Kesalahan Injil yang Sulit Untuk Direvisi


Kesalahan Pencatatan Sejarah Dalam Alkitab

Injil-injil kanonik dalam Perjanjian Baru ternyata mengandung banyak kesalahan periwayatan sejarah, yang tak dapat dijelaskan dan dijawab secara memuaskan, dan sekaligus membuktikan bahwa Injil-injil kanonik; Matius, Markus,  Lukas, Yohanes hanya bisa disejajarkan dengan dongeng mitologi zaman baheula. Injil-injil berisi berbagai peristiwa yang sebenarnya tak pernah terjadi. Injil-injil ini sebenarnya hanya kelanjutan episode cerita mitos pagan seperti dewa matahari seperti Mithras, Horus, dan Bacchus, dll.

Cerita mengenai penyaliban, kebangkitan orang-orang kudus versi Matius, gempa bumi, kebangkitan, dan penyaliban itu sendiri adalah peristiwa-peristiwa mitos, yang tidak direkam oleh sejarawan yang hidup dan tinggal di tempat kejadian selama periode waktu tsb. Philo Judaes hidup sekitar tahun 50 M dan ia tidak pernah menyebutkan peristiwa-peristiwa seperti apa yang telah diceritakan oleh Injil kanonik.

Kesaksian Pilatus tidak ada menyebut-nyebut Yesus. Ribuan orang kriminal disalib oleh Romawi, tetapi tidak ada cerita mengenai Yesus, karena memang Pilatus tidak pernah menyalib Yesus. Yesus telah diselamatkan oleh Allah berdasarkan Qur’an 4:157.

Matius adalah satu-satunya penulis Injil Perjanjian Baru yang mencatat ‘pembantaian bayi-bayi yang tidak berdosa atas perintah Herodes’. Berbagai komentar cendekiawan menyatakan bahwa ‘peristiwa pembantaian bagi-bayi oleh Herodes’ hanyalah kilas balik dari mitologi pagan.

Kisah tentang Dewa matahari orang Yunani kuno, Roma, dan Mesir yang diancam ketika lahir melalui perintah pembunuhan kepada ‘semua bayi-bayi yang baru lahir’ dari sang penguasa. Episode Injil Matius 2:16 adalah suatu bentuk replay yang dilakoni oleh Yesus yang menjiplak kepercayaan masyarakat pagan.

Istilah ‘Tuhan Anak’ yang diatributkan untuk Yesus mengimplikasikan kepercayaan Pagan Trinitas. Titel ‘Domba Tuhan’ (Lamb of God) tidaklah unik, sebab telah terlebih dahulu dipakai agama Hindu untuk kristus atau mesias mereka yaitu Krishna.

Berikut ini adalah beberapa ‘error’ historis dalam Injil.

1. Herodes Tidak Pernah Memerintahkan Pembantaian Balita

Ramalan yang dihubung-hubungkan untuk kelahiran seorang mesias bernama Yesus yang jiwanya terancam karena keputusan Herodes membunuh bayi-bayi yang tidak berdosa hanya ada dalam Injil Matius 2:16-18 yang mengklaim itu adalah nubuat dari Yeremia 31:15 yang menyatakan bahwa “Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi”.

Konteks Yeremia adalah bukan nubuat masa depan dimana anak-anak dibantai oleh Herodes. “Rahel menangisi anak-anaknya’ merefer kepada ibu dari Yusuf dan Benyamin (dan istri dari Yakub) yang menangisi anak-anaknya. Pada konteks ini adalah mengenai penawanan Babylonia. Ayat berikutnya mengatakan bahwa orang-orang yang mengalami pembuangan akan kembali.

Pembantaian oleh Herodes (Matius 2:16) adalah bohong karena pengarang Injil Matius adalah satu-satunya orang yang mencatat peristiwa ini.

Sejarawan Yahudi Flavius Josephus Tidak Mencatat Peristiwa Ini.

“Karena kita telah melihat, cerita-cerita malaikat-malaikat dan gembala-gembala, dalam Lukas, dan dari orang bijak, dalam Matius, adalah catatan ulang dari tema mistis orang-orang Mesir pada tahun sekurang-kurangnya dua ribu tahun lebih awal. Mereka melukiskan dalam bentuk seni di Luxor. Tidak ada bukti historis “pembantaian orang-orang yang tak berdosa” oleh Herodes. Pikiran sehat mengatakan kepada kita bahwa sebuah perintah seperti ini tidak mungkin. Apakah Herodes bermaksud untuk membunuh anak-anak dari teman-temannya, tentara-tentaranya, pelayan-pelayan sipilnya, turis-turis yang lewat, dan lain-lain  (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 126)

2. Injil-injil Buta Geografi

Markus 7:31 menyatakan bahwa Yesus meninggalkan kota Tyre pergi ke Danau Galilee (Laut Galilee) melalui kota Sidon. Ini benar-benar tidak masuk akal. Cobalah lihat di peta.

Selain itu, Markus menyatakan bahwa Yesus naik perahu menyeberangi Danau Galilee (Laut Galilee) menuju Dalmanutha. Lokasi Dalmanutha secara pasti tidak diketahui, atau tidak akurat, karena terletak di sebelah timur perairan Galilee sebagai negeri

Gadarenes (Markus 8:10 KJV Bible). Gerasa terletak lebih dari 30 mil dari tenggara Danau Galilee, jadi jauh sekali jika kita melihat setting cerita Bible ini. Pengarang Injil Matius tampaknya sadar betapa errornya Injil Markus, sehingga ia mengubah kata ‘Gadarenes’ menjadi ‘Gergesenes’ (Lihat Matius 8:28 KJV). Gadara hanya berjarak 8 mil dari Danau Galilee.

Banyak contoh-contoh yang tidak masuk akal dalam memahami alur cerita Injil-injil Perjanjian Baru ini. Markus 10:46 menyatakan bahwa lokasi dimana orang buta disembuhkan adalah setelah Yesus meninggalkan kota Jericho, sedangkan Lukas 18:35;19:1 menyatakan lokasi orang buta disembuhkan adalah sebelum Yesus memasuki kota Jericho Jika umat Kristen menganggap masalah ini bukan kontradiksi, maka konsekuensinya injil-injil Perjanjian Baru hendak memberitahu kita bahwa ada dua kota bernama Jericho di Palestina

Dalam Markus 10:46 juga disebutkan bahwa rombongan Yesus berjalan dari Jericho ke Yerusalem via Bethpage dan kemudian Bethany. Ini sangat aneh, sebab Yerusalem lebih jauh daripada Bethpage. Matius yang sering menjiplak Injil Markus tampak hati-hati dalam masalah ini, Matius dengan pintar telah menghilangkan kata ‘Bethany’ seperti yang dapat kita saksikan dalam Matius 21:1.

Cerita Injil Mengenai Kegelapan, Gempa Bumi, Dan Mayat Berjalan-Jalan Adalah Bohong

Matius (27:50-54) menyatakan bahwa pasca kematian Yesus terdapat beberapa peristiwa ajaib, berawal dari terbelahnya kuil, disusul gempa bumi, terbelahnya bukti-bukti batu, dan tiba-tiba saja kuburan tempat bersemayam orang-orang kudus terbuka dan terjadi penampakkan mayat sedang berjalan berombongan dari kuburan menuju kota Yerusalem dan disaksikan orang-orang dan tentara Romawi.

Dongeng Kristen tersebut hanya dapat diciptakan oleh gereja dan diimani berdasarkan ketakhayulan umat Kristiani, karena pada faktanya tidak mendapat dukungan dari sumber-sumber sejarah sekuler (non-biblikal). Dapatkah kita bayangkan jika kuburan di TMP Kalibata Jakarta tiba-tiba saja terbuka, dan tengkorak-tengkorak keluar dari kuburan mereka masing-masing lalu berjalan berombongan dengan hanya mengenakan sehelai kain kafan menuju Stasiun Gambir, pastilah peristiwa ini akan menjadi bahan berita yang luar biasa hebohnya dan diliput/dicatat oleh berbagai media massa cetak dan elektronik, menjadi bahan perbincangan penduduk kota Jakarta, serta dicatat oleh sejarawan Indonesia maupun para turis yang hanya sekedar berwisata ke Jakarta.

Faktanya adalah bahwa kisah-kisah takhayul omong kosong dari agama Kristen ini tidak didukung oleh catatan sejarawan Romawi, Yahudi, maupun sejarawan yang tinggal di Palestina kala itu, dan hal ini memudahkan kita untuk dapat menarik kesimpulan bahwa cerita Injil Matius adalah tak lebih hanya dongeng yang dibuat-buat oleh bapak-bapak gereja.

