Ironi Kristen yang Semakin Ditinggalkan Pemeluknya


(Sebuah catatan tambahan tentang Islam yang telah menjadi agama terbesar di muka bumi, agama dengan pertumbuhan pemeluk  tertinggi di dunia  setiap tahunnya.)

ADALAH sangat wajar jika Kristen memang semakin ditinggalkan pemeluknya. Bahkan bukan sekadar wajar, tapi sudah menjadi sesuatu yang WAJIB bagi pemeluknya untuk hijrah ke Islam.

Dan sepanjang lahirnya agama Kristen, memang tidak satu pun kisah atau sejarah yang menyertainya tersirat sebuah kebenaran selain hanya sekadar kepercayaan buta warisan leluhur mereka yang sarat dengan indoktrinasi dan sugesti berpadu halusinasi yang kemudian diklaim sebagai sebuah kebenaran (yang dianggap benar!).

Dengan penegasan, TIDAK ADA KEBENARAN DALAM AJARAN KRISTEN . Yang ada adalah sebuah penafsiran yang sangat dipaksa, agar sesuai dengan keinginan hati mereka, maka itulah kebenaran menurut versi (sesat) mereka.

Kita flashback ke zaman diutusnya Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai nabi untuk semuat umat.  Bahwa sebelum datangnya Islam di tanah Arab, agama yang mendominasi pada waktu itu cuma dua yaitu, Yahudi dan Nasrani.

Tentunya sepanjang beliau berdakwah dan menyiarkan ajaran tauhid para nabi, kerap “bersenggolan” dengan pemeluk-pemeluk agama yang sudah ada pada waktu itu (Yahudi-Nasrani).

Dari sini saja kita sudah bisa memahami dengan logika sehat, bahwa—andai saja orang-orang Yahudi dan Nasrani (yang menyimpang dari ajaran nabi Musa dan Isa) itu memliki sebuah kebenaran untuk menolak kenabian Muhammad, maka sudah pasti ajaran Islam hanya akan tinggal cerita saja. Dakwah seorang Muhammad akan terhenti pada masa itu saja dan pemeluknya tidak akan pernah bertambah dan bertambah seperti saat ini dan hingga akhir zaman nanti. Syiar Islam akan selalu mengalami kegagalan demi kegagalan dikarenakan Tuhan sejati tidak berpihak kepada mereka.

Namun kenyataannya tidak, orang-orang Yahudi dan Nasrani baik dari rahib-rahibnya maupun orang biasanya  justru banyak yang akhirnya memeluk Islam karena persaksian mereka dalam mencermati dakwah-dakwah beliau dan orang-orang muslim yang mengikuti beliau.

Bahkan dalam sebuah riwayat, —mereka (delegasi Kristen Najran) ditantang oleh nabi Muhammad untuk bermubahalah (adu laknat).— Yakni laknat Allah ditimpakan kepada siapa saja yang berdusta tentang sosok nabi Isa (Yesus).

Mereka sesumbar mengetahui banyak tentang figur nabi Isa yang dianggap sebagai Tuhan atau anak Tuhan, maka Allah membantahnya dengan menurunkan surah Ali-Imran ayat  61 kepada beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam yang intisari isinya agar melakukan adu laknat siapa yang benar dan salah dalam menyampaikan informasi tentang nabi Isa maka Tuhan akan menimpakan hukuman kepada mereka yang berkata dusta.

Namun mereka tidak berani karena takut hal tersebut akan terjadi mengingat apa yang dikatakan beliau, selalu dan pasti terjadi,—dan itu tidak mereka inginkan (Sirah Ibnu Hisyam 1: 553-554) . Dan di sinilah salah satu bukti kebenaran nabi Muhammad Shallahu Alaihi wa Sallam.

Seperti yang tertera dalam kitab perjanjian lama, bahwa untuk mendeteksi perkataan seorang nabi benar atau tidak yakni apabila ucapannya selalu terbukti, maka itu menjadi isyarat dari sebuah kenabian (Ulangan 18: 22)

Seperti itulah salah satu contoh gambaran Kristen di zaman nabi. Sepanjang keberadaannya memang tidak pernah terbukti berhasil dalam mematahkan dakwah kebenaran Islam.

Mereka (Yahudi-Nasrani) hanya bisa membual dalam kepedeannya akan keyakinan yang nyata-nyata sesat dan menyesatkan, hingga menular ke anak cucunya di abad ini.

