Beda Kasus Seputar (dibunuhnya) Ashma binti Marwan


Pertanyaan: Muhammad tidak pernah pandang bulu dalam membunuh, bahkan kaum wanita pun diperlakukan sama seperti kaum pria, padahal mereka adalah kaum yang lemah dan tidak diwajibkan untuk iktu berperang. Kitab-kitab perjalanan hidupnya membuktikan pernyataan tersebut, yaitu ketika membunuh Ushama’  binti Marwan Al-Khatamiyah dan juga ketika ia membunuh dua putri dari Ibnu Khathal, yang keduanya adalah pelacur dan hampir melahirkan.

Jawaban:
Wanita yang bernama Ushama’ (Ashma) adalah wanita yang sangat membenci agama Islam, ia tidak segan-segan untuk menyakiti dan menghasut Nabi, lalu ia juga menyakiti orang-orang yang masuk agama Islam, walaupun mereka berasal dari kabilahnya.

Ia juga pernah melemparkan darah haid ke dalam masjid Bani Khathamah. Maka ketika kezalimannya sudah semakin menjadi, akhirnya seorang muslim dari kaumnya sendiri membunuhnya, namanya adalah Umair bin Adi Al-Khathami. Tidak satu orang pun dari kabilahnya yang menyesali kematiannya, apalagi menyalahkan Umair, karena memang prilaku Ushama’ sangat buruk sekali dan terlalu kejam terhadap orang yang mau masuk islam.

Lalu ketika Umair bertanya kepada Nabi tentang hukuman yang harus ia terima setelah membunuh Ushama’, beliau berkata: “Tidak ada yang berduka atas kematiannnya.” (Kitab Sirah Ibnu Hisyam dan Kitab lainnya; Isti’ab Juz 3 hal 1218, Tabaqat Kubra juz 2 hal 27, Al Ishaabah juz 4 hal 721, Assiirah Annabawiyyah Juz 6 hal 49),  yakni: kejahatannya sudah tidak dapat ditoleransi hingga semua orang pasti akan setuju jika ia dihukum mati.

Sedangkan  untuk kedua putri dari Ibnu Khathal, mereka adalah dua orang bersaudara yang selalu melontarkan hinaan dan cacian kepada Nabi. Salah satu dari mereka memang dihukum mati namun yang lainnya melarikan diri. Lalu setelah ia berlari, ia meminta pengamanan dari Nabi, maka beliau pun memberikannya, dan akhirnya ia masuk agama Islam.

Dan untuk orang-orang yang mempersalahkan Nabi yang mengizinkan para wanita untuk dihukum mati, walaupun telah jelas sekali mereka itu telah melakukan hal-hal keji yang memperlihatkan permusuhan mereka terhadapa agama Islam dan kaum muslimin (terutama terhadap nabi), seharusnya kembali membaca Alkitabnya yang menerangkan tentang hukuman mati untuk orang-orang yang tidak melaksanakan perintah dari hakim dan imam, bukan perintah Nabi, tapi perintah hakim dan imam mereka, walapun dosa mereka itu SANGAT TIDAK LAYAK  untuk ditetapkan hukuman mati:

Ulangan 17: (8) Apabila sesuatu perkara terlalu sukar bagimu untuk diputuskan, misalnya bunuh-membunuh, tuntut-menuntut, atau luka-melukai–perkara pendakwaan di dalam tempatmu–maka haruslah engkau pergi menghadap ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu;

(9) haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim.

(10) Dan engkau harus berbuat menurut keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu dari tempat yang akan dipilih TUHAN; engkau harus melakukan dengan setia segala yang ditunjukkan mereka kepadamu

(11) Menurut petunjuk yang diberikan mereka kepadamu dan menurut keputusan yang dikatakan mereka kepadamu haruslah engkau berbuat; janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri dari keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu.

(12) Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Islam Menjawab dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Beda Kasus Seputar (dibunuhnya) Ashma binti Marwan

  1. andi berkata:

    coment deh.. tapi Allah saja mash memberikan kasih sayang pada umatnya.. sebesar apapun kesalahannya.. dan Allah ttp memberika rizki pada orang2 yg melampaui batas… dan Allah pun menerangkan jika membunuh adalah dosa besar.. tapi knp kita sebagai makhluk apa lagi nabi.. bisa menentukan untuk membunuh? sekalipun di menghina dan menzolimi agama yg dia anut.. bukankah Allah yg lebih ber hak membalasnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s