KELUARNYA YA’JUJ MA’JUJ DAN MISTERI DITEMUKANNYA DINDING YA’JUJ-MA’JUJ


Isyarat Rasululullah SAW Tentang Adanya Ancaman yang Mendekati Bangsa Arab

Diriwayatkan Zainab binti Jahsy dalam hadist shahi Bukhari dan Muslim, “Bahwa Rasulullah SAW tidur di sisinya, kemudian beliau bangun dengan muka memerah seraya bersabda, ‘ La Ilaha Illallah, celakalah bangsa Araba, gara-gara ancaman buruk yang benar-benar telah dekat. Pada hari itu dibuka dinding Ya’juj Ma’juj seperti ini,’ demikian sabda beliau sambil membuat tanda lingkaran antara kedua jarinya. Dan dalam riwayat lain: smabil membuat tujuh puluh atau sembilan puluh ikatan, Zainab bertanya, ‘Ya Rasul Allah, apakah kita akan binasa, padahal masih ada di antara kita orang-orang saleh?’ ‘Ya, ‘ jawab beliau, ‘Apabila kejahatan telah merajalela.’ “

Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman, “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari kebangkitan), maka tiba-tiba terbelaklah mata orang-orang kafir” QS. Al-Anbiya’ : 96-97

BAGAIMANA WUJUD DAN SIFAT YA’JUJ MA’JUJ ITU?

Ya’juj Ma’juj adalah manusia biasa seperti layaknya manusia yang lain. Mereka mirip orang-orang yang sebangsa dengan mereka, yaitu bangsa Turki, dengan mata cekung, berhidung pesek, berambut pirang, sekalipun bentuk dan warna kulit mereka bervariasi. Dan juga keturunan nabi Adam AS. (Landasan hadits shahih Bukhari-Muslim)

Sedangkan sifat mereka, Allah SWT berfirman:
Kemudian dia (Dzulqarnain) menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan . Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya., Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.” Qs. Al-Kahfi: 92-100

Menurut riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya Ya’juj Ma’juj setiap hari berusaha keras melubangi dinding itu, sehingga apabila mereka melihat cahaya matahari, berkatalah pemimpin mereka, ‘Pulanglah, besok kalian akan (teruskan) melubangi lagi.’ Maka (esok harinya) mereka pun kembali (melubangi) dinding itu lebih giat lagi. Sehingga, manakala telah sampai saatnya Allah hendak membangkitkan mereka kepada manusia, maka (terus) melubangi. (Namun ketika) mereka kembali hendak (melubanginya), ternyata dinding itu sudah seperti keadaan semula saat mereka tinggalkan (kemarin). Tapi mereka teruskan juga perlubangan, dan (akhirnya) berhasil mereka keluar menyerbu orang-orang. Lalu mereka meminum habis air (yang ada). Sementara sebagian orang ada yang bersembunyi dalam benteng-benteng mereka. Oleh karena itu Ya’juj Ma’juj melemparkan anak-anak panah mereka ke langit. (Akhirnya) Allah mengirim ulat-ulat ke tengkuk mereka. Dengan ulat-ulat itulah Allah membinasakan mereka.”

Wallahu ‘alam bissawab.

Pos ini dipublikasikan di Petaka Akhir Zaman. Tandai permalink.

Satu Balasan ke KELUARNYA YA’JUJ MA’JUJ DAN MISTERI DITEMUKANNYA DINDING YA’JUJ-MA’JUJ

  1. asepyadimulyadi berkata:

    saya hanya berharap Allah SWT melindungiku. melindungi anak dan istriku,orang-orang yang tersayang, saudara-saudaraku seiman dimanapun berada dari fitnahakhir zaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s