Kajian (Tanya-Jawab) : Nikmat Dunia Orang Kafir Vs Orang Beriman


“Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah HANYA BISA DIRAIH dengan ketaatan kepada-Nya.” (Hr. Abu Dzar dan al-Hakim)

Tanya: Orang-orang kafir tidak taat pada Allah tapi mereka mendapatkan apa yang dimaui, bahkan kehidupan orang-orang yang jauh dari Allah terlihat lebih baik dari mereka yang taat. Seperti apa pandangan anda?

 Jawab: Yang ada di sisi Allah adalah dunia dan akhirat. Allah memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendakiNya. Disinilah sifat Pengasih dari Allah, meskipun hambanya itu masuk dalam kategori pembangkang alias kafir, nikmat dan karuniaNya tidak pernah putus.

Tapi ketahuilah, semua kenikmatan itu hanya mereka dapatkan di dunia ini, tidak di akhirat.

“Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. “ (Ali Imran: 196-197)

 Ayat di atas merupakan pesan berharga, untuk menjadi peringatan bagi kaum Muslimin agar tak terpedaya dengan kaum kemewahan orang-orang kafir.

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan (Tafsir al Qur`ani al ‘Azhim ( 1 /431 ):

“Janganlah kalian melihat berbagai kenikmatan, kebahagian dan kemudahan orang-orang kafir. Tidak berapa lama lagi, semuanya akan lenyap dari tangan mereka. Nantinya, mereka akan terjerat oleh amalan-amalan buruk mereka. Kami memberikan kemudahan mereka di sana, sebagai istidraj* semata. Semua yang mereka miliki hanyalah (kesenangan sementara). Kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya”.

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabb-mu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Thaha: 131).

Kalaupun orang kafir memiliki kenikmatan dan kesenangan di dunia, maka tak ada kenikmatan bagi mereka selain itu saja.

Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.”  (Ali Imran: 176).

Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” [Luqmaan: 33]

Itulah bedanya dengan orang-orang beriman, meski tidak sedikit dari mereka yang kehidupan dunianya banyak cobaan atau ujian, tentunya selain sebagai penghapus dosa, juga masih ada harapan, bahwa kehidupan akhirat mereka akan terbalaskan oleh karena ke-istiqomahan kita dalam beribadah kepada-Nya.

Bukankah banyak juga dari mereka yang taat, memperoleh apa yang mereka inginkan? Atau sering kita sebut, “bahagia di dunia, terlebih di akhirat”. Dan Insya Allah kita termasuk golongan tersebut, selama iman tetap hanya kepada Allah, menjalakan segala perintahNya dan menjauhi larangan-Nya.

“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (Al-Baqara/2: 212)

Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang disenangi dan orang yang tak disukai. Tidak memberikan karunia iman, kecuali kepada orang yang dicintaiNya. Apabila Allah mencintai seorang hamba, niscaya Allah memberinya karunia iman. (Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah, 34545 & dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih al Adabi al Mufrad, hlm. 209).

 “Bila engkau menyaksikan Allah mencurahkan (nikmat) dunia kepada seseorang yang ia inginkan lantaran maksiat (yang ia kerjakan), itu hanyalah suatu istidraj, kemudian beliau membaca ayat (yang artinya: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yan telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(Al An’am/6 ayat 44-). [HR Ahmad, 4/145 dengan sanad shahih, dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah, 413].

“Dan sesungguhnya akhir (akhirat) lebih baik bagimu dari permulaan (kehidupan dunia).” (Adh Dhuha: 4).

Oleh karena itu, pentingnya hati selalu bersyukur, karena sang Nabi mengatakan:

 “Pandanglah orang yang berada di bawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, itu lebih akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah.”(HR. Muslim no. 5264)

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan JANGALAH KAMU IKUTI HAWA NAFSU orang-orang yang tak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.” (Al Jatsiyah: 18-19).

 So, Meski kehidupan orang-orang kafir sangat menarik, dan terlihat secara kasat mata berkecukupan tetapi mereka, tak lepas dari firman Allah:

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. (Ar Rum/30: 7)

Mereka itu makhluk yang paling buruk di sisi Allah.(Muttafaqun ‘alaih).

Sebaliknya, orang-orang beriman yang Allah tetapkan jalan lurus dalam agamaNya (Islam), tegak di atas syariat-Nya, teguh hati dan pendiriannya, maka sudah sepatutnya balasan bagi mereka adalah surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)” (QS. Al Ahqaaf : 13-14)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikatakan turun kepada mereka (dengan mengatakan), Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih, dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah dijanji-kan Allah kepada kalian’.” (Fushshilat: 30).