 “…mengenai kegoncangan dan “kegelapan menyelimuti seluruh bumi” tidak ada seorangpun sejarawan yang mencatat peristiwa tsb.” (Deceptions & Myths of the Bible, Lloyd Graham hal. 349)

 “Cerita mengenai gempa bumi, kenaikan lapisan bebatuan, terbukanya kuburan-kuburan, dan penampakkan orang mati, hanya dinyatakan dalam Injil Matius, yang ditulis hampir delapan puluh tahun setelah peristiwa tsb, sehingga tidak dipastikan keautentikannya. Tentu saja tidak ada alasan mengapa satu gempa bumi seharusnya tidak terjadi pada hari itu, tetapi jika itu benar-benar telah terjadi ditempat tsb hampir tidak dapat dibayangkan bahwa tidak ada dari tiga Injil-injil yang lebih awal menyebutkan peristiwa tsb.” (The Paganism in Our Christianity, Arthur Weigall, 1928, hal. 62)

 3. Tidak Ada Sensus Romawi Saat Yesus Lahir

Sub bab ini akan mudah dipahami jika Anda telah membaca artikel: Kelahiran Yesus dan Sensus Quirinius recommended

Kapan Yesus lahir  Menurut Lukas, itu terjadi selama pemerintahan Gubernur Romawi Quirinius, pada saat itu sebuah sensus diperintahkan oleh Augustus keseluruh dunia (9). Menurut Lukas dan Matius kelahiran Yesus terjadi ketika masa pemerintahan raja Herodes Yang Agung. (10) Masalahnya adalah Herodes mati pada tahun 4 SM, dan ini 10 tahun sebelum sensusnya Quirinius.

Selain itu, pada saat masa pemerintahan Herodes, tidak ada sensus Romawi yang terjadi diwilayahnya, yang meliputi baik Yudaea dan Galilee, tempat Bethelem dan Nazareth. (11)Herodes akan telah memungut pajaknya sendiri, dan memberikan upeti kepada Romawi.

Terakhir, eksistensi dari sebuah sensus diseluruh [wilayah] kekaisaran adalah bertentangan dengan kebiasaan Romawi, yang mengumpulkan pajak provinsi demi provinsi. (http://www.infidels.org/library/modern/larry_taylor/messiahgate.html)

Meskipun Lukas 1:5 menyatakan kelahiran Yesus di “masa Herodes, Raja Yudea,” yang mati pada tahun 4 SM, ia membutuhkan perjalanan jauh dari Galilee ke Bethlehem agar terjadi sebagai respon untuk satu sensus yang diperintahkan ketika “Quirinius adalah gubernur Syria.”

Karena sejarawan mengetahui, “satu-satunya sensus yang diatur ketika Quirinius menjadi wali di Syria hanya mempengaruhi Yudaea, bukan Galilee, dan terjadi pada tahun 6-7 M, sepuluh tahun pasca kematian Herodes Yang Agung.” Dalam kekhawatirannya untuk menghubungkan asuhan orang Galilee yang dianggap kelahiran Bethlehem, Lukas telah keliru dalam fakta-faktanya.

Sesungguhnya, kekhawatiran Lukas telah melingkupinya dalam beberapa hal yang sebenarnya tidak masuk akal, seperti tidak perlu berjalan sembilan puluh mil seorang wanita di hari-hari terakhir kehamilannya- sebagaimana itu adalah Yusuf keturunan Daud yang dianggap telah didaftarkan dalam kampung leluhur, bukan Maria orang Lewi.

Tapi jeleknya, Lukas telah dipaksa untuk membuat sebuah dislokasi universal untuk sebuah registrasi pajak yang sederhana: yang dapat membayangkan orang-orang Romawi mewajibkan jutaan [orang] dalam [wilayah] kekaisaran untuk perjalanan jauh dua puluh dari ratusan mil ke desa-desa millenium – leluhur hanya untuk menandatangi satu pajak. Tidak perlu dikatakan, tidak ada peristiwa seperti ini terjadi dalam sejarah kekaisaran Romawi, tetapi Mikha 5:2 harus digenapi. (Randel Helms, Gospel Fictions, pp. 59-60)

Error, sejauh ini, mungkin kelihatan agak marginal. Injil ketiga telah keliru mengenai sebuah sensus lokal di Yudaea dengan satu dekrit dari Augustus; Injil Lukas telah mencoba untuk mencatat tanggal cerita Quirinius, dimanapun, seperti yang dimiliki Matius, ceritanya terjadi ketika Herodes Yang Agung. Pada faktanya, akan menjadi sulit.

Disini ada satu kontradiksi pada cerita Lukas: Jika Quirinius adalah gubernur, sensus Romawi adalah kredibel tetapi Herodes adalah satu kesalahan.

Ada juga satu kontradiksi dengan cerita Matius: Jika Quirinius atau sensus Romawi adalah benar, Herodes adalah bukan raja dan cerita Matius dari Orang Bijak, pembantaian anak kecil yang tidak berdosa dan pelarian ke Mesir maka berdasarkan kronologis adalah tidak mungkin. Jika Herodes adalah raja, disana tak ada sensus menurut Caesar Augustus. Meskipun jika disana telah ada sebuah sensus, pandangan Injil ketiga ini akan menghadapi masalah-masalah berikutnya. (Robin Lane Fox, The Unauthorized Version: Truth and Fiction In The Bible (Penguin Books Ltd, 1991), pp. 30-31)

Meskipun registrasi seluruh warga negara Romawi dibuktikan pada tahun 28 SM, 8 SM, dan 14 M dan pendaftaran di provinsi-provinsi individual dari registrasi sensus untuk yang adalah bukan warga negara Romawi adalah juga dibuktikan, nyatanya sebuah sensus di seluruh Romawi dibawah Caesar Augustus adalah tidak diketahui berdasarkan sumber-sumber non-Perjanjian Baru.

Dan lagi, ada permasalahan historis terkenal terkait dengan penanggalan sensus versi Lukas ketika Quirinius adalah gubernur Syria, dan berbagai upaya untuk memecahkan kesulitan ini telah terbukti tidak berhasil. P. Sulpicius Quirinius menjadi wali dari provinsi Syria pada tahun 6-7 M ketika Yudea dianeksasi kedalam provinsi Syria. Pada saat itu, sebuah sensus provinsi Yudea digelar.

Jika Quirinius telah menjadi wali Syria sebelumnya, maka itu harus terjadi sebelum tahun 10 SM karena banyak wali Syria dari tahun 10 SM hingga 4 SM (kematian Herodes) yang telah diketahui, dan sebuah tanggal bagi sebuah sensus lebih awal dibawah Quirinius akan menciptakan masalah tambahan bagi penanggalan awal dari ministry Yesus (Luke 3:1, 23).

Satu legateship sebelumnya yaitu setelah tahun 4 SM (dan sebelum tahun 6 SM) tidak akan cocok dengan penanggalan kelahiran Yesus dizaman Herodes (Lukas 1:5; Matius 2:1). Lukas mungkin secara sederhana mengkombinasikan kelahiran Yesus di Bethelehm dengan kesamaran dari sebuah sensus dibawah Quirinius (lihat juga Acts 5:37) untuk menekankan signifikansi dari kelahiran ini bagi dunia Romawi secara keseluruhan: melalui anak yang lahir di Bethlehem maka damai sejahtera dan penyelamatan datang ke kekaisaran.(http://www.nccbuscc.org/nab/bible/luke/luke2.htm)

 “…Lukas memberitahu bagaimana sebuah dekrit keluar dari Augustus bahwa “seluruh dunia akan diregistrasi”. Masalahnya adalah bahwa secara historis ini tidak bisa ditelusuri….Sederhananya Yusuf dan Maria ke Bethelem demi alasan teologis. Mesias akan berasal dari keturunan Daud, dan jadi dari Bethlehem. Lukas mengatakan kelahiran Yesus terjadi ketika Quirinius adalah gubernur Syria.

Artinya adalah bahwa ini tidak terjadi sebelum tahun 6 SM, tahun yangmana kita tahu tatkala ia mengambil kantor [masuk kantor untuk pertama kalinya, ed]. Pada waktu yang sama, Matius mengatakan Yesus dipahami ketika Herodes Yang Agung adalah penguasa di Yudea.

Tetapi Herodes mati ditahun 4 SM! Pengarang misteri Yesus ini menyatakan bahwa keajaiban rillnya Maria, jika kedua referensi diambil dengan sungguh-sungguh, adalah “10 tahun kehamilan”. Bagi Matius, kampung halaman Yesus adalah Bethlehem. Bagi Lukas, kampung halaman Yesus adalah Nazareth. (Tom Harper, The Pagan Christ, pp. 125-126)

 “Meskipun narasi kelahiran Yesus dalam Matius dan Lukas memberikan kesepakatan diam-diam untuk yang tradisi Nazareth. Matius harus membangun satu alasan sehingga keluarga suci kembali ke Nazareth dari rumah Bethlehem dan tempat berkumpul orang Mesir, karena Matius tidak menyangkal asal usul Yesus Nazareth (Matt. 2:21ff). Lukas, yang mengasumsikan kebenaran dari sebuah rumah Nazareth bagi Yesus meskipun dalam kanak-kanaknya, harus mengembangkan sebuah narasi sehingga ibunya

Yesus keluar dari Nazareth sekurang-kurangnya pada momentum kelahirannya yang benar/ Jadi di Injil kita membaca sebuah pajak atau pendaftaran terjadi ketika Quirinius adalah gubernur Syria. Sekarang tidak ada literal dari sensus itu yang hampir secara universal ditolak karena berbagai alasan, tidak sekurang-kurangnya karena Quirinius tidak menjadi gubernur Syria, menurut catatan sekuler, hingga tahun 6-7 M, yang mana Yesus akan berusia sekitar 10 tahun.

