Hadits Tentang Bulan Terbelah


MUKJIZAT KENABIAN MUHAMMAD SAW

HADIST IMAM MUSLIM No 5010
Telah menceritakan kepada kami [Amru An Naqid] dan [Zuhair bin Harb] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ibnu Abi Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma’mar] dari [Abdullah] berkata: Bulan terbelah dua bagian dimasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Saksikan.”

HADIST IMAM MUSLIM 5012
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu’adz Al Anbari] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Al A’masy] dari [Ibrahim] dari [Abu Ma’mar] dari [Abdullah bin Mas’ud] berkata: Bulan terbelah dimasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjadi dua bagian, salah satunya menutupi gunung atau yang lainnya di atas gunung, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ya Allah saksikanlah.” Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu’adz] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Al A’masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam seperti itu. Telah menceritakannya kepadaku [Bisyr bin Khalid] telah mengkhabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja’far]. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Adi], keduanya dari [Syu’bah] dengan sanad Ibnu Mu’adz dari Syu’bah seperti haditsnya, hanya saja dalam hadits Ibnu Abi Adi disebutkan: Lalu beliau bersabda: “Saksikanlah, saksikanlah.”

HADIST MUSLIM 5015
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Quraisy At Taimi] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Bukair bin Mudlar] telah menceritakan kepadaku [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Ja’far bin Rabi’ah] dari [Irak bin Malik] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud] dari [Ibnu Abbas] berkata: Di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bulan pernah terbelah.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 2108
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah bererita kepada kami [Abu Daud] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Al A’masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] berkata: di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bulan terbelah menjadi dua, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Saksikanlah.” Abu Isa berkata: dalam hal ini ada hadits serupa dari Ibnu Mas’ud, Anas dan Jubair bin Muth’im dan hadits ini hasan shahih.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3209
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma’mar] dari [Ibnu Mas’ud], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada kami: “Saksikanlah.”

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3210
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dari [Syu’bah] dari [Al A’masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau berkata: “Saksikanlah.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3211
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth’im] dari [ayahnya], ia berkata; telah terbelah bulan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menjadi dua belah di atas gunung ini. Kemudian orang-orang kafir berkata; Muhammad telah menyihir kita. Kemudian sebagian mereka berkata; Pun seandainya ia menyihir kita namun ia tidak mampu menyihir seluruh manusia. Abu Isa berkata; sebagian para ulama telah meriwayatkan hadits ini dari [Hushain] dari [Jubair bin Muhammad bin Jubair bin Muth’im] dari [ayahnya] dari [kakeknya yaitu Jubair bin Muth’im] seperti itu.

MUSNAD AHMAD 3402
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma’mar] dari [Ibnu Mas’ud]; Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi bulan terbelah menjadi dua bagian hingga kami melihatnya, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saksikanlah.”

MUSNAD AHMAD 3729
Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal] telah mengabarkan kepada kami [Isra`il] dari [Simak] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari [Abdullah] ia berkata; Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi bulan terbelah hingga aku dapat melihat gunung berada di antara dua belahan bulan.

MUSNAD AHMAD 13409
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah bercerita kepada kami [Syu’bah] dan [Hajjaj] berkata; telah bercerita kepadaku [Syu’bah] berkata; saya telah mendengar [Qatadah] menceritakan dari [Anas bin Malik] dia berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi dua bagian.

MUSNAD AHMAD 13410
Telah bercerita kepada kami [Abu Daud] telah bercerita kepada kami [Syu’bah] dari [Qatadah] telah mendengar [Anas] berkata; Bulan telah terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

MUSNAD AHMAD 13448
Telah bercerita kepada kami Abdullah telah bercerita kepada kami [Abu Abdullah As-Sulami] berkata; telah bercerita kepadaku [Abu Daud] dari [Syu’bah] dari [Qatadah] berkata; saya telah mendengar [Anas] berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

MUSNAD AHMAD 16510
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain bin Abdurrahman] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth’im] dari [Bapaknya] berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam  menjadi dua bagian, satu bagian di atas gunung ini dan satu bagian lagi pada gunung itu. Mereka berkata; “Muhammad telah menyihir kita”. Mereka juga berkata; “Jika dia telah menyihir kita, namun niscaya dia tidak akan bisa menyihir manusia semuanya.

SIAPAKAH MEREKA  YANG MEMBUKUKAN KEJADIAN INI?

1. IMAM MUSLIM
Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah.

Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili.

Mengenai metode penyusunan hadits, Imam Muslim menerapkan prinsip-prinsip ilmu jarh, dan ta’dil, yakni suatu ilmu yang digunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadits. Beliau juga menggunakan sighat at tahammul (metode-metode penerimaan riwayat), seperti haddasani (menyampaikan kepada saya), haddasana (menyampaikan kepada kami), akhbarana (mengabarkan kepada saya), akhabarana (mengabarkan kepada kami), dan qaalaa (ia berkata).

