Tafsir Hadits Shahih Bukhari-Muslim: ” Aku diperintahkan memerangi manusia hingga mereka bersaksi…. dst”


Dalam sebuah diskusi, seorang Kristen menanyakan perihal hadist di bawah ini:

Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”

Di dalam hadist itu, Muhammad bilang, kalo kita gak mau ngakuin dia rasul, maka dia akan merampok harta dan nyawa kita.

Tanggapan:

Anda lagi-lagi menggunakan asumsi. Dan jauh dari acuan standarisasi penafsiran hadist seperti yang dilakukan oleh orang yang memang membidangi pakar hadist.

Bahwa dalam Islam sekalipun,  tidak seorang pun boleh “berfatwa” kecuali dia seorang alim dan memiliki ilmu yang cukup dalam ilmu tafsir, hadist, ilmu al-qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Hal itulah yang menjadi dasar utama bagi fatwa dan ijtihad, yang disertai dengan pemahaman yang memadai dan pikiran yang lurus.

Apalagi anda seorang Kristen tulen yang gemar memakai topeng “ex muslim (murtadin)” hanya untuk menutupi dan berlindung dari serangan balik tentang keimanan yang konyol dalam Kekristenan anda.

Adapun makna dari kata “memerangi” diatas, tidaklah kita cermati secara harfiah (berdasarkan arti leksikal), tetapi lebih kepada denotasi bahasa atau kiasan yang butuh penafsiran lebih dalam.

Bukankah dalam screenshot buku yang anda tampilkan, terdapat catatan kaki yang menjelaskan:

1). Memerangi manusia dalam hal ini bukanlah untuk memaksa seseorang agar memeluk agama Islam, tetapi untuk membela diri dan mempertahankan kemerdekaan memeluk agama Islam. Dalam surat Al Baqarah ayat 256 telah dijelaskan bahwa “Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah nyata perbedaan antara yang benar dan yang sesat.

2). Alasan-alasan hukum Islam disini maksudnya, meskipun mereka telah mendapatkan hak untuk perlindungan jiwa dan hartanya, tetapi bila hukum Islam meminta mereka harus ikut (misalnya membayar zakat, hukuman qisas dan peraturan lainnya.)

Lalu kemudian anda dengan pede-nya berasumsi: “Di dalam hadist itu, Muhammad bilang, kalo kita gak mau ngakuin dia rasul, maka dia akan merampok harta dan nyawa kita.”

Jika kesimpulan seperti itu yang anda tangkap, maka akan semakin jelas memperlihatkan kebodohan anda,  bahwa tingkat kedalaman berpikir  anda memang di bawah rata-rata alias idiot.  Dan sangat terbukti, cara pandang anda pada Islam hanya berdasarkan sentimentil belaka saja.

Dan riwayat lengkap hadist shahih di atas adalah sbb: (silakan baca kata per katanya dengan pelan)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa’ad dari Uqail dari az-Zuhri dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud dari Abu Hurairah dia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia, dan Abu Bakar diangkat sebagai khalifah setelahnya, serta orang-orang kafir dari kalangan Arab MELAKUKAN KEKUFURAN, maka Umar bin al-Khaththab berkata kepada Abu Bakar,:

“Bagaimana mungkin kamu akan memerangi manusia, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, “Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah’, maka barangsiapa yang mengucapkan, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah‘, maka sungguh dia telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku) kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya diserahkan kepada Allah.

Maka Abu Bakar berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku akan memerangi ORANG YANG MEMBEDAKAN antara shalat dan zakat, karena zakat adalah (tuntuan) hak terhadap harta. Demi Allah, KALAU MEREKA MENGHALANGIKU karena KEENGGANAN  mereka sedangkan mereka pernah membayarnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku tetap akan memerangi mereka karena keengganan mereka.’

Maka Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Demi Allah tidaklah dia melainkan bahwa aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk “memerangi (mereka) Ialu aku mengetahui bahwa ia adalah kebenaran. (Shahih Muslim No 29. Bab Kitab Iman)

Penjelasan lebih detail:

Bahwa Islam dalam mencapai kejayaannya pada masa Rasulullah dan kekhalifaan empat sahabat, tidak lepas dari peran orang-orang yang rela mengorbankan harta dan nyawanya demi menegakkan hukum-hukum Allah. Mereka inilah yang berada pada barisan paling depan saat membela harga diri Islam dari serangan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya.

Sedangkan, orang-orang (kafir dan munafik) yang tidak ikut serta pada masa-masa tsb, mereka tidak diganggu dan tetap dibiarkan pada aktivitasnya sehari-hari. Dan ini membuktikan letak kesantunan Islam, mereka tidak dipaksa untuk ikut berperang, tetapi dengan catatan, orang-orang tersebut cukup membantu secara moril saja. Sebab orang kafir sendiri, jika disuruh untuk memilih antara berperang atau bayar pajak, pasti dia akan memilih bayar pajak.