Kedua, tidak ada catatan yang berasal dari sumber sekuler yang akan menunjukkan bahwa kembali ke tempat asal usul leluhur diwajibkan di setiap sensus atau untuk setiap bentuk perpajakan. (John Shelby Spong, Resurrection: Myth of Reality hal. 172)

4. Ujian Iblis Terhadap Yesus Di Puncak Gunung Adalah Isapan Jempol Belaka (Hanya menjadi ejekan semata tentang kualitas Yesus sebagai “Tuhan”)

Cerita bahwa Iblis menguji Yesus dengan membawanya ke puncak gunung tertinggi sehingga ia dapat melihat semua kerajaan dunia dari puncak gunung (lihat Matius 4:7-8), adalah sangat tidak logis. Omong kosong!

Karena bagaimana mungkin kita dapat melihat seluruh dunia dari puncak gunung, meskipun itu adalah gunung tertinggi diseluruh dunia. Ingatlah bumi adalah bulat seperti telur, bukan datar. Jadi meskipun kita pergi ke puncak gunung tertinggi dunia di Himalaya, kita tidak dapat melihat seluruh bentuk permukaan bumi.

5. Tidak Ada Penyaliban Yesus

Orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus (lihat Yoh 8:57): “Umurmu belum sampai lima puluh tahun dan engkau telah melihat Abraham” Seandainya Yesus masih berusia tiga belas tahun, orang-orang Yahudi akan berkata: “Umurmu belum sampai empat belas tahun,” dan tidak akan berkata: “Umurmu belum sampai lima puluh tahun,”….; jadi, seandainya Yesus disalib ketika itu pastilah ia berusia sekitar lima puluh tahun, tetapi, sebagaimana kita kemukakan ditempat lain… tidak ada bukti apapun, dalam buku, inskripsi, atau monumen, bahwa Yesus dari Nazareth dicambuk atau disalib dizaman Pontius Pilatus. Josephus, Tacitus, Pliny, Philo, tidak juga dari mereka, yang menyatakan fakta adanya penyaliban ini. (T.W. Doane, Bible Myths and their Parallels in other Religions, hal. 516)

Pada abad ke-19 seorang sarjana terkenal, Rabbi Wise, meneliti catatan-catatan dari pengadilan Pilatus, masih dapat ditemui, untuk membuktikan ‘pelaksanaan eksekusi’ ini. Ia tak menemukan apapun. (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, p. 343). Tidak ada verifikasi dari tulisan-tulisan sejarawan seperti Philo, Tacitus, Pliny, Suetonius, Epictectus, Cluvius Rufus, Quintus, Curtis Rufus, Josephus.

 “Penyembahan dewa-dewa yang menderita ditemukan disemua sisi, dan kepercayaan pada penyiksaan korban di ritus pengorbanan manusia untuk penebusan dosa adalah sangat umum. Dewa-dewa Osiris, Attis, Adonis, Dionysos, Herakles, Prometheus, dan yang lainnya, telah menderita demi umat manusia; dengan demikian Hamba Yahweh juga dipahami harus disakiti demi dosa-dosa manusia. Tetapi sebagaimana Saya katakan, konsepsi ini telah menerobos kedalam background di hari-hari Yesus” (The Paganism in Our Christianity, Arthur Weigall, 1928, hal. 106)

6. Tidak Mngkin Yesus Mati Pada Hari Jumat Atau Malam Sabtu

“Tidakkah aneh bahwa penyaliban seharusnya terjadi selama Paskah Diantara orang-orang Yahudi, ini adalah peristiwa paling sakral. Bagi mereka untuk menyalibkan siapapun orangnya pada waktu ini, mereka akan melanggar sekurang-kurangnya tujuh dari hukum agama mereka. Mengapa mereka kemudian melanggar kesucian dengan menjadi pembunuh” (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal. 345)

 “Kesulitan terbesar dari sudut pandang dari prosedur Yahudi berkenaan dengan menghukum adalah hari dan waktu eksekusi tsb. Menurut Injil-injil tsb, Yesus mati pada hari jumat, malam Sabbath. Namun pada hari itu, dalam pandangan dari pendekatan Sabbath (atau hari libur), eksekusi-eksekusi terakhir hingga paling akhir pada sore adalah hampir tidak mungkin (Sifre, ii. 221; Sanh. 35b; Mekilta to Wayaḳhel). (Jewish Encyclopedia Online)

7. Benarkah Yesus Mati Disalib?

Penyaliban adalah sebuah proses pembunuhan yang lamban. Kematian biasanya memakan waktu beberapa hari. Kematian dimulai dari kehausan, ketidakmampuan untuk bernafas sebagai hasil dari posisi tegak atau diserang oleh binatang liar. Mengapa Yesus, yang sedang fit dan sehat berjalan ke desa yang berjarak jauh, kematian begitu cepat hanya menunggu beberapa jam saja

Pada tahun 297 M, atas perintah Kaisar Maximian, tujuh orang Kristen di Samosata disiksa dan kemudian disalib. Menurut Alban Butler, (5) di Hipparchus [satu dari mereka], seorang tua yang dihormati, mati disalib dalam waktu pendek.

James, Romanus, dan Lollianus, mati di hari berikutnya ditikam oleh tentara-tentara sambil digantung disalib-salib mereka. Philotheus, Habibus dan Paragrus diambil dari salib-salib mereka ketika mereka masih hidup.

Kaisar diberi informasi bahwa mereka masih hidup, memerintahkan paku-paku besar untuk diarahkan ke tangan. Ada sejumlah kasus di mana orang disiksa secara kejam, kemudian disalib dengan posisi kepala dibawah, namun bertahan hidup (survive) selama 24 jam atau lebih.  http://custance.org/old/incarnation/7ch2.html

8. Benarkah Cuka Membuat Orang Lekas Mati?

Cuka (vinegar) mempunyai sebuah efek stimulus, tetapi mengapa setelah Yesus makan cuka, justru membuat ia lekas mati, padahal sebelum ia makan cuka, kondisi tubuhnya masih fit (Lihat Yohanes 19:29)

9. Rekayasa Sosok Pilatus

Injil-injil menggambarkan Pontius Pilatus sebagai orang yang baik hati dan segan untuk melaksanakan penyaliban Yesus. Tetapi sejarah menceritakan gambaran yang berbeda tentang dirinya. Ia adalah seorang penguasa atas wilayah Yudea dari tahun 26-36 M, dan ia adalah orang yang kejam dan korup. Mengapa tidak ada kritik baginya dalam Injil-injil

Sebaliknya, ditampilkan oleh Philo dan Josephus, Pilatus “adalah subyek dari tradisi negatif lebih daripada kepala daerah lainnya dan procurator-procurator (orang-orang yang dikuasakan),” jadi pencipta-pencipta dari narasi penderitaan [Yesus] orisinil tidak mempunyai alasan untuk tidak menyebut Pilatus melalui nama dan untuk mencelanya.

Situasi ini diubah pada periode setelah revolusi orang-orang Yahudi pertama dalam tulisan-tulisan Matius dan Lukas, yang mana Pilatus dibebaskan dari tuduhan dan pendeta tertinggi dinamai tanpa keragu-raguan. http://earlychristianwritings.com/passion.html

Jadi kita dapat ketahui bahwa Injil-injil kanonik telah memalsukan sejarah karena mereka menggambarkan Pilatus sebagai seorang baik hati padahal sejarah menggambarkannya sebagai orang jahat. Namun Gereja koptik di Ethiopia justru menyatakan Pilatus sebagai orang kudus.

10. Kebiasaan Romawi Tidak Mengenal Pembebasan Narapidana

Cerita mengenai Barabbas yang dibebaskan sebagai bentuk pertukaran bagi Yesus adalah diduga fiksi. Injil-injil menggambarkan sebuah kebiasaan Romawi untuk membebaskan seorang narapidana selama perayaan Paskah, tetapi sejarah Romawi tidak mencatat adanya kebijakan seperti ini.

Di semua riwayat Perjanjian Baru, Pilatus ragu-ragu untuk menghukum Yesus hingga kerumunan Yahudi menyatakan tegas. Beberapa kalangan telah menyarankan bahwa ini mungkin satu upaya oleh percekcokan orang-orang Kristen awal untuk menjilat pantat dengan Roma melalui penempatan menyalahkan bagi eksekusi Yesus pada Yahudi, dan bahwa itu adalah bagian dari proses oleh yangmana Kristen Paulinistik marginalis masih memperhatikan Yahudi Kristen dari orang yang mengelak (orang-orang Ebion) (http://www.answers.com/Pontius%20Pilate)

Cerita Barabbas mempunyai signifikansi sosial yang spesial, karena cerita ini telah sering digunakan untuk menimpakan kesalahan Penyaliban pada orang-orang Yahudi dan membenarkan paham anti-Semit. Sebanding, signifikansi sosial dari cerita ini untuk para pendengar awal adalah bahwa cerita ini membersihkan kesalahan yang melekat pada kekaisaran Romawi, menghapus satu hambatan sehingga agama Kristen secara resmi diterima. (http://en.wikipedia.org/wiki/Barabbas)

Jadi, cerita mengenai Barabbas sengaja dibuat untuk membebaskan tuduhan yang melekat pada orang-orang Romawi dan menyerahkan beban kesalahan hanya kepada orang-orang Yahudi.

Problem yang dihadapi oleh Injil-injil kanonik tidak hanya mengenai masalah kepengarangan yang anonim, Injil-injil ini nyatanya bukanlah disusun oleh para pengikut Yesus. Bahasa asli Injil-injil kanonik ini adalah Yunani, bukan bahasa Ibrani dan Aramaik, dan diproduksi di kota-kota tempat kediaman bangsa non-Yahudi seperti Roma dan Smyrna.

