Kepribadian Muhammad SAW dalam Goresan Pena


“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”. (QS.9:128-129)

Bagi siapapun yang mempelajari sejarah beliau SAW, maka kita akan memperoleh gambaran sejarah yang amat menakjubkan, bagaimana beliau dan para sahabatnya mampu menundukkan pesona duniawi dan mengangkat nilai-nilai kemanusiaan hingga ke suatu tingkatan yang tidak pernah disaksikan oleh lembaga sejarah di mana pun berada.

Siapapun yang membaca sirah beliau, mengenal sifat-sifat beliau, maka bisa mengetahui bahwa DUNIA INI BUTUH beliau SAW., Dan dunia tidak akan sanggup mewujudkan cita-cita keberadaannya kecuali mengambil contoh sirah beliau.

Sabda-sabda beliau atau segala perkataan beliau yang terlontar mengandung makna yang sampai pada hakikatnya, karena keluar dari bibir yang di belakangnya ADA PIKIRAN, yang di belakangnya ADA HATI, yang di belakangnya ADA IMAN, dan yang di belakangnya ADA ALLAH JALLA JALALUHU. Itulajh perkataan yang tiada tercecer dan mubadzir, tidak ada pertentangan dan penyimpangan, karena semuanya mengandung faidah dan sesuai dengan fitrah kita.

Buku-buku tentang Islam dan buku-buku yang membahas perjalanan hidup nabi SAW dari A-Z tentunya tidak lepas dari sosok beliau yang menjadi Nabi Islam dan pemimpin kaum muslimin. Ada yang memuji, ada yang melecehkan, atau ada yang memuji sekaligus melecehkan, dengan mengacu pada interpretasi-interpretasi subjektif, karena otak,sanubari dan jiwa mereka sama sekali jauh dari sentuhan iman dan akidah.

Lalu apa yang mereka cari dengan tulisan-tulisannya yang lebih banyak melecehkan itu? Karena rasanya sosok seorang penulis (Barat) yang berkaliber belum tampil secara utuh jika mereka belum menulis tetang Islam dan diri Rasulullah SAW. Taruhlah di sana ada Peirre Pascal, Innocent III, Raymod Lulle, Gagnier, Guellaume Postel, Francisque Michel, Renan, Comte, Scholl, Sprenger, Thomas Carlyle, Drougthy, de Casteries, dll.

Di dunia Islam sendiri yang menjadi bingkai lukisan Islam yang menjadi abadi, muncul sekian banyak buku-buku sirah, tarikh, ghazwah, hingga tabaqat, yang hampir tak terhitung jumlahnya. Dari tahun ke tahun, abad ke abad, senatiasa ditebari buku-buku baru mengenai topik ini.

Alhasil, apapun dan bagaimana rona tulisan yang tertuang dalam berbagai buku itu, siapapun yang menulisnya dan darimana asalnya, sudah cukup membuktikan bahwa pribadi beliau tak pernah lekang menjadi buah bibir dan sorotan pena, serta mata, lautan pribadi beliau tak pernah kering untuk diarungi dan diselami, dari dulu hingga kini dan entah sampai kapan pun selagi tapak-tapak waktu masih terus bergulir dan mengayun. (#)

* Bila anda mempunyai pertanyaan seputar kenabian Muhammad SAW, Islam, Al-qur’an dan Allah sebagai Tuhan semesta alam, silakan layangkan pesan anda ke inbox Facebook saya disini: Surya Yaya Facebook  atau silakan menanggapinya pada kolom komentar yang tersedia pada blog ini.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sirah Nabawiyah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s