di dalam Perjanjian Baru, kata logos dipakai dengan pengertian pesan Injil Kristen tentang Firman kehidupan (Fil 2:12) Firman kebenaran (Ef 1:13) kabar keselamatan (Kis 13:26), berita perdamaian (2 Kor 5:19) dan pemberitaan tentang salib (IKorint 1:18), dalam bahasa Yunani semuanya disebut logos.Logos ialah amanat dari pihak Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus, yang wajib diberitakan dan taati.
    Dalam injil yohanes 1 (1-3)
    1.Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Sabda sudah ada. Sabda ada bersama Allah dan Sabda sama dengan Allah.
    2 Sejak semula Ia bersama Allah.
    3 Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.

    Injil Yohanes (Yohanes 1:1) mengatakan bahwa sabda adalah pre-eksistensi, yakni sudah ada (= existere) dalam bahasa Latin sebelum (=prae) sebelum dunia diciptakan. Dengan perantaraan Sabda semuanya diciptakan, maka sabda tidak diciptakan. Logos/sabda tidak diciptakan dari ketiadaan, melainkan dilahirkan sejak kekal dari hakikat (=ousia: Yun) ilahi maka ia sehakikat (=homo ousios) dengan Bapa.
    Untuk kepercayaan agama Kristen umumnya masih menganggap bahwa Yesus adalah sang sabda yang turun didunia sehingga disebut Yesus Kristus, Anak Allah keyakinan tersebut saya tidak akan merubahnya.tetapi pada hakekatnya yang di sebut Putra Allah itu adalah sang Kristus bukan pribadinya Yesus melainkan Kristus-nya.
    Hal ini sesuai dengan Tasawuf Islam bab Keadaan Nur Muhammad yang disebut juga Nur- Datullah tetapi berbeda dengan kehidupan Nabi Muhammad .walaupun menjadi satu dengan Nabi Muhammad .dengan demikian harus ada pemisahan antara badan jasmani dengan rohaninya.
    “Wahai Rasulullah, mohon dijelaskan apa yang diciptakan Allah sebelum semua makhluk diciptakan?”
    Rasul menjawab, “Sebelum Allah menciptakan yang lain, terlebih dahulu Ia menciptakan Nur Muhammad. Waktu itu belum ada lauh al-mahfuz, pena (qalam), neraka, malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, bintang, jin, dan manusia.
    Ringkasnya terjadinya Nur Muhammad menunjukkan terjadinya anasir dan hidup yang menghidupi yaitu terjadinya alam semesta seisinya.
    Kalau manusia dapat membedakan antara jiwa dan raga, Pribadi Nabi Muhammad dengan Nur-Muhammad , pribadi Yesus dengan Kristusnya sepertinya tidak berbeda dengan Ilmu Tauhid Bahwa Allah Yang Maha Esa.
    Artinya tanpa Nur –Muhammad atau tanpa Kristus yaitu sifat kasih Allah tidak akan ada kehidupan karena Dia adalah sumbernya hidup atau samudra kehidupan. Yang menghidupi semua wujud kehidupan ini. Apalagi bagi manusia bahwa beliau (Nur Muhammad =Kristus)adalah yang sebenar-benarnya yang menghidupi dan juga sebagai penuntun dan gurunya manusia yang sejati yang sudah berada didalam hati sanubarinya yang sejati.

  10. Parlin berkata:

    Alkitab sangat banyak berbicara tentang roh dan Roh Allah tetapi umat Islam menggantinya dengan roh (ciptaan) Allah.

    QS 17:85.
    Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku , dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit “.

    1 Korintus 2:14 (TB)
    Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah , karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan ; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

    QS 4:171.
    … Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat -Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-nya.

    Apakah umat Islam menganggap nabi Isa tri in one yaitu: utusan Allah + kalimat-Nya + roh Dari-nya?

    Kami umat Kristen sangat maklum jika umat Islam tidak mungkin memahami trinitas karena sudah diberitau oleh Alquran dan Alkitab pada ayat yang saya kutip diatas karena Muhammad sendiri tidak tahu tentang roh.

    Walaupun ada beberapa ayat dalam Alquran tentang Theophany mereka tidak menyadarinya dan tidak mengerti sehingga mereka sangat sulit mengerti theology Alkitab dan membuat mereka bingung dan memberikan pertanyaan yang aneh menurut umat Kristen. Itu sebabnya mengapa mereka menyamakan Roh Allah dan Roh Kudus sebagai Jibril. Dan mereka merasa malu mengikuti perintah Alquran dibawah ini:

    QS 10:94.
    Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu.

