(Bantahan) Sesumbar-sesumbar Muhammad yang Menjadi Bumerang Bagi Dirinya (2)


Tuduhan kedua:

2) Kalau Alquran itu bukan dari awloh, maka kafir akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya

QS 4:82
Maka apakah mereka (kafir) tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

Dan inilah beberapa contoh pertentangan di dalam Alquran:

Alquran bilang, awloh tidak serupa dengan apapun.

QS 112 (Surat Al-Ikhlas)
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia.”

QS 42 (As-Syuura)
11. (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Alquran bilang, awloh seperti makhluk biologis dan punya 2 tangan pula.

QS 6:101
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

JAWABAN:

QS 6:101. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Bukankah ayat ini begitu rasional ?  Penjelasan ayat QS Al An’aam [6]101 di atas adalah Allah SWT menerangkan bahwa Dialah Pencipta langit dan bumi. Dalam penciptaan jagat raya dan segala isinya, Dia tidaklah meniru dari ciptaan-ciptaan sebelumnya. Dia menciptakan dari tidak ada menjadi ada.

Dalam hal ini berarti bahwa Dia menciptakannya secara mutlak tidak memerlukan bantuan tenaga ataupun benda-benda lainnya. Oleh sebab itu bagaimana mungkin ia mempunyai anak seperti persangkaan orang-orang musyrikin (Kristen-Yahudi). Padahal Dia tidak memerlukan istri yang dapat melahirkan anak.

Dalam hal ini Allah SWT mendustakan persangkaan orang-orang musyrikin (Kristen-Yahudi) dengan memberikan alasan-alasan yang rasional dengan maksud agar supaya mereka dapat menerima kebenaran. Penjelasan ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya, dalam hal ini Allah SWT. membersihkan diri Nya dari tuduhan-tuduhan orang-orang musyrikin; sedang keterangan-keterangan selanjutnya menandaskan bahwa dugaan-dugaan mereka itu tidak masuk akal.

Pada akhir ayat ini Allah SWT. menegaskan bahwa Dia lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ilmu Nya tiada dibatasi oleh ruang dan waktu. Ilmu Nya azali dan abadi. Hal ini merupakan ketetapan Allah untuk menguatkan alasan-alasan yang dikemukakan sebelumnya serta membatalkan tuduhan orang musyrikin (Kristen-Yahudi) yang tidak pada tempatnya itu.

QS. 2:116-117. Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.

Apakah Dia harus membutuhkan istri baru bisa mempunyai anak seperti tuduhan anda tersebut? Silakan baca kembali ayat diatas sebagai bantahan atas pikiran busuk dari  orang-orang yang tidak mempunyai akal sehat seperti anda (Kristen).

Rasulullah SAW bersabda:

“Anak Adam telah mendustakan-Ku, padahal ia tidaklah mempunyai alasan sedikit pun. Dan ia juga telah mencemoohku padahal ia tidak mempunyai alasan melakukan hal itu. Ada pun kedustaanya padaku adalah ungkapannya, ‘Dia tidak akan mengembalikanku sebagaimana ia telah menciptakanku pertama kali.’ Padahal penciptaan yang pertama tidak lebih mudah daripada hanya sekedar mengembalikannya. Adapun pelecehannya pada-Ku adalah ungkapannya, ‘Allah telah menjadikan anak untuk diri-Nya.’ Sementara Aku adalah Rabb Yang Maha Esa, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang serupa Dengan-Ku.'” (HR. Bukhari: 4592)

“Tidak ada seorang pun yang lebih bersabar atas gangguan yang didengarnya daripada Allah, ada manusia mengaku Allah mempunyai anak (yaitu orang nashrani), namun Allah masih juga memberi mereka kesehatan dan rejeki.” (HR.Bukhari: 6830)

——————————————————————————————

Alquran bilang, “Tidak ada paksaan dalam beragama Islam”

QS 2:256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QS 109:6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

Alquran bilang, “Semua orang harus beragama Islam, bila tidak ingin diperangi.”

QS 9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

JAWABAN:

Azbabun nuzul surah At-Taubah [9] 29 di atas adalah perihal kisah diutusnya Abu Bakar oleh Rasulullah sebagai amirul haj pada tahun kesembilan untuk meluruskan tata cara haji kaum Muslimin, karena orang-orang musyrikin melaksanakan ibadah haji versi mereka. Abu Bakar pun berangkat bersama kaum Muslimin. Ketika itu, turunlah surat Al-Bara’ah (At-Taubah) tentang pembatalan perjanjian yang pernah diadakan Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam dengan kaum musyrikin (perjanjian Hudaibiyah).

Singkatnya, ayat tersebut adalah ayat yang mengajak mereka (kaum musryikin Mekkah) untuk beriman dengan agama yang benar (agama Islam), dimana mereka sebelumnya beribadah di masjidil haram menurut versi mereka sendiri, dan tidak berhak menguasainya di atas kesesatan mereka, menyekutukan Allah dengan segala macam berhala-berhala yang ada di sekitar Kakbah serta tatacara peribadatan yang menyimpang dari ajaran Ibrahim (yakni, mereka melaksanakan ibadah haji menurut versi mereka tanpa ada dasarnya). Oleh karena itu, pasca penaklukkan kota Makkah, Allah memerintahkan Rasulullah untuk membersihkan rumah-Nya dari segala jenis berhala dimana mereka diberi ultimatum selama empat  bulan agar segera pergi dari tempat tersebut, apalagi pada waktu itu kaum muslimin secara umum akan melaksanakan ibadah haji di tempat tersebut.