Ingatlah, akhirat kita kejar sudah pasti dunia juga akan ikut. Tapi dunia yang kita kejar, belum tentu akhirat kita dapatkan.

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi, dan kesudahan (yang baik) itu (surga) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”  (Qs. Al Qashash: 83)

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat maka akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia maka akan Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, DAN TIDAK ADA SATU BAHAGIAN PUN di akhirat.” (Qs. Asy-Syura: 20)

Akan tetapi, kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Qs. Al-A’laa: 16–17)

* Makna istidraj adalah,  Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila kamu melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44) (HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).

Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja (Arab: درج ) yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung.  Allah biarkan orang ini dan tidak disegerakan adzabnya. Allah berfirman,

Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44)

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ensiklopedia Muslim dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kajian (Tanya-Jawab) : Nikmat Dunia Orang Kafir Vs Orang Beriman

  1. Cerewet berkata:

    Istilah kata “kafir” artinya tidak percaya, kata itu tergantung dari sudut mana dan siapa yang mengatakan. Contoh dari penganut agama Islam sering mengatakan pengikut agama lain itu kafir. Pernyataan itu wajar dan sah-sah saja, karena tidak percaya kepada agama yang diyakini dan diimaninya.

    Tapi Al Qur’an tak pernah mengatakan bahwa orang Kristen atau pengikut Isa itu Kafir, malah ada pernyataan Al Qur’an mengatakan bahwa pengikut Isa ‘ditinggikan’ di atas orang-orang kafir

    (Qs. 3:55). “… dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu (Isa) di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat…”.

    Jadi kalimat ayat itu tegasnya menyatakan orang-orang yang mengikuti Isa (Yesus) status dan kedudukannya ditinggikan (dimuliakan) di atas orang-orang kafir.

    Sampai batas kapan berlakunya pernyataan itu? Sampai hari kiamat.

    Jadi dengan kata lain sebelum kiamat tiba pintu pertobatan masih terbuka lebar, maka dari itu siapa saja yang mau menjadi pengikut Isa Al Masih atau Yesus Kristus akan selamat pada hari kiamat, hidup kekal bahagia di negara Surga, di negeri Surgawi.

    • sy42 berkata:

      Alqur’an sangat jelas mengatakan bahwa Yahudi-Nasrani itu adalah kafir dikarenakan menganggap Isa Al Masih adalah Tuhan.

      Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?”. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Maaida: 17)

      Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Maaida: 78)

      Kaitan ayat diatas sudah sangat pas dengan ayat yang anda kutip (Qs. 3:55). “… dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu (Isa) di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat…”.

      Bahwa kata ‘kafir’ itu mengarah kepada mereka-mereka yang mempertuhankan Nabi Isa. Sebuah penegasan yang beruntun bukan?

    • taufik berkata:

      kamu harus byk belajar tafsir…. gini..ketika Alloh menurunkan injil di zaman Nabi Isa itu artinya kitab yg berlaku saat itu adalah injil.. injil mjd hukum saat itu, sehingga hanya para pengikut Nabi Isa lah yg saat itu digolongkan sbg org2 yg selamat bukan org kafir , tetapi setelah Turunnya Muhammad saw maka kitab injil tdk lagi menjadi hukum yg diberlakukan oleh Alloh dimuka bumi lagi, termasuk kitab2 sebelumnya semua sdh tdk berlaku… Alloh menggantikannya dg kitan Al Qur’an sebagai kitab penutup, kitab yg diturunkan kpd Muhammad saw sbg Nabi dan Rosul terakhir, jadi mrk yg hidup dimasa kenabian Muhammad dan setelah wafatnya, tetapi tdk percaya kpd Kenabiannya serta ingkar thdp Al Qur’an digolongkan sbg org kafir. jadi dr masing2 Nabi yg diturunkan kitab oleh Alloh ada org2 kafirnya. termasuk di jaman skg, banyak org yg kufur thdp Al Qur’an. mrk adalah kaum kafir

  2. Alex berkata:

    To cerewet: aneh sekali berani mengutip ayat Al – Quran. Tapi tidak mengimaninya. Percaya pada ayat Al-Quran tapi tidak mengimaninya. Luar biasa aneh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s