Bahwa dalam kemerdekaan sebuah negara Islam, orang muslimlah yang berperang dan menghadang bahaya. Dialah yang akan dibunuh, mengalami luka dan ditawan, sementara warganya yang kafir tidak akan mengalami hal hal seperti itu. Maka konsekuensinya, bukan hanya warganya yang kafir saja wajib membayar pajak, tapi juga yang muslim. Sebut saja sebagai pajak keselamatan nyawa.  Dan bukannya ini cukup adil bukan?

Muslim membela anda, dan memelihara nyawa, darah dan kehormatan anda saat perang berkecamuk pada negeri mayoritas muslim—dengan perintah Allah— sebagai imbalan sedikit harta tsb.  Anda dan keluarga anda pun juga hidup aman dalam rumah anda. Bahkan di zaman sekarang, banyak orang yang rela mengorbankan harta sebagai imbalan pemeliharaan anak-anak mereka dari berbagai bahaya.

Dan pajak sendiri sudah ada sebelum datangnya Islam, bahkan Yesus pun juga membayarnya:

Yosua 16:10 Tetapi orang Kanaan yang diam di Gezer tidaklah dihalau mereka. Jadi orang Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai sekarang, tetapi menjadi budak rodi.

Yosua 17:13 Setelah orang Israel menjadi kuat, orang Kanaan itu dibuatnya menjadi orang rodi, tetapi tidaklah sama sekali mereka itu dihalaunya.

Roma 13:7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Matius 18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.18:25Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Adapun jika dikaitkan dengan ayat  “Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS.2:256), maka maksud yang sebenarnya adalah tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam.  Sebab Islam sendiri telah memberikan kebebasan dalam berakidah:

QS. 18:29. Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir

Oleh sebab itu,penekanan ayat QS.2:256 tersebut, lebih kepada orang-orang yang telah masuk Islam, bahwa dalam mengartikan ayat diatas, bukan berarti mereka bebas melakukan apa yang mereka inginkan, seperti tidak shalat, tidak berzakat dan syariat2 Islam yang lainnya, akan tetapi harus tetap mengacu pada yang telah di perintahkan Rasululllah melalui sunnah-sunnahnya tersebut.

Jadi, hadist tentang  “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia, bla..bla..bla.. dst. ” adalah hadist yang lebih menekankan akan ketegasan/jaminan perlindungan iman seorang muslim untuk tidak bermain-main dalam perintah untuk mengeluarkan zakat, menunaikan shalat dan mengukuhkan ketauhidannya kepada Allah dan rasulnya.

Adapun hukuman dibunuh bagi orang yang murtad hanya berlaku seperti hal-hal yang diterangkan dalam  ayat ini:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman KEMUDIAN kafir, KEMUDIAN beriman (pula), KEMUDIAN kafir lagi, KEMUDIAN bertambah kekafirannya , maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (QS.4.139)

Maka tujuannya jelas, bahwa agama tidak boleh dipermainkan, hari ini berislam, besok kafir, dan hari ini kafir, besok berislam lagi.

Contoh orang seperti ini telah ada pada zaman Rasulullah SAW, yang tujuan mereka (para ahli kitab) hanyalah untuk menimbulkan keraguan di kalangan kaum muslimin terhadap agama mereka. Seperti firman Allah SWT berikut:

“Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran).” (QS 3.72. )

Dan karena itulah hukum tentang masalah tersebut telah ditegaskan dalam al-qur’an dan hadits, agar agama tidak boleh dijadikan permainan.

Maka hal ini yang mendasari sabda Nabi SAW yang berbunyi:

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats dan Abu Mu’awiyah dan Waki‘ dari Al A’masy dari Abdullah bin Murrah dari Masruq dari Abdullah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak halal darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak untuk dsembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, kecuali satu dari tiga orang berikut ini; seorang janda yang berzina, seseorang yang membunuh orang lain dan orang yang keluar dari agamanya, memisdmkan diri dari Jama’ah (murtad).” Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menoeritakan kepada kami Ayahku. (dalam jalur Iain cisebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan. (dalam jalur lain dsebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Ali bin Khsyram keduanya “.berkata; telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus semuanya dari AI A’masy dengan sanad-sanad ini, seperti hadits tersebut

Kondisi-kondisi seperti itulah yang menjadi azbabun nuzul dan azbabul wurud dari ayat quran dan hadits yang berbicara tentang murtad.

Selain daripada ketentuan yang sudah dijabarkan diatas, maka Al-Qur’an pun menjelaskan:

QS. 18.29. Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.

QS. 17.107. Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).

QS. 2.217 Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

QS 5.54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

QS 25.68. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan TIDAK MEMBUNUH JIWA yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS 10.99. Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

10.100. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

**Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya. (Surya Yaya/Berbagai Sumber)

Yesus juga meminta adanya pengakuan dari orang-orang agar percaya tentang dirinya. Jika tidak, PEDANG yang berbicara!

Mat 10 (33) Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

(34) Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Sadisnya lagi, Yesus tidak segan-segan membuat orang yang tidak mengakuinya itu, akan dibuat yatim piatu.!

(35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,(36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Lalu bagaimana hukuman murtad dalam Alkitab? Klik disini 

About these ads
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Islam Menjawab dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Tafsir Hadits Shahih Bukhari-Muslim: ” Aku diperintahkan memerangi manusia hingga mereka bersaksi…. dst”

  1. townsend berkata:

    Bodoh orang ini . Emangnya terus warga kota yang kafir itu ga diapa apain kalo muslim perang lawan kristen ?