Oleh sebab itulah mereka dikatakan najis, karena dari segi perilaku mereka selalu ber-thawaf di sekitar Kakbah dalam keadaan tidak berpakaian (telanjang), baik itu kaum laki-laki ataupun kaum wanitanya.

QS. 9:28. Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis

Maksudnya, najis dalam arti kiasan, bukan sebenarnya. Yakni, kenajisan itu berkaitan dengan hati atau jiwa mereka yang dianggap kotor, karena menyekutukan Allah. Dan itu jugalah yang menjadi dasar pelarangan bagi mereka untuk tidak beribadah di sekitar Kakbah dengan beberapa pertimbangan yaitu dari segi keimanan dan dari segi perilaku. Itupun mereka yang dilarang hanya dapat dihitung dengan jari saja mengingat hampir seluruh penduduk kota Mekkah telah masuk agama Islam ketika terjadi fathu Mekkah (pembebabasan kembali kota Mekkah).

Adapun mengenai  jizyah (pajak) untuk mereka, hal tersebut menjadi kewajiban yang berlaku secara umum, tidak hanya untuk orang-orang non Islam saja tapi juga untuk orang-orang Islam itu sendiri (bahkan lebih banyak, berupa zakat tijarah, zakat fitrah, zakat harta, zakat pertanian, zakat peternakan, yang bila dijumlahkan jauh lebih besar daripada Jizyah) dimana kategori wajib jizyah itu meliputi laki-laki merdeka, balig berakal, dan mampu bekerja. Dan tidak diwajibkan atas kaum perempuan, anak-anak, budak, dan orang yang mengalami gangguan kesehatan.

Hak anda pun dilindungi, sebagaimana ketika seorang Muslim menampar seorang Yahudi karena ia mengatakan Musa lebih mulia dari Muhammad SAW, maka beliau menegur keras muslim itu!  (Shahih Bukhari: 2234).

Kejadian lainnya adalah ketika baju besi Ali bin Abi Thalib ra dicuri oleh seorang Yahudi. Maka Ali mengadu kepada Umar bin Khattab ra sebagai Khalifah saat itu. Umar ra tahu betul bahwa Ali tak mungkin berdusta. Namun hukum syariah mesti ditegakkan, maka Umar ra bertanya,

“Mana saksi kalian?” 

Yahudi membawa dua orang saksi, dan Ali membawa kedua putranya Hasan dan Husein sebagai saksi.

Maka Umar ra dengan tertunduk malu seraya berkata : “Maaf wahai Ali, anak tidak bisa dijadikan saksi mata.”

 Maka Ali berkata : “Apakah kau tolak kesaksian cucu Rasulullah saw?”

Maka Umar ra kembali tertunduk seraya berkata : “Hukum syariah mengatakan bahwa baju besi ini milik yahudi.” 

Maka Ali menerima keputusan dan pergi. Maka menangislah sang Yahudi seraya berkata :

“Belum pernah kutemukan hukum agama yang membela keadilan pada orang yang lain agamanya dengan mengalahkan kesaksian cucu Nabi mereka, aku masuk Islam!”. (Sirah Ali bin Abi Thalib ra).

Adapun orang yang mengatakan bahwa orang-orang yang masuk Islam hanya orang-orang miskin, karena mereka tidak sanggup membayar pajak. Sedangkan orang-orang kaya yang sanggup membayar pajak, mereka dan keturunan mereka tetap memeluk agama mereka sampai sekarang. Kami menjawab bahwa seandainya ada pemaksaan untuk memeluk agama Islam–sebagaimana yang anda tuduhkan–niscaya akan terjadi pembasmian etnis sejak awal, nenek moyangmu pasti telah dibantai dan semua harta kalian pasti dirampas, daripada mengambil sedikit harta yang disebut jizyah (pajak).

Ketika anda atau kalian masih ada sampai sekarang, maka keberadaan kalian ini merupakan bukti terbesar atas tidak adanya pemaksaan terhadap nenek moyangmu untuk memeluk agama Islam.

Ada satu hal lagi yang anda lupakan, yakni orang yang tidak sanggup membayar pajak tidak dipaksa untuk membayarnya. Suatu ketika Umar bin Khattab melihat seorang Yahudi tua renta sedang meminta-minta, Umar pun bertanya kepada Yahudi tua itu, kenapa dia melakukannya, Yahudi tua itu menjawab bahwa dia tidak mampu membayar pajak, oleh karena itu dia meminta-minta agar bisa membayarnya. Maka melihat kejadian itu Umar langsung membuat surat keputusan pembebasan pajak untuk Yahudi tua itu dan memberikan uang bulanan kepadanya dari Baitul Mal.

Dan pajak sendiri sudah ada sebelum datangnya Islam, bahkan Yesus pun juga membayarnya:

Yosua 16:10 Tetapi orang Kanaan yang diam di Gezer tidaklah dihalau mereka. Jadi orang Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai sekarang, tetapi menjadi budak rodi.

Yosua 17:13 Setelah orang Israel menjadi kuat, orang Kanaan itu dibuatnya menjadi orang rodi, tetapi tidaklah sama sekali mereka itu dihalaunya.

Roma 13:7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Matius 18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.18:25Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. (Surya Yaya/Berbagai Sumber)

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Islam Menjawab dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s