Tiga injil sinoptik menyatakan Yesus ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh Sanhedrin pada malam Paskah. Ini bukanlah sejarah riil karena Sanhedrin, berdasarkan hukum Yahudi, dilarang untuk bertemu selama paskah, Injil-injil ini menyatakan bahwa penangkapan dan penghakiman terjadi pada malam, tetapi Sanhedrin “dilarang untuk bertemu pada malam, di rumah-rumah pribadi, atau dimanapun diluar batas kuil.” (Holy Blood, Holy Grail 349).

Tidak logisnya catatan historis lain dalam cerita penyaliban Yesus adalah pemindahkan tubuh Yesus dari salib. Menurut hukum Romawi pada waktu itu, seorang pria/wanita yang disalib tidak boleh dikubur. Siterhukum harus ditinggalkan di sana untuk burung-burung pemakan bangkai, atau binatang lain, sebagai bentuk penghinaan atas eksekusi ini.

11. Hukuman Bagi Pencuri Bukan Disalib!

Riwayat Perjanjian Baru mengenai penyaliban menyatakan bahwa ada dua orang pencuri yang disalib bersama Yesus. Penyaliban tidak pernah dijatuhkan kepada pencuri.

Kelahiran Yesus

Sekarang, mengapa Yesus harus dilahirkan di Bethlehem? Apakah ini juga untuk menggenapi sebuah ramalan sebelumnya, atau hanya karena untuk sebuah dekrit pajak? Kedua-duanya tidak. Yesus lahir di Bethelem untuk alasan sama [dimana] Yusuf dan Daud juga dilahirkan. Bethelehem adalah “rumah roti” mistik (sumber dari planetary substance). Jadi, tempat terjadinya peristiwa ini tidak historis melainkan dirancang untuk menggenapi keseluruhan cerita sedemikian rupa.

Ketika kita melihat dari sisi historis, ini menjadi jelas. Menurut riwayat, Herodes adalah raja pada the alleged time, 1 Masehi, tetapi menurut pengetahuan ilmiah sekarang, Herodes mati sekurang-kurangnya empat tahun sebelum [peristiwa] ini. Menurut Lukas, Cyrenius adalah gubernur Syria selanjutnya, tetapi menurut catatan orang-orang Syria bukan dia. Ada, tetapi, seorang Quirinius, yang memerintah dari tahun 13-11 SM. Jadi, kedua kalender atau Injil-injil adalah salah, beberapa kalangan mengatakan sebanyak dua puluh tahun.

Kekacauan mengenai penanggalan mengimplikasikan ketidakpastian kepengarangan yang jauh sesudahnya, yang mengkonfirmasi pernyataan kita bahwa Injil-injil ini tidak ditulis sampai dengan abad kedua atau ketiga. (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal. 306)

 “Penginjil tidak punyai andil bagi penelitian historis, karena kita tahu itu” (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 153)

*Sumber: Answering Christianity
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ensiklopedia Muslim, Kristology dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

34 Balasan ke Kesalahan Injil yang Sulit Untuk Direvisi

  1. hk wahyudi berkata:

    Kepada penulis diatas Kesalahan Injil Yang Sulit Direvisi, coba katakan Yesus InjilMu sontoloyo !!!! yang keras dengan iman yang anda miliki dan tunggu jawabannya ……………..Dia baik Koq, selama 17 th (tujuh belas tahun) ya 17 tahun…………, aku adalah seorang pembenci Yesus setengah mati, belum sampai mati lho, kalau mati bagaimana saya membencinya, pada umur 35 tahun baru aku menerima DIA dengan menangis ya menangis dengan ditonton orang, malu juga sih ………………hidupku berubah total seperti aku nggak takut mati, dulu aku sangat takut untuk mati demikian dulu takut ditempat gelap sekarang hayoooooooooo kemana kita, benci sama yang namanya zina, aku pernah beberapa kali diajak tidur olehy wanita yang terhormat jawabku no wayyyyyyyy……………pokoknya aku cinta banget sama Yesus ……………..sampeyan siap mati ? setan aja takut mati ? Sampeyan kalau sudah mati anda mau kemana ????? dua pilihan neraka atau surga !!!!!!! ……….Akulah kebangkitan dan hidup, itulah kataNYA…………….Dia tahu koq jalannya, jangankan ke Amerika Serikat, London, Paris………… ke Surga aja DIA tahu …………..bagaimana anda ? Siap mati ……..? tunggulah kalau ingin cepat mati ……….

  2. Hi..hi…ak wahyudi,ko jadi sewot ya?kalau mau marah yang ilmiah,biar kbodohan buta anda tidak terlihat…sakit ya?kt juga cinta yesus,dia jg nabinya umat muslim,ga da yg benci isa,bung….justru org2 yang ngaku kristen udah merubah kitab anda sendiri,dan YESUS BUKAN TUHAN, dia hanya nabi……..so lebih baik anda plajari ayat dm ayat dlm injil,agar anda paham kacaunya alkitab,dan memahami dgn keilmuan bhwa ajaran kristiani bukan sperti yang alkitab kanonik ajarkan……hi….hi…….

  3. michael berkata:

    Kita perlu bertanya, “Mengapa banyak orang Mukmin di seluruh dunia berziarah ke kuburan orang sakti (tempat keramat)”? Walaupun Islam sudah berada di Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Iran, Iraq berabad-abad lamanya, mengapa banyak pengikut Islam berfokus pada sembahyang di depan orang yang mati? Bukankah ini karena ajaran Tauhid meyakinkan umat bahwa Allah terpisah jauh dari manusia. Allah tersendiri, terpisah dari kita.

    Allah tidak dikenal oleh manusia. Dia tersendiri. Orang Sufi berusaha mengatasi doktrin ini dengan mengatakan “Allah lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya.” (QS 50:16). Tetapi pada umumnya Allah SWT dianggap tersendiri, jauh nun di sana dan terpisah dari manusia.

    Konsep Allah Tri-Tunggal mengatasi masalah ini. Kalimat Allah, yaitu satu oknum dari Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, menjelma menjadi manusia. Ia tinggal di antara kita. Kita tahu siapa Dia, yaitu Isa Al-Masih. Ketika Ia kembali ke sorga, Roh Allah turun dan memenuhi hati setiap orang percaya, “. . . Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’” (Injil, Galatia 4:6). Orang yang sudah menerima keselamatan melalui Isa Al-Masih tidak mungkin bersembahyang ke kuburan! Mengapa? Karena Allah sudah berkomunikasi dengan mereka setiap hari melalui Roh Allah yang mendiami hati mereka.

    • tomo berkata:

      ancur..alkitabnya di kotak-katik… tambal sana-sini. nggak cocok buang, nggak cocok lagi ubah.. nggak cocok lagi tambahi, nggak cocok lagi ganti. kalau mau bukti perubahan yg terjadi pada alkitab coba bandingkan alkitab revisi pertama oleh raja james dengan revisi paling akhir sekarang.

    • tomo berkata:

      satu lg. dalam islam mengkeramatkan kuburan itu dilarang coy… yg kamu lihat itu cuma umat islam yg melanggar aturaan islam itu sendiri

    • casper berkata:

      hei itu mah orang muslim “ktp” yang begituan, berziarah itu sebetulnya untuk mengingatkan kita kpd kematian agar kita semua terhindar dari petaka setelah mati dan berbuat baik toh nasib manusia nantinya ditanggung manusia sendiri, kalo semisal ditanggung oleh Yesus ato katamu Jelmaan dari Allah maka kamu secara tidak sadar menanggungkan dosa mu pada Allah yang seharusnya tuhanmu(sepertinya Allah disitu tidak maha kuasa bangetzz)
      ya tersendiri kenapa tersendiri karena Allah “tidak diciptakan” kita kan cuma berupa “materi” yang diciptakan dan pasti akan mati
      “Allah telah menyuruh roh (Anaknya). kawin ma siapatuh?
      kalo misalnya dengan tri tunggal kenapa Allah harus menyuruh Allah?

      • pfftt berkata:

        lah yang namanya ziarah mah bukan sembahyang, tapi mendoakan.. dan setiap orang yang mendoakan orang lain (terlebih dalam hal ini ulama), maka akan didoakan lagi oleh malaikat.. bukan sembahyang ke kuburan -_____-

  4. tomo berkata:

    memang Allah maha pintar mengatur siasat, Dia pasti tahu islam akan menghadapi banyak tantangan, sehingga Dia membuat Alquran yg gak bisa diubah-ubah lagi, tapi masih cocok dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern zaman sekarang.
    beda dengan alkitab karena harus mengikuti perkembangan zaman harus dikutak-katik

    • jancuker berkata:

      mas udah baca sejarah?quran dikumpulkan pertama oleh abu bakar.saat dikumpuljan qirat (penghafalnya tinggal 70 an orang akibat perang yamami.ayat rajamnya yg disimpan aisyah istri muhamad sdh hilang dimakan kambing.bukti kesahihan dari qirat yg tinggal 70 orang.beberapa ayat yg kurang bukti disisihkan.kenapa kurang bukti.saksi kurang (krna mati xaat perang yamami.) nah dari situ abu bakar tdk berani menyimpan quran yg belum di koreksi.krna takut jetahuan belangnya.diperintahkannya membakar yang lain.koreksi kedua dilakukan usaman.diapun mengalami hal sama. qiratnya berkurang krna mati.dikurangilah isi quran yg hnya memuat yg ada aaksi cukup.sisanya dibuang krna kurang saksi.ada yg ilang ustman hnya memberi tnd baca.ah tidak,qurang revisi ustman berbeda jauh dgn quran kuno di madjjid sanaah yg umurnya menurut uji karbon lebih tua dari ustman.makanya ustman memerintahkan quran yg gak sama dgn miliknya dibakar.takut ketahuan belangnya.ini aja modusnya.quran sanaa adalah fakta bahwa quran telah diselewengkan ustman.xari quran yg belum dirubah dan bandingkan dgn quran sekarang.gak akan bisa krna buktinya dihilangkan ustman.menghilangkam bukti adalah tndakan pidana.
      quran telah berubah dan yg anda pegang adalh perubahan terakir.bohong klau dijaga krna faktanya berubah tdk sekedar tnda baca tapi banyak hal.
      coba buktikan di penelitian Puin atas.biaya pemerintah yaman.