Berikut “HITAM-PUTIH” Kristen di zaman nabi dan sahabat yang terekam dalam sejarah dan tercatat diberbagai literatur-literatur Islam, di antaranya:

1. Peristiwa tahun Gajah (tahun kelahiran nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam).  Pasukan salib yang dipimpin oleh Abraha bermaksud menghancurkan Kakbah, namun Allah menggagalkannya dengan mengirimkan burung Ababil yang melontari mereka dengan batu panas sehingga siapapun yang terkena batu tersebut seperti daun yang dimakan ulat. Peristiwa itu dikabarkan Allah dalam Al Qur’an surah (Al-Fiil: 1-5).

Dari sini kita bisa membuktikan, bahwa keyakinan iman orang-orang yang menganggap Isa Al Masih (Yesus) itu Tuhan adalah sebuah keyakinan yang tidak ada petunjuk kebenaran di dalamnya. Buktinya, mereka tidak mendapat “restu” dari langit untuk menghancurkan bait Allah yang dibangun di zaman nabi Ibrahim, tapi justru mendapat hukuman atau azab yang luar biasa dari pemilik Kakbah tersebut (Allah Azza wa Jalla, Tuhannya para nabi).

Padahal  di masa itu Islam belum datang, dan tak ada satupun orang-orang Quraisy atau masyarakat Arab pada umumnya yang bisa membendung niat orang-orang salibis dalam menghancurkan Kakbah. Dan Allah yang langsung turun tangan menghadapi rencana busuk mereka dengan mengirimkan batu panas yang dibawa burung Ababil.

2. Orang-orang Kristen bertengkar dengan Yahudi di hadapan nabi saling mengklaim siapa yang berada di jalan yang benar. (QS.2:113)

Dalam suatu riwayat dikemukakan, ketika orang-orang Nashara Najran menghadap kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Datang pulalah padri-padri Yahudi. Mereka bertengkar di hadapan Rasulullah.

Berkatalah Rafi’ bin Khuzaimah (Yahudi): “Kamu tidak berada pada jalan yang benar, karena menyatakan kekufuran kepada nabi Isa dan kitab Injilnya.”

Seorang dari kaum Nashara Najran membantahnya dengan mengatakan: “Kamu pun tidak berada di atas jalan yang benar, karena menentang kenabian Musa dan kufur kepada Taurat.”

Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. 2:113) sebagai jawaban atas pertengkaran mereka.

Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.  (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

3. Mengklaim bahwa ajaran nabi Ibrahim adalah bagian dari syariat agama mereka. Oleh karena itu mereka mengajak nabi untuk mengikutinya agar mendapat petunjuk sesuai syariat nabi Ibrahim. QS.2:135)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Ibnu Shuria berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam :

“Petunjuk itu tiada lain kecuali apa yang kami anut, maka turutlah kami hai Muhammad, agar supaya tuan mendapat petunjuk.” Kaum Nashara pun berkata seperti itu juga. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (S. 2: 135) yang menegaskan bahwa agama Ibrahim adalah agama yang bersih dari perubahan yang menimbulkan syirik.   (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

4. Delegasi Kristen Habasyah yang beriman kepada ajaran yang beliau bawa pasca mendengarkan bacaan Al qur’an. (Al-Qashash: 52-55).

‘Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab sebelum Al-Qur’an, mereka beriman kepada Al-Qur’an. Dan apabila dibacakan (Al-Qur’an) kepada mereka, mereka berkata, ‘Kami beriman kepadanya, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata, ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian, kesejahteraan atas diri kalian, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil’.”

5. Mendapatkan perlindungan dari raja An-Najasyi yang berasal dari kalangan Nasrani sewaktu kaum muslimin hijrah ke Habasyah, dan akhirnya raja Najasyi masuk Islam setelah sebelumnya mendengarkan permulaan bacaan Surah Maryam yang dibacakan oleh Ja’far bin Abu Thalib. (Ibnu Hisyam 1: 295-302)

6. Pasukan Salib Romawi modar menghadapi kaum muslimin dalam perang Mut’ah. Perang yang paling menegangkan dengan jumlah pasukan yang sangat tidak seimbang dimana kaum muslimin hanya berjumlah 3000 pasukan melawan 200.000 tentara Salib Romawi.

