Merajut Rumah Tangga Bahagia


Menjadi SUAMI/ISTRI SETIA dan PENYAYANG

“Apabila salah satu dari kalian melihat seorang wanita yang menarik hatinya, maka segeralah ia kembali ke rumah dan hinggaplah pada istrinya, karena (apapun yang dimiliki oleh wanita yang menarik hatinya tadi) juga dimiliki oleh istrinya.” (Maksud dari “hinggaplah” adalah: campurilah), (Kitab Shahih Ibnu Hibban dan Shahih Al-Jami’: 552)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh ad-Darimi dari ibnu Mas’ud, tetapi istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang disebutkan di situ ialah “Saudah,” dan beliau bersabda:

“Siapa saja yang melihat seorang wanita yang menarik hatinya, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena apa yang dimiliki wanita itu ada pula pada istrinya.”

Imam Ahmad meriwayatkan kisah itu dari hadits Abi Kabsyah al-Anmari bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Seorang wanita (si Fulanah) melewati saya, maka timbullah hasrat hatiku terhadap wanita itu, lalu saya datangi salah seorang istri saya, kemudian saya campuri dia. Demikianlah hendaknya yang kamu lakukan, karena diantara tindakanmu yang ideal ialah melakukan sesuatu yang halal.”

“Mukmin yang paling sempurna imanya ialah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik diantara kamu ialah mereka yang paling baik terhadap isterinya“. (HR. Ahmad).

“Dan janganlah kalian mendekat zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

“Katakanlah kepada kaum mu’minin, supaya mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan mereka.” (QS. An-Nur: 30)

Larangan menyentuh atau bersalaman dengan yang bukan mahramnya:

“Tertusuknya kepala kamu dengan paku akan lebih baik bagi kamu daripada kamu menyentuh wanita yang tidak dihalalkan bagimu (bukan mahram).” (Kitab Shahih Al-Jami’: 5045)

Kehormatan wanita dalam pandangan Al-Qur’an

QS.2:28. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.

QS.4:19. Dan bergaullah dengan mereka secara patut.

.QS.65:2. Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik.

“Aku berwasiat kepada kalian agar memperlakukan para wanita dengan cara yang baik, karena mereka bagaikan tawanan bagi kalian (yang harus dihormati dan diperlakukan dengan baik).” (Shahih Al-Jami’: 7880)

“Sesungguhnya aku menekankan kepada kalian untuk memperhatikan hak dua golongan yang lemah, yaitu anak-anak yatim dan para wanita.” (Kitab Sunan Al-Kubra, Al-Baihaqi, dan Shahih Al-Jami’: 2447)

Ada tiga kelompok manusia yang akan diberikan pahalanya dua kali, (pertama) seorang ahlul kitab yang beriman kepada Nabi-nya lalu ia masih hidup ketika nabi diutus, dan beriman kepada beliau, mengikuti ajarannya, dan mempercayainya, maka ia akan memperoleh pahalanya dua kali.

(Kedua) seorang hamba sahaya yang melaksanakan hak Allah dan hak tuannya, maka ia juga memperoleh pahalanya dua kali.

(Ketiga) seorang yang memiliki hamba sahaya perempuan, lalu ia memberi makan dengan makanan yang baik, mendidiknya dengan pendidikan yang baik, mengajarinya dengan ajaran yang baik, kemudian ia memerdekakannya dan sekaligus menikahinya, maka ia memperoleh pahalanya dua kali.” (Shahih Al-Jami’: 3073)

“Hak seorang istri atas suaminya adalah memberi makan kepadanya yang sepadan dengan suaminya dan memberi pakaian kepadanya yang sepadan dengan suaminya. Tidak memukul pada wajahnya, tidak menyakitinya, dan tidak menjauhinya hingga ke luar rumah.” (Shahih Al-Jami’: 3149)

“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu atas anak-anak perempuan, namun ia tetap bersikap baik terhadap mereka, maka mereka akan menjadi tabir baginya dari api neraka.” (Shahih Al-Jami’: 5392 )

Bimbingan Islam dalam kehidupan berumahtangga:

“Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shahih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Wanita itu seperti tulang rusuk. Jika engkau meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang dengannya, hanya saja padanya ada kebengkokan.” (HR. Bukhari-Muslim)

“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 3)

“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah.” (HR. Muslim no. 1218).

Tips (Islam) agar selalu setia kepada pasangannya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan yang munkar” [QS. An-Nuur : 21].

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum minta ijin dan memberikan salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat ijin. [QS. An-Nuur : 27].

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya” [HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341]

“Dan janganlah seorang wanita mengijinkan seseorang masuk ke dalam rumah suaminya sementara dia (suami) ada di sana, kecuali dengan ijin suaminya tersebut” [HR. Muslim no. 1026].

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” [QS. An-Nuur : 30-31].

Dari Jarir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu ia berkata :

Aku bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dari pandangan tiba-tiba (tidak sengaja). Maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku” [HR. Muslim no. 2159].

“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah: 1856)

Bagi wanita, dilarang ia ber-tabarruj (dandanan menor) di hadapan laki-laki yang bukan mahram

”Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” [QS. Al-Ahzaab : 33].

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda:

Wanita itu adalah aurat. Apabila ia keluar (rumah), maka setan akan menghiasi dirinya (sehingga dipandang indah di mata kaum laki-laki)” [HR. At-Tirmidzi no. 1173; shahih].

Menjadi pribadi yang menyenangkan

“Maukah aku beri tahukan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki? (Yaitu) istri salehah yang ketika dipandang akan menyenangkannya, ketika diperintah akan menaatinya, dan ketika ia pergi, si istri akan menjaga dirinya untuk suaminya.” (HR. Abu Dawud: 1417)

Sabda lain Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:

Maukah saya beritakan kepada kalian tentang istri-istri kalian di surga? Yaitu (wanita) yang penuh cinta lagi banyak anaknya (subur rahimnya). Apabila ia marah atau diperbuat keburukan kepadanya, atau suaminya marah, ia berkata, “Ini tanganku berada di tanganmu. Aku tidak bisa memejamkan mataku hingga kamu ridha.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Ausath dan ash-Shaghir. Lihat ash-Shahihah hadits no. 3380)

Dirangkum dari berbagai sumber
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ensiklopedia Muslim, Islam Menjawab dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s