      • Arief berkata:

        Dari mana dapatnya tuh… Buku apa? Hahaha ada2saja

      • BanggaSeorangMuslim berkata:

        Dari mana sumbernya tulisan anda? Bisa kasih referensi yg anda pakai utk tulisan anda? Puin itu siapa? Bisa anda jelaskan tulisan anda lebih ilmiah? Maaf ya kitab kami murni diturunkan dari Alloh Subhanahu Wata’ala. Bukan hasil karangan manusia yang bisa di tambah2 atau direvisi sesuka hati yang kalo dirasa gak cocok bisa diganti2.

  5. Masbro berkata:

    Allahu akbar…..
    Allahhu akbar…..
    Allahu akbar……
    Mantabbbssss……
    Wahai para pengikut syaitan!!!!
    Mikir pake otak!!!pinteran dikit ngapa?

  6. weslah berkata:

    ngomongnya jngn di sini.anda umumkan pd ahli ahli arqeologi dan sejarah bahwa alkitab bohong.skarang digantii rujukan sejarahnya pakai buku 1000 an tinggal satu mimpi lagi.quran.herodes gak pernah biunuh anak 2 th ke bwh?.anaknya sendiri dibunuh apalagi anaak orang terjajah.klau gak gitu kaisar agustus tdk pernah ang lbh beruntung jd babi herodes dari pada jadi anaknya.bacanya jngan hnya dari Josevius!aca catatan romawi juga.Yosefius pun pernah menulis pembunuhan krna ketakutan herodes akan kedatangan raja yahudi.dmpi hari ini sejarawan sedunia masih menggunakan alkitab sbgai rujulan sejarah.gak kayak buku mimpi anda yg cerita masjid al aqsa di yerusalem.al aqsa dibangun umar bin qotob dari serambi salomo.serambi salomo hancur abad ke 2.nabimu dulu ke WC ketiduran mimpi ke Yerusalem.makanya jngn kebanyakan baca buku tafsir mimpi.dibilang bulan dibelah dua percaya aja.

  7. Tanpa Emosi berkata:

    gak usah jauh2 , , di jesus seminar (terdiri dari para ahli sejarawan , pendeta , arkeolog dan ahli2 lainnya dan mereka sndri Kristen) , menyatakan kalo 82% injil itu tidak asli dan bukan ucapan yesus sendiri
    — ayat “akulah jalan hidup , siapa tidak bla bla bla” adalah warna HITAM yg artinya tidak pernah diucapkan
    yesus ,,
    Gmn komentrmu?

    • pairyn berkata:

      yesu seminar?hahaha.yeaus seminar abad berapa mas yesus hidup abad berapa?maen duga dugaan dipercaya.
      klau berani uji lagi quranmu dgn gaya ustman nguji,
      semua ayatnya gak sahuh krna qiratnya udah gak ada.!!!!!hahahaha

      • Si Endo berkata:

        maaf saya tangtang anda untuk berdebat secara ilmiah mau, satu pertanyaanku mengapa yesus pake kolor kan itu pun juga mengeluarkan aurat gak boleh didalam ajaran kristen

    • bego berkata:

      yezus seminar abad berapa mas?di yesus seminar itu semua diduga mas.yesus hidup abad 1.sapa bilang sensus.gak ada.pembantaian bayi gak ada.anda salah baca buku.yosefus.vlavius mencataf hal itu.kalender yulian dimulai abad 1. kaisar agustus mengomentari kejadianpembunuhan bayi dgn.ungkapan “lbh beruntung jd babi herodes dari pad jjadi anaknya.anak herodes adalah satu korban pembantaianbayi saat itu.
      coba quranmu?gak mengandung kesalahan sejarah?gak lulus aejarah.kejadiannya gak cocok dgn buku sejarah manapun.mau al aqsa yg trnyata dibangun umar puluhan th pasca muhamad mati di bangun di bekasserambi salomo yg hncur abad 1 mau zulkarnaen ketemu ibrahim naik haji.iskandar zulkarnaen hidup kapan ibrahim hidip kapan ?beda ratusan tahun.mekah saat itu kota apa mas? ngawur.klau beberapa cerita injil tdk dicatat itu krna begitu lengkapnya injl tp ceritanya masih nyambung.ada.lbh dari 5 sejarawan abad 1 yg mrncatat kejadian diinjil meski mereka menyebut Yesus sebagai filsuf yg disalib.

      • Si Endo berkata:

        maaf saya tangtang anda untuk debat dengan saya mau ga, satu pertanyaan saya kenapa selalu ada revisi dalam injilmu jawabya kalu kamu memang pintar tapi kayanya kamu bodoh deh

  8. Capek capek narasi sekian panjang taqiya islam menganulir injil2 tentang yesus, tapi lucunya bahan yang buat anulir injil injil tersebut ternyata hanya ocehan muhamad yang kumat ayan saat di klaim terima wahyu, dan lucunya islam, nabinya itu juga ternyata nyambi jadi kepala rampok dan preman mekah, masa ada sih menjadi nabi nyambi perampok.

    • pfftt berkata:

      Kalau saya sih milih agama yang gak menganggap Tuhannya bodoh.. Al-Kitab katanya firman Tuhan, Tuhan mana ada yang salah ?? Tapi ini kok direvisi Al-Kitabnya.. Berarti kristen menganggap Tuhannya Bodoh dan salah dong… Kalo kami sih gak pernah ganti-ganti kitab kami soalnya itu Firman2 Asli dari TUHAN yang PASTI BENAR dan gak BODOH..

  9. aisyah ashgaf berkata:

    injilmu bisa lihat msa dpan kgak kya al-qur’an..ehh pra nasrani asal lu tau aja..al-qur’an adl penerang mnuju jlan k surga.masa allah allahuakbar subhanallah..laillahailallah…..wasalamu’alaikum.salam sejahtera smoga allah mmbuka hati bgi umat2x yg salah jlan smoga kalian dberi hidayah oleh allah amiin allahuma amiin ya robbal alamin…

    • jancuker berkata:

      bu
      baca wahyu ya di sana ditulis mulainzwal smpai akhir. jmn.klau menurut quran yg terjjadi ke depan.apa, berani gak nulis.klau udah kejadian.dicocok cocokkan ya bnyak.saya juga bisa

  10. welehh welehh dripda debat sno debat sni..berdo’a aja ma allah..beri petunjuk yg terbaik..klau aq sih.agamamu agamamu agamaku agamaku..so g ush debat bla bla bla..klo bwt aq ALLAH lah tuhanq.smpe mati jga aq bkal membelah agamaku.i love islam
    allahuakbar..allahuakbar..allahuakbar..salam ukuwah islamiyah

  11. al-qur’an penerang jlan hidupq..masa allah allahuakbar..sontoloyo pra nasrani nee..bisax cma njiplak2 yg ga bner..bisax cma ngjelekin agama islam doang..woyyy agamamu agamamu agamaku agamaku..islam agama yg damai gak kyaa agama lo..tuhan lo d salip koq kgak d tulungin sih..kasian taaaaooookk udh pkek clna dlem doang..kasian tu ank orang

  12. allahuakbar…aq ttap mmbela agamaku..nabiq muhammad tuhanq allah..kgak ada duax dahh..subhanallah

  13. jancuker berkata:

    klau catatan lain tdk ada tp.ada di satu buku.bukanberarti dongeng krn injil sendiri sdh 4 pencatat.artinya injil.lbh lengkap.
    hebat!
    klau quran bkn tdk didukung.tp gak cocok.
    artinya ngawur.
    buktinya ahli sejarah.menggunakan biblika library sebagai referensi.klau quran dipakai kaum klenik yg mgawurpun gak apa apa.cerita bulan terbelah masjid al aqsa zulkarnaen adalah cerita ngawur setekah minum ciu.al aqsa bangunan yg dibangun umar bin qatab pasca perang salib (muhamad sdh mati) dari bdkas serambi salomo yg runtuh abad pertama.(josevus vlavius).kd mana nabi muhamad saat itu? bangunannya belum ada tp dia ceritaada pilarnta.Nabi pembohong atau lagi on

  14. jancuker berkata:

    Yesus Kristus Seorang Tokoh Sejarah 

    Dalam sebuah debat yang disponsori oleh dewan mahasiswa sebuah universitas midwestern, lawan debat saya seorang calon anggota kongres dari Partai Buruh Progresif (Marxist) di New York, mengatakan dalarn kata pembukanya: “Para sejarawan dewasa ini dapat dikatakan telah menghapuskan Yesus Kristus dari sejarah … ” Saya nyaris tidak mempercayai telinga saya (tapi saya bersyukur sesudahnya, karena 2.500 orang mahasiswa yang mendengarnya segera menyadari bahwa dia tidak membuat persiapan apa pun tentang sejarah). Kebetulan saya membawa catatan dan dokumentasi ini sebagai bahan sanggahan saya.Pasti bukan sejarawan (mungkin ada beberapa ekonom) yang mempropagandakan teori bahwa Yesus Kristus adalah sebuah mitos. 

