Yesus dan Muhammad


Kemuliaan Nabi Muhammad di Atas Para Nabi dan Rasul-Nya

Kitab shahih al-Jami’ : 1468 menerangkan:
Rasulullah SAW bersabda: “ Aku adalah komandan tertinggi  dari golongan manusia pada hari kiamat nanti, namun aku tidak menyombongkannya. Dan di tangankulah bendera pujian (liwa’ul hamdi), namun aku tidak menyombongkannya, bahkan para nabi pun pada saat itu, semuanya berkumpul di bawah bendera yang aku bawa.  Aku adalah mahluk pertama yang akan memberikan syafaat dan aku pula mahluk yang pertama yang akan diterima syafaatnya, namun aku tidak menyombongkannya.”

Dalam mengkaji hadist tersebut, tentunya dibutuhkan pengetahuan yang tepat mengenai tugas yang diemban oleh Nabi yang agung itu, Muhammad SAW.  Dan berikut beberapa kesimpulan tentang perbandingan antara  beliau dengan Rasul-Rasul yang lain:

PERBEDAAN ANTARA MUHAMMAD DAN  RASUL-RASUL LAINNYA

•    Setiap Nabi diutus hanya kepada umatnya saja, sedangkan Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia, bahkan juga untuk bangsa jin.  “ Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Al Anbiya (107):21.

•     Nabi berada setingkat di atas nabi Adam karena beliau adalah seorang Rasul yang diutus dengan membawa risalah, sedangkan Nabi Adam hanya seorang Nabi dan tidak membawa risalah.

•    Nabi berada setingkat di atas nabi-nabi ulul azmi karena beliau berperang melawan musuh-musuh Allah, sedangkan Nabi-Nabi ulul azmi tidak melakukannya.

•     Nabi berada setingkat di atas para Nabi dan Rasul yang lain karena beliau diutus seorang diri tanpa ditemani oleh Nabi lain yang dapat membantunya. Contohnya, Nabi Ibrahim paman Nabi Luth, dan ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq.   Dan Nabi Ishaq pun ditemani oleh Nabi Yaqub.  Dan Nabi Yaqub memiliki dua belas anak yang disebut dengan asbath.  Begitu pula Nabi Musa dibantu oleh saudaranya, Nabi Harun dan muridnya, Yusha bin Nun.   Sedangkan Nabi Zakaria ditemani oleh anaknya, Nabi Yahya, yang juga menemani sepupunya, Nabi Isa.  Dan Nabi Isa bukan hanya dibantu oleh Nabi Yahya, namun juga oleh kondisi kaumnnya yang menjadi satu, yaitu yang sbelumnnya menjadi pengikut Nabi Musa.

•    Nabi berada setingkat di atas para Nabi dan Rasul yang lain karena beliau diutus kepada kaum yang belum pernah didatangi oleh seorang Nabi pun. Seperti firman Allah berikut: “Agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau.” As-Sajdah (32):3.   Yakni seperti seorang yang harus mengolah sebidang tanah kering yang belum pernah ditanami sebelumnya dan tidak ada seorang pun yang menolongnya.

•    Nabi Muhammad adalah penutup para nabi. “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi DIA ADALAH RASULULLAH dan PENUTUP NABI-NABI.” Al-Ahzab (33)40.    Dan kitab suci yang diturunkan kepada beliau adalah kitab suci yang terakhir dan MENJADI UKURAN KEBENARAN KITAB-KITAB SUCI yang diturunkan sebelumnnya. “ Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sbelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” Al-Maidah (5): 48.  Tidak akan ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad, dan tidak akan ada lagi kitab suci setelah Al-Qur’an hingga Allah mempusakakan bumi dan seluruh isinya.

•    Muhammad adalah satu-satunya Nabi yang diberikan kehormatan mendapatkan sumpah dari seluruh Nabi untuk beriman kepadanya, dan akan mengikuti ajarannya jika beliau muncul pada zaman mereka. “ Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.”  Allah berfirman, “Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “ Kalau begitu bersaksilah kamu (para Nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.” Ali Imran (3):81.

•    Muhammad adalah satu-satunya Nabi yang tidak dipanggil oleh Allah dengan namanya saja, Allah memanggilnya dengan sebutan: “ Hai Nabi…” (Al-Anfal (8):64), atau “Hai Rasul…(Al-Maidah (54):41). Sedangkan para Nabi yang lain dipanggil dengan nama-nama mereka, seperti: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Al-Baqarah(2):33.   “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini.” Hud (11):76. “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera.” Hud (11):48. “Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” An-Naml (27):9.  “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku.” Ali Imran (3):55.

Dan Nabi juga tidak disebutkan  kecuali dengan didampingi sebutan Nabi atau Rasul, seperti: “ Muhammad tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul.” Ali Imran (3):44.   “Muhammad itu adalah utusan Allah.” Al-Fath (48):29.

•    Muhammad adalah satu-satunya Nabi yang hidupnya dalam sumpah Allah. “Demi hidupmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan).” Al- Hijr (15): 72.

•    Allah memberikan keistimewaan untuk membagikan syafaat yang terbesar hanya kepada Nabi, padahal hal itu tidak diberikan kepada Nabi-Nabi ulul azmi.

•     Pengikut Nabi Muhammad di dunia lebih banyak daripada pengikut para Nabi sebelumnya, dan pada hari kiamat nanti, Nabi Muhammad juga paling banyak pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda: “ (Malam tadi) Aku diperlihatkan para pengikut Nabi-Nabi. Lalu aku melihat seorang Nabi yang datang bersama sekelompok dari umatnya, juga beberapa Nabi lain yang membawa  satu atau dua orang dari umatnya, bahkan ada Nabi yang tidak membawa seorang pu dari umatnya. Lalu tiba-tiba aku melihat  sekumpulan orang-orang banyak sekali hingga terlihat warna hitam yang sangat besar, aku berharap mereka itulah yang menjadi umatku, tapi setelah itu dikatakan kepadaku: “Ini adalah Musa dan kaumnya. Namun palingkanlah wajahmu ke arah ufuk!”  Lalu aku melihat warna hitam yang sangat besar di atas ufuk sana. (Belum habis rasa kagumku) lalu dikatakan lagi kepadaku : “Lihat pula ke ufuk sebelah sana!” Ternyata di ufuk yang lain juga terdapat warna hitam yang sangat besar, lalu dikatakan kepadaku: “Itu adalah umatmu, di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk ke dalam surga tanpa hisab di azab.  Mereka itulah orang-orang yang tidak menggunakan mantera (jampe-jampe orang yang tidak meminta mantera kepada orang lain, orang-orang yang tidak bergantung pada ramalan (yang diramal atau yang meramalkan sama saja), orang-orang yang tidak mentato badannya (atau melakukan pengobatan pada tubuh dengan menggunakan alat yang panas atau tajam, yang sulit untuk dihilangkan, contohnya dengan menindik atau memasang susuk), dan hanya kepada Allah saja mereka bertawakkal.” (Kitab Shahih Al-Jami’: 3999)

Kemudia, ketika Nabi menyampaikan hadistnya itu, beliau sama sekali tidak menjelek-jelekkan kenabian Nabi-Nabi yang lain sebelum beliau. Berbeda halnya dengan sesembahan Kristen  (Yesus) yang mencaci para  Nabi yang diutus sebelumnya dengan cacian “pencuri dan perampok”.

“Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.” (Yohanes 10: 7-8)

Memangnya apa hubungan nabi dengan domba? Ada-ada saja….

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kristology dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s