Jalan Kebenaran dan Hidup = Jalan yang Lurus = Ajaran para Nabi dan Rasul


JALAN KEBENARAN DAN KEHIDUPAN ADALAH JALAN YANG LURUS. JALAN YANG LURUS ADALAH JALANNYA PARA NABI DAN RASUL…

–> Ibrahim (Abraham) diutus Allah untuk kaumnya adalah sebagai jalan yang lurus…

–>Nuh, juga diutus Allah untuk kaumnya adalah sebagai jalan yang lurus…

–>Musa pun juga diutus Allah untuk kaumnya adalah sebagai jalan yang lurus…

–>Isa, demikian juga adanya, diutus Allah untuk kaumnya adalah sebagai jalan yang lurus…

–> Dan Rasulullah Muhammad Shalllahu Alaihi wa Sallam, juga diutus Allah juga untuk kaumnya bahkan untuk seluruh umat manusia yang mengajak mereka kepada jalan yang lurus.

** Jadi fungsi nabi dan rasul itu pada hakikatnya adalah sebuah jalan yang lurus untuk ‘mengenal lebih dekat’ siapa Tuhan kita. Dan mereka tidak pernah memposisikan atau menyatakan dirinya adalah Tuhan.

QS. Ali Imram (3):

“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “HENDAKLAH kamu menjadi penyembah-penyembahku BUKAN penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (79)

dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi SEBAGAI TUHAN. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?”. (80)

** Maka sudah sepantasnya, manusia patuh kepada ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul tersebut. Dan selallu berakibat buruk bagi mereka yang menentangnya:

“Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya”. (Al-Ghaafir: 22)

Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan SEBAGAIMANA ORANG-ORANG SEBELUM MEREKA telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan. (Al-Mujaadilah: 5)

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (An-Nisaa’: 115)

Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu). (Al-Furqaan: 9)

… dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (Al-Israa’: 15)

Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (Ar-Ruum: 47)

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (An-Nahl: 36)

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ensiklopedia Muslim dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s