    Sebagaimana yang dinyatakan dengan tepat sekali oleh F. F. Bruce, profesor Rylands dalam penelitian kritis dan penjelasan Alkitab dari Universitas Manchester: 

    “Beberapa pengarang boleh saja bermain-main dengan suatu ‘mitos Kristus,’ tetapi mereka tidak melakukannya berdasarkan bukti-bukti sejarah. Bagi sejarawan yang tidak memihak, latar belakang sejarah Kristus adalah sarna pastinya dengan latar belakang sejarah Julius Caesar. Jadi yang mempropagandakan teori ‘mitos Kristus’ pasti bukan scjarawan.” 2/119 

    Otto Betz menyimpulkan bahwa “tidak ada ilmuwan serius yang berani mencoba-coba mengajukan teori tentang ketidaksejarahan Yesus.” 1/9 

    I. Sumber-sumber Kristen untuk Mendukung Kesejarahan Yesus 

    a. DUA PULUH TUJUH DOKUMEN PERJANJIAN BARU YANG BERBEDA 

    John Montgomery bertanya: 
    “Jadi, kalau begitu, apa yang diketahui seorang sejarawan tentang Yesus? Yang paling utama dia tahu bahwa dokumen-dokumen Perjanjian Barn dapat dipercaya untuk memberikan garnbaran yang akurat tentang Dia. Dan dia tahu bahwa garnbaran ini tidak dapat diubah-ubah menurut pikiran yang muluk-muluk, praduga filosofis, atau rekayasa kesusasteraannya.” 6/40 

    b. BAPA-BAPA GEREJA 

    Polikarpus, Eusebius, Irenaeus, Ignatius, Justin, Origenes, dan lain-lain. 

    II. Sumber-Sumber di Luar Alkitab untuk Mendukung Kesejarahan Yesus Kristus 

    a. CORNELIUS TACITUS (Iahir 52-54 sM) 

    Seorang sejarawan Roma, pada tahun 112 M, Gubemur Asia, menantu pria Julius Agricola yang menjadi Gubemur Britania pada tahun 80-84 M. Ketika menu lis tentang pemerintahan Nero, Tacitus menyinggung tentang kematian Kristus dan keberadaan orang-orang Kristen di Roma: 

    ”Tetapi tidak ada pertolongan yang datang dari seorang manusia, tidak pula anugerah yang dikaruniakan putra mahkota, atau korban silih yang dipersembahkan kepada dewa-dewa, yang dapat menyelamatkan Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi, untuk menghentikan desas-desus itu, dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci oleh karena kejahatannya. Kristus, yang menjadi pendiri kepercayaan itu, telah dihukum mati oleh Pontius Pilatus, wali negeri Yudea di bawah pemerintahan Tiberius: tapi kepercayaan tahayul yang merusak itu, setelah mereda untuk sementara, bangkit kembali, bukan hanya di Yudea, di mana kejahilan itu berasal, tapi juga di seluruh Kota Roma.” Annals XV. 44 

    Tacitus menyinggung lebih jauh tentang kekristenan dalam fragmen-fragmen tulisannya Histories, ketika mengupas tentang pembakaran Bait Allah Yerusalem pada tahun 70 M, yang diabadikan oleh Sulpicius Severns (Chron. ii. 30.6). 

    b. LUCIANUS DARI SAMOSATA 

    Seorang satiris dari abad ke-2, yang berbicara dengan sinis tentang Kristus dan kekristenan. Dia mengaitkan Yesus dengan sinagoge-sinagoge di Palestina dan menyebut Kristus sebagai “. . . orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia . . . Selanjutnya, pemimpin mereka yang pertarna-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara setelah mereka menyeberang sekali dan untuk selama-lamanya dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang disalibkan itu sendiri serta menaati hukum-hukumnya” The Passing Peregrinus. 

    Lucianus juga beberapa kali menyinggung tentang orang-orang Kristen dalarn bukunya Alexander the False Prophet, unit 25 dan 29 

    c. FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M) 

    Seorang sejarawan Yahudi yang menjadi seorang Farisi pada usia 19 tahun; pada tahun 66 M dia menjadi komandan pasukan Yahudi di Galilea. Setelah tertangkap dia ditempatkan di markas besar Romawi. Berikut adalah kata-katanya yang banyak dikutip dan diperdebatkan: 

    “Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia, karena dia adalah pelaku berbagai perbuatan yang luar biasa, pengajar orang-orang yang menerima kebenaran dengan sukacita. Dia telah menarik banyak orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi. Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukurnnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari yang ketiga; sebagaimana yang telah diramalkan oleh para nabi Allah sarna seperti puluhan ribu hal lainnya ten tang Dia. Dan kaum Kristen, yang dinarnai demikian menurut namanya, belum juga punah sampai hari ini.”Antiquities. xviii.33. (Awal abad kedua) . 

    Teks Arab dari perikop di atas adalah sebagai berikut: 

    ”Pada masa ini hiduplah seorang pria bijaksana bemama Yesus. Prilakunya baik, dan (Dia) dikenal hidup suci. Banyak orang, baik Yahudi maupun bengsa-bangsa lain yang menjadi murid-Nya. 

    Pilatus menghukum-Nya untuk disalibkan sampai mati. Dan mereka yang telah menjadi murid-Nya tetap setia kepada-Nya. Kata mereka Dia telah menampakkan diri kepada mereka tiga hari setelah di¬salibkan dan bahwa Dia hidup; jadi, mungkin Dia adalah Mesias yang tentang-Nya para nabi telah memberitakan berbagai keajaiban.” 

    Perikop di atas ditemukan dalam naskah Arab yang berjudul: 
    “Kitab AI-Unwan AI-Mukallal Bi-Fadail Al-Hikma Al-Mutawwaj Bi-Anwa Al-Falsafa AI-Manduh Bi-Haqaq AI-Marifa.” Terjemahannya kira-kira adalah: Kitab Sejarah yang Dituntun oleh Segala Unsur Kebijaksanaan. Disempumakan oleh Filosofi dan Diperkaya oleh Kebenaran dan Pengetahuan.” 

    Naskah di atas yang digubah oleh Uskup Apapius pada abad ke-l0 berisi sebuah unit yang dibuka dengan kata-kata: “Kami temukan dalam banyak buku karangan para ahli filsafat bahwa mereka menyinggung tentang hari ketika Kristus disalibkan.” Lalu dia memberikan beberapa kutipan dari beberapa pengarang kuno. Ada yang sudah dikenal oleh para cendekiawan modem ada yang belum. 8/hlmn 

    Kita juga menemukan rujukan kepada Yakobus saudara Yesus dalam tulisan Josephus. Dalam Antiquities XX 9:1 dia menggarn¬barkan perbuatan imam agung Ananus: 

    “Tetapi Ananus yang lebih muda, seperti yang kami katakan, diangkat menjadi imarn agung, mempunyai watak yang berani, dan agak nekad; dia menganut aliran Saduki, yang paling keras dalam menjalankan hukum di antara orang Yahudi, sebagaimana yang telah kami tunjukkan. Jadi, karena Ananus telah memegang kekuasaan itu, dia berpikir bahwa sekaranglah saat yang paling tepat, setelah Festus wafat, dan selagi Albinus masih dalam perjalanan; maka dia membentuk dewan hakim, dan membawa ke hadapan mereka saudara Yesus yang disebut Kristus, yang namanya adalah Yakobus, serta beberapa orang lainnya, dan menuduh mereka sebagai pelanggar hukum, dan menyuruh agar mereka semua dilontari batu.” 2/107 

    d. SUETONIUS (120 M) 

    Juga seorang sejarawan Roma, pejabat istana di bawah Hadrianus, penulis sejarah Imperial House. Dia mengatakan: 
    “Karena orang-orang Y ahudi terus menimbulkan kerusuhan atas hasutan Chrestus (ejaan lain dari Kristus), mereka diusir dari Roma.” Life of Claudius, 25.4 

    Dia juga menulis: “Nero menjatuhkan hukuman ke atas orang¬orang Kristen, yaitu sekelompok orang yang menganut suatu tahayul bam yang jahat.” Lives of the Caesars, 26.2 

    e. PLINIUS SECUNDUS, PLINIUS YANG MUDA 

    Sebagai Gubemur Bitinia di Asia Keeil (112 M), Plinius menu lis kepada Kaisar Trayanus meminta pendapat tentang bagaimana harus memperlakukan orang-orang Kristen. 
    Plinius menjelaskan bagaimana dia telah membunuh baik lelaki maupun wanita, anak lelaki atau anak perempuan. Sudah begitu banyak yang dibunuhnya sehingga dia ragu apakah dia hams terus rnernbunuh mereka yang kedapatan sebagai orang Kristen, atau hanya membunuh orang-orang tertentu saja. Plinius menjelaskan bagaimana dia telah memaksa orang-orang Kristen untuk menyembah patung-patung Trayanus. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia juga telah “memaksa mereka menyumpahi Kristus, yang tak mungkin dilakukan seorang Kristen sejati.”Dalam surat yang sarna dia mengatakan tentang orang-orang yang diadili: 