  2. Hati berkata:

    Sudah jelas ini pemaksaan kehendak, Anak kecil juga tau itu.

  3. bloon berkata:

    Perkataan Yesus banyak mengandung perumpamaan,,, yg nulis ini paham gak?

  4. Sisdes berkata:

    Hadis ini diterima Bukhari dari gurunya Abdullah bin Muhammad al Musnadi, katanya dia mendapat cerita ini dari gurunya lagi (Bukhari tidak bertemu dengannya), Abu Raum al Hamari bin Umarah, ini juga mendapat cerita dari Syu’bah, yang juga hanya mendapat cerita dari Wakid bin Muhammad, yang kata bapaknya mendapat cerita dari Ibnu Umar yang sahabat Nabi.yang katanya seperti hadis diatas. Wah ada 6 orang perantara dari cerita ini.
    Karena ini Sahi Bukhari (no 24), ya kata Bukhari sahi, Logikanya jelas secara harafiah Rasulullah saw tidak mungkin ngomong begitu. Apakah benar Ibnu Umar ngomong begitu, tergantung Bapaknya Wakid, dst. Cerita kecerita dari 6 orang yang sama sama hidup dlm sekampung pun belum tentu benar apalagi mereka yang tidak hidup sezaman. Siapa yang menjamin bahwa yang 5 orang yang berbeda generasi (dibwah Ibnu Umar) tidak salah ngomong??. Kalau mereka dikatakan dhabit, (credible), itu juga berdasarkan cerita orang lain juga. Kalau hadis hadis sejenis ini di anggap pasti dari Nabi saw, wah jadilah Islam agama Teroris. Makanya para “ahli” mencari cari tafsiranya yang non harafiah. Alhasil yang menafsirka secara harafiah dianggap “kurang ilmunya” Anggaplah Bukhari, al Musnadi serta Ibnu Umar dapat dipercaya. Tapi kalau ada yang tidak percaya dengan omongan Wakid atau Al Hamari dll, kan tidak keluar dari Islam, meski ada yang mengatakan bodoh.
    Banyak hadis hadis sejenis ini yang tidak senafas dengan Al Quran. Misalnya AL Quran menyebut berbuat baik ke pada Ibu Bapak, ya Nabi saw tidak mungkin menyebut Ibu 3 X. Itu kan cuma cerita ke cerita. yang non Mutawattir.
    Wallahu alam
    Wass

    .

  5. Desi Nurhayati berkata:

    Benar om, yang sering sering diulang dalam al Quran bahwa tugas para nabi hanya menyampaikan dengan jelas. Jelas artinya tidak boleh membuat umatnya bingung dan menafsir secara non-harafiah. Oleh karenanya hadis diatas tidak boleh ada tafsiran lain. Dan karena susunan kalimatnya. bertentangan denga AL Quran. ya tidak mungkin Rasulullah saw berkata begitu. Ibnu Umar wafat sekitar 72 H, yang ketemu beliau hanya bapaknya Waqid, Berarti Waqid hidup sekitar 100 H. Imam Bukhari baru lahir 196/8 H. Beliau tentu tidak bisa menjamin orang orang yang hidup 100 tahun sebelum beliau ada yang salah omong atau salah dengar. Yang bilang mereka dlabit kan cerita orang lain juga.
    wallahu alam.
    Desi

  6. Mira Miranti berkata:

    Orang Kristen !!! Injil benar, Taurat benar, tapi semuanya sudah ditambah dan dikurangi oleh ahli kitab kalian, dan penulisnya orang awam, hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut. semuanya khayalan, kalau menyembah Yesus dan salib dosa bisa ditebus .. pastilah seluruh dunia akan masuk Kristen. Makanya orang Kristen menghalalkan semuanya … karena dosanya ada yg nebus, kasihan banget dan bodoh karna dogma … mata menjadi buta dan telinga jadi tuli.

    • Mark berkata:

      Terimakasih …ada pengakuan ada yang nebus ….tapi gak menghalalkan semuanya …salah itu Bos …tuduhan gak mendasar …sudah dipalsukan tapi gak bisa nunjukkan yang asli …fitnah itu ….

      • yudha berkata:

        @mark
        Alkitab memang sudah dipalsukan ini terbukti bahwa banyak Ayat2 yg bertentangan,klo yg asli kami udah ga tau karena udah ribuan tahun yg lalu belum lagi alkitab waktu itu tidak boleh dibaca oleh sembarang orang kecuali para paus,uskup,atau pastor,beda dengan Alquran,karena Allah telah menjamin keaslian Alquran selamanya ini terbukti dengan banyaknya orang yg hapal Alquran 30 juz, coba Alkitab ada ga yg hapal minimal 20 lembar aja,,
        oh iya bisakah agan menunjukkan mana yg halal dan mana yg haram menurut kristen karna setau ane apa aja yg masuk ke perut maka itu tidak menajiskan berarti narkoba juga donk hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s