Hal ini juga menunjukkan bahwa keyakinan orang-orang yang menganggap Yesus itu Tuhan adalah sebuah keyakinan yang tidak ada petunjuk kebenaran di dalamnya.  Terbukti, Tuhan sejati (Allah Subhana wa Ta’ala) berpihak kepada umat beliau dan  memberikan kemenangan kepada kaum muslimin yang sudah diisyaratkan sebelumnya dalam Al Qur’an  bahwa:

Jika ada di antara kalian 20 orang yang bersabar maka akan mengalahkan 200 orang.” (QS. Al Anfal: 65)

Andai saja jika ajaran Kristen itu benar, pastilah akan mengalahkan Islam yang jumlahnya sedikit dibandingkan dengan pasukan yang mereka punyai, pasukan yang terkenal pada masa itu tiada tandingannya.

Akan tetapi karena kebenaran-lah  yang menyertai kaum muslimin,  yang tidak membuat nyali mereka ciut,—bahkan dengan semangatnya panglima mereka yang ketiga, Abdullah bin Rawahah radhiallahu ‘anhu, mengatakan,

“Wahai kaum muslimin! Demi Allah, sesungguhnya apa yang kalian takutkan sungguh inilah yang kalian cari (yakni) mati syahid. Kita tidak memerangi manusia karena banyaknya bilangan dan kekuatan persenjataan, tetapi kita memerangi mereka karena agama Islam ini yang Allah muliakan kita dengannya. Bangkitlah kalian memerangi musuh karena sesungguhnya tidak lain bagi kita melainkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu menang atau mati syahid.”

7. Ditaklukkannya Konstatinopel (Ibukota Kristen Romawi Timur), kota paling kuat di dunia pada masanya. Dan inilah kota yang dijanjikan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kelak akan ditaklukkan kaum muslimin. Dan hal itu benar-benar terwujud di tangan kekhalifaan Turki, Sultan Utsmani, yang kemudian  dikenal dengan  Muhammad Al-Fatih Al-Utsman delapan ratus tahun kemudian setelah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menyabdakan haditsnya yang berbunyi:

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam pernah ditanya: “Kota manakah yang lebih dahulu akan ditaklukan, Konstantinopel atau Roma? Maka Beliau menjawab:Kota Heraklius akan ditaklukan pertama kali. (HR. Ahmad, Ad Daaraml, Al-Hakim)

Dan benar, Kota tempat raja Heraklius berdiam (Konstantinopel) akhirnya benar-benar ditaklukkan yang sekaligus membuktikan kebenaran ajaran Islam akan ridha Tuhannya dan kesalahan ajaran Kristen,—khususnya mereka-mereka yang menyatakan Yesus itu Tuhan.

Di negeri itu pula lah gereja Katedral Ayasofya berubah menjadi masjid dan menjadi tempat shalat jumat pertama kaum muslimin di kota itu. Dan mereka yang Nasrani tetap diperkenankan memeluk agama berdasarkan keyakinan mereka  dengan hidup damai. Kota tersebut kemudian berganti nama menjadi kota Istambul.

Itulah beberapa di antaranya “HITAM PUTIH” Kristen dalam perjalanan sejarahnya berhadapan dengan Islam, yang dari dulu sampai sekarang—bahkan sampai akhir zaman nanti, tidak pernah terbukti benar.

Tidak ada satu pun cerita, bahwa mereka yang mempertuhankan Yesus ketika “bersenggolan” dengan kaum muslimin di masa lampau terlihat sebagai sebuah keyakinan yang dapat menganggukkan kepala kita bahwa ajaran Kristen itu benar.

Yang ada hanyalah pemaksaan cara berpikir, mengakal-akali kitab mereka dengan tafsir yang bisa diterima oleh hati mereka namun bertentangan dengan logika!

Sungguh Ironi!!!

Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi. (Shaad: 88)

Beliau Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh agama Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali memasukkan agama ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulia dan merendahkan yang hina. Yakni memuliakan dengan Islam dan merendahkannya dengan kekufuran”. (HR. Ahmad)

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ensiklopedia Muslim dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Ironi Kristen yang Semakin Ditinggalkan Pemeluknya

  1. Subhanalloh walhamdu lillah wala ilaha illallohu wallohu akbar

  2. Lukas berkata:

    jangan debat agama terus, kiamat sudah sangat2 dekat…, ISA ALMASIH datang segera…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s