    “Namun terbukti bahwa semua kesalahan mereka, kekeliruan mereka adalah bahwa mereka mempunyai kebiasaan untuk berkumpulpada hari-hari tertentu sebelum hari terang. Mereka akan menyanyikan lagu-Iagu pujian kepada Kristus seperti kepada dewa, dan mengikat sumpah dengan sungguh-sungguh bukan untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi untuk tidak menipu, mencuri, berzina, bersumpah palsu, tidak berkhianat bila mereka harns mempertanggungjawabkannya.” Epistles X.9 

    f. TERTULIANUS 

    Ahli teologi dan hukum dari Karthage. Dalam pembelaannya terhadap kekristenan (197 M) di depan penguasa Roma di Afrika, dia menyinggung tentang perbedaan pendapat di antara Tiberius dan Pontius Pilatus: 

    “Pada masa ketika nama Kristen mulai muneul di dunia, Tiberius yang telah menerima kebenaran tentang keilahian Kristus, membawa perkara ini ke hadapan senat, disertai keputusannya sendiri untuk membela Kristus. Karena ia sendiri tidak menyetujuinya, senat menolak usulan Tiberius. Kaisar tetap berpegang pada pendapatnya, dan mengancam mereka yang mendakwa orang-orang Kristen (Apology, V.2). Beberapa sejarawan meragukan nilai sejarah dari perikop ini. Juga, Cr. Justinus Martyr, Apology, 1.35. 

    g. THALLUS, SEJARA WAN KETURUNAN SAMARIA 

    Salah seorang penulis bukan Yahudi yang pertama-tama menyinggung tentang Kristus adalah Thallus yang menulis pada tahun 52 M. Namun tulisan aslinya sudah musnah dan kita menge¬tuhui tulisannya hanya mclnlui beborapa kutipan oleh pengarang-pengarang lain. Salah seorang di antaranya adalah Julius Africanus, seorang pengarang Kristen yang hidup sekitar tahun 221 M. Dalam sebuah paragraf yang sangat menarik dia menyinggung tentang komentar Thallus. Julius Africanus menulis: 

    “Thallus, dalam buku sejarahnya yang ketiga, menggambarkan kegelapan ini seperti suatu gerhana matahari – sesuatu yang kurasa tidak masuk akal’ (tentu saja tidak masuk akal, karena gerhana matahari tidak dapat terjadi pada saat bulan purnama, dan pada masa Paskah ketika bulan sedang purnama Kristus wafat).” 

    Jadi, dari sumber ini kita dapat melihat bahwa berita Injil tentang kegelapan yang meliputi daerah itu pada saat Yesus disalibkan juga diketahui banyak orang dan menuntut penjelasan alamiah dari orang-orang tidak percaya yang turut menyaksikannya. 2/113 

    h. PHLEGON, SEORANG SEJARAWAN DARI ABAD PERTAMA 

    Kitab Tawarikhnya sudah hilang, tapi sebuah kutipan kecil dari karyanya, yang menegaskan tentang kegelapan yang meliputi bumi pada saat penyaliban, juga disinggung oleh Julius Africanus. Setelah komentarnya (Africanus) tentang tidak masuk akalnya pendapat Thallus tentang kegelapan itu, dia mengutip Phlegon yang menga¬takan bahwa “pada masa Kaisar Tiberius sebuah gerhana matahari terjadi pada masa bulan purnama.” 7/IIB, bagian 256 fl6, hlm, 1165 

    Phlegon juga disebut-sebut oleh Origenes dalamContra Celsum, Buku ke 2, bagian 14, 33, 59. 

    Philopon (De. opif. mund. II 21) mengatakan: “Dan mengenai kegelapan ini … Phlegon mengenangnya dalam Olympiads (judul buku sejarahnya).” Dia berkata bahwa “Phlegon berbicara tentang gerhana matahari yang terjadi pada waktu penyaliban Tuhan Kristus, dan bukan yang lain (gerhana), jelas sekali bahwa dia tidak mengetahui dari sumbernya sendiri tentang gerhana lain (yang serupa) pada masa-masa sebelumnya . . . dan hal ini ditunjukkan dalam catatan sejarah itu sendiri tentang Kaisar Tiberius.” 41IIB, bagian 257 fl6, c, hlm, 1165. 

    i. SURAT MARA BAR-SERAPION 

    F. F. Bruce mencatat bahwa: 
    ” . . . di British Museum ada sebuah naskah menarik yang memuat sebuah surat yang ditulis setelah tahun 73 M, tetapi kapan tepatnya tidak diketahui. Surat ini dikirim oleh seorang Siria ber¬nama Mara Bar-Serapion kepada putranya Serapion, Pada saat itu Mara Bar-Serapion sedang berada dalam penjara, tetapi dia menulis untuk meneguhkan putranya agar terus mencarl kcbijaksanaan, dan menunjukkan bahwa mereka yang menganiaya orang bijaksana akan ditimpa kemalangan. Dia memberi contoh kematian Socrates, Phytagoras, dan Kristus: 

    [color=darkblue]”’Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang Athena dengan membunuh Socrates? Bencana kelaparan dan wabah penyakit menimpa mereka sebagai hukuman atas kejahatan mereka. Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang di Samos dengan membakar Phytagoras? Dalam sekejap tanah mereka diliputi oleh pasir. Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang Yahudi dengan membunuh Raja mereka yang bijaksana? Tidak lama setelah itu kerajaan mereka dihancurkan. Allah telah membalas kematian ketiga orang bijaksana ini dengan adil: orang-orang Athena mati kelaparan; orang-orang Samos ditelan samudra; orang-orang Yahudi, kalah perang dan terusir dari tanah airnya, terpencar ke seluruh dunia. Tetapi Socrates tidak binasa; dia hidup dalam ajaran Plato. Phytagoras tidak binasa; dia hidup dalam patung Hera. Begitu pula sang Raja bijaksana tidak binasa; Dia hidup dalam ajaran yang diberikan-Nya.'” 2/114 

    j. JUSTINUS MARTYR 

    Sekitar tahun ISO ‘M, Justinus Martyr, dalam Defence of Christianity yang ditujukan kepada Kaisar Antonius Pius, mengingatkan Kaisar pada 1aporan Pilatus, yang menu rut Justinus pasti tersimpan dalam arsip kerajaan. Tetapi kata-kata, “Mereka menikam tangan dan kakiku,” katanya, “menjelaskan tentang paku-paku yang tertancap di tangan dan kaki-Nya ke kayu salib; dan setelah Dia disalibkan, mereka yang menyalibkan-Nya membuang undi atas pakaiannya, dan membagi-baginya di antara mereka; dan bahwa hal ini adalah benar, Anda dapat melihatnya dalam “Kisah” yang dicatat dalam pemerintahan Pontius Pilatus.”Selanjutnya dia berkata: 

    “Bahwa Dia telah melakukan mukjizat-mukjizat, Anda dapat memeriksanya dalam ‘Kisah’ Pontius Pilatus.”Apology, 1.48 

    Elgin Moyer, dalam Who Was Who in Church History, melukiskan Justinus sebagai ” … ahli filsafat, martir,’ apologis (orang yang membuat pembelaan bagi suatu keyakinan dan lain-lain), yang dilahirkan di Flavia Neapolis. Berpendidikan tin&gi, dan tampaknya mempunyai cukup sarana untuk mendukung penelitian dan perjalanannya. Sebagai seorang yang haus pada kebenaran, dia telah menimba banyak pengetahuan tentang Stoicisme, Aristotelisme, Phytagoreanisme, dan Platonisme, tetapi membenci Epicureanisme. Pada masa-masa itu dia mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan orang-orang Yahudi, tapi tidak tertarik pacta agama mereka. Rupanya dia paling condong pada Platonisme dan mengira bahwa dia sudah hampir mencapai tujuan filosofinya melihat Allah ketika suatu hari selagi berjalan-jalan seorang diri di tepi pantai, ahli filsafat muda itu bertemu dengan seorang Kristen tua yang tampak agung, berwajah menyenangkan dan lembut berwibawa. Orang Kristen yang rendah hati ini menggoyahkan kepercayaannya pada kebijaksanaan manusia, dan menunjukkan nabi-nabi Yahudi ‘orang-orang yang hidup jauh sebelum semua ahli filsafat yang mulia, yang telah meramalkan kedatangan Kristus dalam semua tulisan dan ajarannya . . . ‘ Mengikuti nasihat orang tua ini, penganut Platonisme yang bersemangat ini menjadi seorang Kristen yang percaya. Katanya, ‘Aku mendapatkan bahwa inilah satu-satunya filosofi yang aman dan menguntungkan.’ Setelah pertobatannya, yang terjadi pada usia mudanya, dia membaktikan seluruh hidupnya pada pembelaan dan penyebaran agama Kristen.” 7/227 

    k. TALMUD YAHUDI 

    Tol’doth Yeshu. Yesus disebut sebagai “Ben Pandera.” 