  11. Ziida Burika berkata:

    [10:94] Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
    Kog ndak diterusin sampai habis PARLIN, sesungguhnya telah datang kebenaran dari tuhanMu, Tuhan Nabi Muhamad adalah Maha Pencipta, Parlin dan lebih ketaurat, karena apa dalam alquran sendiri sudah menyangkal Trinitas.
    [5:72] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
    [5:73] Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
    Jadi Konsep Ketuhanan Anda/Paulus, sudah diperingatkan!, jadi buat apa mengikutiNya…, Semua Nabi nabi mengajarkan tentang Kesaan Allah, Maha Pencipta tidak mempunyai visual/gambaran Nyata, tapi kita wajib mengimani KemahaanNya, Dari nabi Adam Sampai Nabi Isa/Yesus semua mengajarkan Kesaan Allah yang tidak ada visual, Yesus dianggap Tuhan, Krisna dianggap Tuhan, Sidarta Gautama dianggap Tuhan, Firaun dianggap Tuhan semuaNya semua Nabi gagal mengajarkan Tauhid pada pengikutNya, barulah pada Jamannya Nabi Muhammad pengikut/umatNya berhasil memahami Tauhid, dan Maha pencipta tanpa Visual Manusia, itulah sebabnya nabi Muhammad diridhoi sebagai nabi terakhir, karena berhasil meyakinkan pengikutnya menyembah Maha Pencipta Yang Esa tanpa menggambaran Manusia atau Visual, Jika gagal mungkin akan ada lagi Nabi untuk memahami Maha Pencipta yang sesungguhnya yang Esa tanpa penggambaran, Semua Nabi mengajarkan Tauhid dan Konsep Ketuhanan yang tanpa Visual/Gambar, termasuk nabi Isa/Yesus, tapi Mr. Paulus telah memerkosa ajaran Tauhid menjadi Menuhankan Yesus sebagai Jelmaan Maha Pencipta, Coba anda pikir jikalau Penjelmaan sebagai konsep Ketuhanan Nabi Adam pasti sudah yang pertama menjadi Tuhan, dan mengapa begitu banyak Penjelmaan lainnya selain Yesus, ada Krisna , Sidarta gautama, firaun, dewa2, mau ada berapa banyak penggambaran Maha Pencipta kalau begitu ? Tapi Nabi Muhammad yang berhasil meyakini Wajah asli maha Pencipta dan umatnya, Esa, Penuh Kemahaan, Absolut, tanpa visual atau gambar untuk menyembahnya. Bukankah Visual seperti yang dapat menyatukan Umat Manusia Esa tidak bergambar seperti Yesus, Krisna, firaun, yang terbelah2. Yang Esa, Tanpa Visual dan penggambaran cukup sudah kita meyakini KemahaaNya..?

  12. dimas berkata:

    sungguh perdebatan yang lama dan sengit,,, jika misi dari masing-masing agama adalah mensejahterakan umat manusia,, mengapa harus banyak berdebat dan saling menyalahkan? apakah tidak ada hal yang lebih bermanfaat dari pada ini?,,, saya rasa setiap agama mengajarkan hal-hal yang baik,, Toh kita tahu cerita agama berdasarkan sejarah dan kita juga tidak tahu kejadian secara persisnya atau awal mulanya dari umat-umat terdahulu.

  13. anadzat berkata:

    ” MAKA HADAPKANLAH WAJAHMU DENGAN LURUS KEPADA AGAMA FITRAH ALLAH YANG TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA MENURUT FITRAH ITU. TIDAK ADA PERUBAHAN PADA FITRAH ALLAH AGAMA YANG LURUS. TETAPI KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK MENGETAHUI ”
    (QS.AR RUUM 30:30). SALAM HORMAT.!!!

  14. anadzat berkata:

    PENGAKUAN ISLAM BERLANDASKAN KALIMAT ” LA ILAHA ILLALLAH ” ADALAH KALIMAT TAUHIDUL DZAT MAHASUCI YANG TIDAK BERBENTUK SEPERTI MAKHLUK ATAU MANUSIA ATAU PUN PATUNG BERHALA YANG MEREKA SEKUTUKAN._/\_” MUHAMADAR RASULALLAH ” ADALAH KALIMAT SIFAT YANG TERPUJI., UTUSAN ALLAH (DZAT YANG MAHASUCI) YANG PERLU MANUSIA AMALKAN. ALLAHUMMA SALLI A’LA MUHAMMAD………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s