Imam Muslim menjadi orang kedua terbaik dalam masalah ilmu hadits (sanad, matan, kritik, dan seleksinya) setelah Imam Bukhari. “Di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Imam Muslim,” komentar ulama besar Abu Quraisy Al Hafizh.

2. IMAM TIRMIDZI
Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Turmudzi (lebih dikenal sebagai Imam Turmudzi/ At Turmudzi/ At Tirmidzi) adalah seorang ahli hadits.

Abu ‘Isa aat-Tirmizi diakui oleh para ulama keahliannya dalam hadits, kesalehan dan ketakwaannya. Ia terkenal pula sebagai seorang yang dapat dipercaya, amanah dan sangat teliti. Salah satu bukti kekuatan dan cepat hafalannya ialah kisah berikut yang dikemukakan oleh al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Tahzib at-Tahzib-nya, dari Ahmad bin ‘Abdullah bin Abu Dawud, yang berkata:

“Saya mendengar Abu ‘Isa at-Tirmizi berkata: Pada suatu waktu dalam perjalanan menuju Makkah, dan ketika itu saya telah menuslis dua jilid berisi hadits-hadits yang berasal dari seorang guru. Guru tersebut berpapasan dengan kami. Lalu saya bertanya-tanya mengenai dia, mereka menjawab bahwa dialah orang yang kumaksudkan itu. Kemudian saya menemuinya. Saya mengira bahwa “dua jilid kitab” itu ada padaku. Ternyata yang kubawa bukanlah dua jilid tersebut, melainkan dua jilid lain yang mirip dengannya.

Ketika saya telah bertemu dengan dia, saya memohon kepadanya untuk mendengar hadits, dan ia mengabulkan permohonan itu. Kemudian ia membacakan hadits yang dihafalnya. Di sela-sela pembacaan itu ia mencuri pandang dan melihat bahwa kertas yang kupegang masih putih bersih tanpa ada tulisan sesuatu apa pun.

Demi melihat kenyataan ini, ia berkata: ‘Tidakkah engkau malu kepadaku?’ lalu aku bercerita dan menjelaskan kepadanya bahwa apa yang ia bacakan itu telah kuhafal semuanya. ‘Coba bacakan!’ suruhnya. Lalu aku pun membacakan seluruhnya secara beruntun. Ia bertanya lagi: ‘Apakah telah engkau hafalkan sebelum datang kepadaku?’ ‘Tidak,’ jawabku.

Kemudian saya meminta lagi agar dia meriwayatkan hadits yang lain. Ia pun kemudian membacakan empat puluh buah hadits yang tergolong hadits-hadits yang sulit atau garib, lalu berkata: ‘Coba ulangi apa yang kubacakan tadi,’ Lalu aku membacakannya dari pertama sampai selesai; dan ia berkomentar: ‘Aku belum pernah melihat orang seperti engkau.”

3. IMAM AHMAD
Ahmad bin Hanbal (781 – 855 M, 164 – 241 AH)[1] (Arab أحمد بن حنبل ) adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw (saat ini bernama Mary di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran) di kota Baghdad, Irak. Kunyah beliau Abu Abdillah lengkapnya: Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali.

SIAPAKAH SUMBER INFORMASI DAN SAKSI MATA PERISTIWA TERSEBUT?

1.Abdullah bin ‘Abbas
2.Anas bin Malik
3.Abdullah bin Masud

SIAPAKAH MEREKA?

1.Abdullah bin Abbas (Bahasa Arab عبد الله بن عباس) adalah seorang Sahabat Nabi, dan merupakan anak dari Abbas bin Abdul-Muththalib, paman dari Rasulullah Muhammad SAW. Dikenal juga dengan nama lain yaitu Ibnu Abbas (619 – Thaif, 687/68H).
selengkapnya baca disini : http://id.wikipedia.org/wi ki/Abdullah_bin_Abbas

2.Anas bin Malik bin Nadar al-Khazraj (Arab:العربية) – lahir: 612-wafat:709/712) – adalah Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Anas bin Malik berasal dari Bani an-Najjar dan merupakan anak dari Ummi Sulaim. Sejak kecil Beliau melayani keperluan Nabi Muhammad SAW, sehingga selalu bersama Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah, Beliau menghafal banyak hadist.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Anas bin Malik pergi dan menetap di Damaskus dan kemudian ke Basrah. Ia mengikuti sejumlah pertempuran dalam membela Islam. Ia ikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang berumur paling panjang.(sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Anas_bin_Malik)

3.Abdullah bin Mas’ud (bahasa Arab: عبدالله بن مسعود) (meninggal652) adalah orang keenam yang berpindah menuju Islam setelah Muhammad mengawali dakwah di Mekah. Dia juga salah satu sahabat terdekat nabi Muhammad.

LINK TERKAIT:
http://www.skyimagelab.com/ap11lunril.html


http://www.astrosurf.com/lunascan/AS10-31-4645.htm


http://us.st11.yimg.com/us.st.yimg.com/I/skyimage_1914_6753706

http://www-pao.ksc.nasa.gov/kscpao/history/apollo/apollo-10/apollo-10.htm
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sirah Nabawiyah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s