    Talmud Babilonia. (Memberi pendapat orang:orang Amori) menulis ” … dan menggantung dia pada hari menjelang Paskah.” 

    Talmud memberikan sebutan kepada Yesus: “Ben Pandera (atau ‘Ben Pantere’)” dan “Yeshu ben Pandera.” Banyak cendekiawan mengatakan “pandera” adalah suatu permainan kata, suatu plesetan dari kata Yunani untuk perawan “parthenos,” untuk menyebut-Nya “putra seorang perawan.” Joseph Klausner, seorang .Yahudi, mengatakan “kelahiran Yesus yang di luar nikah adalah suatu masalah hangat di kalangan orang-orang Yahudi . ” 

    Komentar yang terdapat dalam Baraila mempunyai nilai historis yang tinggi: 

    ”Pada hari sebelum Paskah mereka menggantung Yeshu (dari Nazaret) dan selama 40 hari sebelumnya telah beredar pengumuman yang mengatakan bahwa (Yeshu dari Nazaret) akan dilontari batu dan’ bahwa dia telah melakukan sihir dan telah menipu dan menyesatkan orang-orang Israel. Hendaknya setiap orang yang mempunyai pembelaan terhadap dia datang dan memohonkan peng¬ampunan baginya. Tetapi karena tidak ada yang datang untuk membela dia mereka menyalibkannya pada hari menjelang Paskah” (Sanhedrin; Babilonia 43a). – “Hari menjelang Paskah.” 

    Amoa ‘Ulla’ (“Ulla” adalah seorang murid R. Youchanan dan diam di Palestina pada akhir abad ketiga.) menambahkan: 

    “Dan apakah menurut Anda baginya (Yeshu dati Nazaret) ada hak untuk memohon pengampunan? Dia adalah seorang penipu, dan Yang Maha Pemurah telah mengatakan: ‘Janganlah engkau mengampuni atau melindunginya.’ Tapi entah dengan Yeshu, karcna dia dekat dengan pemerintah sipil.” 

    Penguasa Yahudi tidak menyangkal bahwa Yesus telah melakukan tanda-tanda dan mukjizat (Matius 9:34; 12:24; Markus 3:22) tapi mereka menghubungkannya dengan perbuatan sihir, 5/23 

    “Talmud,” tulis cendekiawan Yahudi Joseph Klausner, 
    “memakai istilah menggantung bukan menyalibkan, karena hukuman mati ala Roma yang mengerikan ini hanya dikenal oleh cendekiawan Yahudi dari pengadilan-pengadilan Roma, dan tidak terdapat dalam sistem hukum Yahudi. Bahkan Rasul Paulus (Galatia 3:13) menerapkan nas “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib” (UIangan 21:23) pada Yesus.” 5/28 

    Sanhedrin 43a juga menyehut-nyebut tentang rasul-rasul Yesus. 
    Yeb. IV 3; 49a: “R. Shimeon ben Azzai berkata (tentang Yesus): ‘AIm menemukan sebuah gulungan silsilah di Yerusalem di dalamnya tercatat, dia itu tiada lain seorang anak haram anak pezina. ‘” 

    Klausner menambahkan: “Edisi barn dari Misynah menambahkan: ‘untuk mendukung kata-kata R. Yehoshua’ (yang, dalam Misynah yang sama, mengatakan: Apakah anak haram itu? Mereka . yang orang tuanya layak dijatuhi hukuman mati oleh Beth Din). Bahwa yang dimaksud di sini adalah Yesus rasanya tidak perIu diragukan lagi . . . ” 5/35 

    Sebuah Baraita kuno, di mana R. Eliezer menjadi tokoh utamanya, menyebut-nyebut nama Yesus. Tanda kurung di sini memang asli ada dalam kutipannya. Eliezer berkata: “Dia menjawab, Akibat engkau telah mengingatkan aku! Suatu ketika aku pemah berjalan-jalan di pasar atas (dalam Tosefta ‘jalan’) di Sepphoris dan berternu dengan seorang [Yesus dari Nazaret) dan Yacob dari Kefar Sekanya (dalam Tosefta ‘Sakkanin’) adalah namanya Dia berkata kepadaku, dalam Hukummu ada tertulis, ‘Janganlah engkau membawa upah persundalan, dan lain-lain.’ Jadi, apa yang harus dilakukan dengannya – kakus untuk Imam Agung? Tetapi aku tidak menjawab sepatah kata pun. Dia berkata kepadaku, begitulah [Yesus dari Nazaret] mengajarku [dalam Tosefta ‘Jeshu bin Pantere’]; ‘Dari upah persundalan dia mendapatkannya, dan akan kembali kepada upah persundalan’; karena dari tempat yang kotor mereka berasal, maka ke tempat kotorlah mereka akan kembali. Dan peribahasa itu menyenangkan hatiku, dan oleh karenanya aku ditangkap untuk Minuth. Dan aku telah melanggar apa yang tertulis dalam Hukum; ‘Jauhkanlah dirimu dati temp at ini’ – itulah Minuth; dan ‘Janganlah engkau mendekati’ ambang pintu rumahnya’ – Itulah peraturan pemerintah.” 5/38 

    Tanda-tanda kurung di atas diketemukan dalamDikduke So! rim to Abada Zara (Naskah Munich, ed. Rabinovitz). 

    Klausner dalam mengomentari paragrap di atas, mengatakan: 

    “Tidak dapat diragukan bahwa kata-kata, ‘seorang murid Yesus dari Nazaret,’ dan ‘begitulah Yesus dari Nazaret mengajarku,’ dalam paragrap yang sekarang adalah sama tuanya dengan bagian yang lain dan mempunyai bagian yang mendasar dalam konteks ceritanya; dan sifat kekunoann ya tidak dapat disangkal berdasarkan perbedaan kecil dengan paragrap yang sama dari naskah yang lain; perbedaan itu (‘Yeshu ben’ Pantere’ atau ‘Yeshu ben Pandera,’ sebagai ganti dari ‘Yeshu of Nazaret’) hanya disebabkan oleh kenyataan bahwa, sejak semula, nama ‘Pantere,’ atau ‘Pandera,’ telah dikenal luas di kalangan orang Yahudi sebagai ayah Yesus.” 5/38 

    l. ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA 

    Edisi terbaru Encyclopaedia of Britannica memakai lebih dari 20.000 kata untuk menjelaskan tentang orang ini, Yesus. Penjelasan tentang Yesus jauh lebih panjang daripada tentang Aristoteles, Cicero, Alexander, Julius Caesar, Buddha, Confucius, Mohamad atau Napoleon Bonaparte. 

    Tentang banyaknya kesaksian bebas dunia sekular tentang Yesus dari Nazaret, ia mencatat: 

    “Kesaksian-kesaksian bebas ini menunjukkan bahwa dalam zaman kuno bahkan musuh-musuh agama Kristen pun tidak pemah meragukan kesejarahan Yesus, yang baru mulai diragukan oleh beberapa penulis tanpa dasar yang kuat pada akhir abad ke-l S, selama abad ke-19 dan awal abad ke-20.” 3/145 

    BIBLIOGRAFI : 

    1. Betz, Otto. What Do We Know About Jesus? , SCM Press, 1968. 

    2. Bruce, F. F. The New Testament Documents: Are They Reliable? Edisi yang direvisi yang kelima. Downers Grove: Inter-Varsity Press, 1972. Digunakan dengan izin. 

    3. Encyclopaedia Britannica. Edisi ke-15, 1974. 

    4. Jacoby, Felix. Die Fragmente der Griechischen Historiker. Berlin: Wiedmann, 1923. 

    5. Klausner, Joseph. Jesus of Nazareth. New York: The Macmillan Company, 1925. 

    6. Montgomery, John Warwick. History and Christianity. Downers Grove: Inter-Varsity Press, 1964. Digunakan dengan izin. 

    7. Moyer, Elgin. Who Was Who in Church History. Chicago: Moody Press. 1968. ‘ 

    8. Pines, Shlomo, Profesor Filsafat Universitas Ibrani, Ycrusalcm; David 

    Flusser, profesor Universitas Ibrani, dalam press release New York Times, 12 Februari 1972, dimuat olehPalm Beach Post-Times, Minggu, 13 Februari 1972, “CHRIST DOCUMENTATION: Para Cendekiawan Israel Menemukan Dokumen-Dokumen Kuno yang Mereka Rasa Menegaskan Keberadaan Yesus.” 

    Disalin dari : 
    Josh Mc Dowell, APOLOGETIKA : Bukti yang Meneguhkan Kebenaran Alkitab, Vo. 1, p 137-147BP↓
    Re: Yesus Kristus Seorang Tokoh Sejarah

  15. gabriel berkata:

    sudah kah anda membaca injil anda…….

  16. hasibuan berkata:

    Anda pahami injil anda pasti anda kebingungan..pasti !! Yesus bolang dia tak sanggup lagi mengajak umatnya dah letih yesus dan berdoa kpd Allah..adakah tuhan selemah ini ???? Tuhan kok berdoa kpd Allah !! Jadi Allah saja dong yg di sembah yg menciptakan dirimu itu pasti dan tdk bertele tele. Brooo.

  17. irhamF berkata:

    Manah ada agama yang datang dari eropa sementra tuhanya ajh berasal dari jazirah arab ?? YOU KNOW??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s